Saturday, September 25, 2010

Menghidupkan teve tanpa tabung gambar

Menghidupkan main-pcb pesawat teve tanpa tabung gambar (CRT) dan def yoke memang biasa kami lakukan, tetapi hanya kami lakukan sebatas saat :
  • Memperbaiki kerusakan bagian power suply
  • Memperbaiki keruskan bagian horisontal osilator hingga ke bagian horisontal driver saja.
  • Untuk amannya biasa kmi lepas dahulu transistor horisontal, atau memutus jalur suply B+ ke flyback.
 
Resiko menghidupkan teve jika tegangan tinggi flyback tetap bekerja.
Mencoba menghidupkan tegangan tegangan tinggi flyback tanpa tabung gambar jarang sekali kami lakukan karena mempunyai resiko merusak ic. Kalau kerusakan menimpa ic mikrokontrol atau ic chroma misalnya, maka harganya tentu tidak murah. Apa lagi kalau menimpa teve model lama, dimana partnya belum tentu ada lagi………..ini namanya musibah.


Kenapa resiko ini dapat terjadi.
Penulis sudah merasakan mengalami musibah semacam ini (tidak bayaran malah nombok he..he...he..). Kalau selama ini anda belum pernah merasakan tertimpa musibah semacam ini, mungkin hanya belum saja.... (mudah-mudahan tidak…)
Coba ingat pelajaran pertama saat belajar dasar kelistrikan dahulu. Diajarkan bahwa “arus listrik adalah merupakan arus tertutup”. Artinya bahwa listrik dari kutup positip sumber-listrik selalu mengalir keluar melewati suatu beban dan pasti akan masuk kembali ke kutup negatip sumber-listrik tersebut.
Demikian pula yang terjadi pada kop-anode tegangan tinggi flybak yang dibiarkan terbuka. Akan terjadi “semprotan listrik tegangan tinggi”. Semprotan listrik tegangan tinggi ini bukannya langsung hilang keudara begitu saja, tetapi tetap akan mencari jalan untuk kembali ke grounding pesawat teve atau istilah teknisnya “HV return”. Semprotan listrik akan membentuk semacam awan elektron yang tidak nampak dan mencari jalan kembali ke ground pesawat teve. Dia akan mencari jalur kembali yang terdekat. Bisa saja kembali melalui udara, atau melalui meja kerja. Kalau kebetulan jalur yang ditempuh melalui salah satu pin sebuah ic, maka ada resiko ic tersebut menjadi rusak.
Resiko ini besar kemungkinan bisa terjadi jika kop anode menghadap kebawah. Tegangan tinggi flybak akan menyemprot kerah meja kerja dan arus listrik akan mengalir kembali menuju main pcb pesawat teve. Umumnya main-pcb saat dihidupkan dipasang dengan posisi terbalik dimana komponen ada dibagian bawah yang dekat dengan permukaan meja, sehingga kalau kebetulan ada sebuah ic yang posisinya dekat dengan permukaan meja, maka mempunyai resiko rusak yang paling besar.
Apa lagi kalau udara kondisinya agak lembab.
 
Bagaimana cara memperkecil resiko.
Mungkin anda terpaksa harus melakukan menghidupkan teve tanpa tabung gambar. Untuk memperkecil resiko maka dapat dilakukan dengan :
  • Jauhkan kop anode dari main pcb dengan posisi kop anode menghadap keatas. Biasanya kami beri pemberat tang besar.
  • Sediakan kabel engkel sepanjang kurang lebih 30cm.
  • Solder ujung kabel pada ground flyback.
  • Ujung kabel lainnya dilingkarkan disekitar kop anode dengan jarak sekitar 5cm dengan harapan “hv return” akan kembali melewati kabel ini.
  • Hidupkan sebentar saja dan jangan dilakukan berulang-ulang.
 
****************************************************

Saturday, September 18, 2010

Tips kerusakan power suply 2 (part kritis)

Saat bulan puasa ini kami ketemu eks anak buah dengan ceritanya seperti ini.

Dia mendapat tantangan sebuah teve yang mempunyai problem raster kembang-kempis (breathing) jika level britnesnya berubah-ubah. Pesawat menggunakan power-suply modifikasian yang komplit ada tranfonya itu lhooo…. Lelah tidak menemukan penyebab kerusakan, dikeluarkanlah jurus terachir GeDeeMBe (ganti dulu mikir belakangan….. pinjem istilahnya Digitalmas).  Entah dari mana datangnya ilham semua resistor katanya dia ”babat habis” (kalau istilahnya kang Aisy di reboisasi….) diganti dengan resistor baru dengan jenis yang toleransinya  kecil.  Dan hasilnya ternyata OK banget.

