Saturday, November 20, 2010

CRT retak/patah pada bagian leher dibawah yoke

Kerusakan CRT dengan gejala :
  • Nampak ada loncatan api disekitar katode didalam CRT 
  • Sekitar katode muncul sinar warna unggu. 
  • Jika def yoke dilepas - kemudian diperiksa sekitar leher CRT akan diketemukan ada bagian yang retak 
  • Pada kasus yang lebih parah - leher CRT akan retak melingkar dan kadang bisa patah

Apakah yang menyebabkan kerusakan CRT seperti gejala diatas ?
Menurut pengamatan kami - ada beberapa hal yang menyebabkan kerusakan seperti diatas, yaitu :

1. Cacat produksi.
Tabung CRT dibuat dengan vakum (hampa udara) tingkat tinggi. Jika pembuatan kurang sempurna akan menyebabkan lama-kelamaan ada udara yang bocor menerobos masuk lewat sela-selan kaki-kaki CRT yang kurang rapat. Pada kerusakan semacam ini tidak diketemukan retak pada bgaian leher CRT

2. Tegangan B+ over.
Umumnya diketemukan pada pesawat teve yang tidak diperlengkapi sistim protektor. Tegangan B+ yang mendekati 200v akan menyebabkan tegangan anode CRT dari flyback over dan merusakn CRT retak pada bagian lehernya. Oleh karena itu biasakan ukur tegangan B+ setiap kali memulai repair pesawat
Pada pesawat model lama yang power suplynya mempunyai switch-otomatis 110-220v juga sering diketemukan problem ini. Kadang pada tegangan 220v - tetapi switch otomatis bekerja ke 110v sehingga tegangan pada elko besar yang normalnya sekitar 300v akan melonjak lebih dari 500v dan menyebabkan tegangan B+ juga melonjak. Kalau ketemu model-model seperti ini - maka biasanya sirkit switch otomatis akan kami matikan (dilepas komponennya)

3. Bagian vertikal tidak kerja.
Bisa terjadi pada model-model tertentu jika bagian vertikal tidak kerja - maka gejalanya adalah layar menyala redup disertai gejala seperti warna pelangi. Jika ketemu problem semacam ini - dan kemudian pesawat dihidupkan terlalu lama - maka akan dapat menyebabkan CRT retak pada bagian lehernya.
Menurut analisa kami - sebenarnya vertikal juga satu garis. Tetapi karena ada gangguan laian sehingga garis tidak nampak ditengah layar sebagaimana biasanya, tetapi bergeser keatas/kebawah tersembunyi. Akibatnya sinar elektron akan menembak bagian leher CRT - sehingga lama-lama akan panas dan achirnya retak

4. Teve kadang problem satu garis.
Bebeapa kali kami dapat info dari konsumen. Kadang teve problem satu garis dapat diperbaiki dengan cara digebrak. Jika hal ini sering dilakukan - maka ada resiko CRT akan retak atau patah pada bagian lehernya.

5. Kerusakan kapasitor resonan.
Kerusakan kapasitor resonan (1600v) pada kolektor transistor Horisontal-out juga akan menyebabkan tegangan anode CRT over. Tetapi karena transistor umumnya keburu rusak - maka hal ini jarang sampai merusak CRT


**********************









No comments: