Wednesday, June 30, 2010

Memahami parameter diode recovery time

Memahami parameter “diode recovery time”


Bagi calon teknisi yang lagi belajar dan belum berpengalaman, umumnya mereka mengenali hanya 2 macam parameter sebuah diode, yaitu :
  • Tegangan kerja maksimum (saat mendapat tegangan bias mundur – atau saat tidak menghantar – atau saat “off”)
  • Arus kerja maksimum (saat mendapat tegangan bias maju – atau saat menghantar – atau saat “on”)
Pengalaman serupa juga kami alami beberapa puluh tahun yang lalu ketika SMPS baru kali pertama diperkenalkan pada pesawat televisi. Ketika ada diode tegangan B+ yang rusak.  Dan kemudian kami ganti dengan diode dari luaran (maksud kami dari diode yang dijual ditoko, bukan dari service resmi) ternyata diode panas dan sebentar saja rusak. Kami berpikir bahwa diode pengganti tegangan atau arusnya kurang besar. Kemudian setelah diganti dengan yang lebih besar, ternyata hasilnya tetap sama saja rusak. Achirnya kami order diode dengan nomor part yang sama, dan ketika part datang dan dipasang hasilnya langsung beres.
Lalu mengapa diode yang dibeli dipasaran tersebut panas dan rusak?
Sebenarnya masih banyak lagi parameter lain yang dimiliki sebuah diode. Salah satunya lagi yang perlu dipahami eleh teknisi adalah yang dinamakan “diode recovery time”.
Diode umum yang digunakan untuk penyearah pada sirkit power suply 50Hz, saat mendapat tegangan bias maju diode akan menghantar (“on”). Kemudian jika tegangan bias berubah terbalik maka diode berubah menjadi tidak menghantar (“off”). Jika diode tersebut kemudian dipasang pada tegangan ac dengan frekwensi tinggi. Maka saat diberi tegangan bias maju diode akan menghantar (“on”) seperti biasa. Tetapi saat tegangan bias berubah terbalik, ternyata diode tidak langsung mampu berubah menjadi “off” secara cepat. Ada kelambatan waktu sebentar untuk “off” sehingga ketika tegangan bias berbalik “off” masih ada sedikit arus bocor balik. Jika frekwensi ac makin diperbesar ternyata arus bocor balik makin besar pula. Arus balik bocor inilah yang menyebabkan diode menjadi panas.
Diode recovery time adalah merupakan parameter sebuah diode yang menunjukkan” waktu” yang diperlukan untuk berubah dari posisi “on” ke posisi “off”. Makin kecil nilai recovery time makin bagus digunakan pada frekwensi tinggi.


Berdasarkan parameter diode recovery time, maka jenis diode digolongkan menjadi :
  • Diode umum, untuk penyearah tegangan AC
  • Diode Fast Recovery, digunakan pada sirkit flyback dan SMPS dengan frekwensi sekitar 35 Khz
  • Diode Super Fast recovery, digunakan pada sirkit SMPS dengan frekwensi sekitar 70 hingga 80 Khz.
Tips mencari persamaan diode.
Kalau kita tidak bisa mendapatkan diode dengan nomor part yang sama, maka kami biasanya akan ganti dengan nomor part lain. Diode akan kami ganti dengan diode yang digunakan pada lokasi yang sama. Misalnya diode B+ pada televisi model-A rusak, maka akan kami ganti dengan diode B+ yang digunakan oleh televisi B atau C.