Dari pengalaman ini ceritanya lebih lanjut,  kemudian diterapkan pada Toshiba 29” yang katanya sudah “ngendon” (bahasa indo-nya apa ya….?) lebih dari 2 bulan dengan kasus yang sama dan belum menemukan penyebabnya.  Dibabatnya habis semua resistor bagian primer power suply. Dan hasilnya ternyata OK juga.

“Kok bisa begitu ya Pak?” tanyanya kemudian.  
Suatu pertanyaan yang tidak gampang dijawab.

Inilah inti analisa jawaban,  yang kami berikan sambil santai ngobrol sana-sini
  1. Pcb power suply modifikasian yang dijual, kalau kita tidak  keliru hampir semuanya  resistor menggunakan toleransi kecil. Ini tentu ada maksudnya !  Mungkin bagian-bagian tertentu ada yang nilainya cukup kritis, artinya harus mempunyai nilai yang tepat. Sehingga kalau part tersebut sedikit molor nilainya dapat menimbulkan problem. Cuma masalahnya kami tak tahu part mana yang kritis ?
  2. Demikian juga yang terjadi pada Toshiba 29”, atau teve-teve lainnya pasti diketemukan ada beberapa part yang nilainya kritis yang perlu menggunakan toleransi kecil.
  3. Umumnya avo-meter yang digunakan teknisi tidak pernah “ditera”. Sehingga kalau untuk mengukur mungkin “sudah tidak bener”. Sulit untuk mengetahui kalau ada nilai yang sedikit molor diluar toleransi.
  4. Salah satu contoh resistor yang nilainya cukup kritis adalah  sebuah resistor dengan nilai kecil (umumnya kurang dari 1 ohm/daya 1 watt) yang dipasang antara emitor transistor power switching (atau FET)  ke arah ground. Resistor ini merupakan “sensor arus” yang digunakan untuk  sensor OVP atau “over current protektor” . Seumpama pada bagian primer ada bagian yang short, arus yang melewati resistor ini tentu akan makin bertambah besar. Hal ini menyebabkan tegangan pada kedua ujung resistor ini makin bertambah besar juga ( sesuai rumus V = I x R). Tegangan yang naik bertambah besar inilah yang kemudian akan memicu “over current protektor” aktip bekerja, mematikan bagian osilator switching regulator. Biasanya power suply akan hidup-mati berulang sehingga tegangan keluaran B+ akan goyang-goyang naik-turun. Perubahan  0.1 ohm saja pada nilai resistor ini ada kemungkinan menyebabkan timbul masalah.
  5. Sebenarnya kalau kita tahu resistor mana yang nilainya kritis, kita tidak perlu babat habis semua resistornya. Resistor yang digunakan untuk “start-up” misalnya, nilainya tidak terlalu kritis,
  6. Untuk mengukur resistor dengan nilai kecil, sebaiknya digunakan “avo digital” karena hasilnya lebih bagus dibanding avo-analog.
        Anda memiliki pengalaman lain ?  Berikan komentar
       Matur-nuwun
    **************************************************************

Tips kerusakan power-suply 1 (bunyi ngiii…k)

Menjumpai kerusakan teve dimana terdengar suara bunyi "ngiiiik……" dari bagian power suply, maka :
  1. Umumnya bagian primer tidak ada masalah,  disebabkan karena  sirkit bagian sekunder ada yang short
  2. Ada juga tipe power suply lain yang bunyi demikian, disebabkan karena tidak ada beban pada tegangan B+ (karena bagian horisontal tidak kereja) dan kadang disertai tegangan B+ yang naik.
  3. Hati-hati saat memeriksa, kadang elko besar masih menyimpan muatan
  4. Umumnya disebabkan karena kerusakan transistor HOT atau diode peyearah B+ yang short.
  5. Pada model tertentu disebabkan karena diode “over voltage protektor” pada jalur B+ short ke ground
  6. Kemungikinan lain dapat disebabkan karena flyback rusak, kapasitor resonan short atau elko B+ short.
  7. Kami pernah menemukan kasus dimana dicek tidak ada yang short. Ternyata disebabkan ada elko filter yang terbalik polaritasnya (eks repair).

Cara memeriksa apakah bagian sekunder  ada yang short.
  • Gunakan ohm-meter posisi  (x1)
  • Probe merah tempelkan ke ground
  • Probe hitam tempelkan ke jalur B+ , dan juga pada jalur tegangan keluaran sekunder lainnya yang akan diperiksa.
  • Jika jarum meter menyimpang, berarti bagian tersebut ada yang short. Normal jarum menyimpang hanya sedikit sekali.



**********************************************************************************************

    Friday, September 17, 2010

    Kerusakan bagian Video IF

    Revisi 00 - Sept 2010


    Daftar isi :


    1. Memahami cara kerja bagian penguat Video IF




    1.01     Fungsi bagian penguat Video IF.
    1.02     Apa alasan penggunaan frekwensi IF.
    1.03     Mengapa penguat Video IF sangat penting.
    1.04     Apakah sistim penerima (receicer) Superheterodyne itu ?
    1.05     Bagian-bagian dari penguat video IF
               1.05.1   Penyesuai impedansi (Impedance Matching)
               1.05.2   IF Pre amplifier
               1.05.3   SAW filter (Surface Acoustic Wave)
               1.05.4   Penguat IF
               1.05.5   AGC (Automatic Gain Control)
               1.05.6   PLL atau VCO video detektor
               1.05.7   AFT (Automatic Fine Tuning)
               1.05.8   Noise Inverter
               1.04.9   Video indentification
    1.05    UOC (ultimate one chip) tidak menggunakn sirkit pre-amp sebelum SAW filter.


    ==================================================



    1. Memahami cara kerja bagian penguat Video IF
     
    1.01  Fungsi bagian penguat Video IF.
    Penguat Video IF merupakan sebuah Band Pass Amplifier yang berfungsi untuk mempekuat frekwensi menengah atau IF (Intermediate Frequency) sinyal pembawa gambar yang berasal dari keluaran Tuner agar levelnya mencukupi untuk dideteksi oleh bagian video detektor. Untuk sistim PAL BG seperti di Indonesia spektrum frekwensi penguat video IF menggunakan center pada frekwensi 38.9Mhz untuk IF sinyal pembawa gambar (video carrier) dan 33.4Mhz untuk sinyal IF pembawa suara (sound carrier)
     
    1.02 Apa alasan penggunaan frekwensi IF.
    Frekwensi yang digunakan oleh stasiun siaran teve sangat luas sekali , mulai dari frekwensi 30Mhz hingga 900Mhz. Sinyal yang diterima antena teve sangat lemah sekali (hanya sekian per juta volt), dimana sinyal ini harus diperkuat agar levelnya kurang lebih menjadi sekitar 2v pp (peak-to-peak). Adalah sangat sulit untuk men-desain sebuah penguat frekwensi tinggi yang stabil yang mampu bekerja pada spektrum frekwensi yang demikian luas seperti ini. Achirnya diketemukan suatu cara penerimaan yang dinamakan sistim “Superheterodyne” dimana dengan cara ini dari berbagai macam frekwensi yang diterima antena perlu dirubah menjadi “hanya satu macam frekwensi” saja, sehingga akan lebih mudah dalam men-desian dan membuat bagian penguatnya.
     
    1.03  Bagian penguat Video IF sangat penting karena menentukan kualitas-kualitas  seperti :
    • Sensitivitas penerimaan atau kemampuan menerima sinyal dari antena yang lemah tetapi tetap dapat memberikan kualitas gambar yang bersih dari noise.
    • Selektivitas penerimaan atau kemampuan untuk memisahkan gangguan dari chanel yang berdekatan
    • Kualitas gambar atau kemampuan untuk memberikan detail (resolusi) gambar yang tajam.
     
    1.04  Apakah sistim penerima (receicer) Superheterodin itu ?
    Penerima radio yang langsung memilih frekwensi yang diterima antena, memperkuat sinyal yang diterima dan kemudian langsung dideteksi dinamakan penerima “stright” atau penerima langsung. Sistim penerima seperti ini mempunyai banyak kelemahan antara lain karena kurang sensitif dan tidak selektif.
    Sistim penerimaan yang dinamakan superheterodin diperkenalkan oleh Edwin Armstrong pada tahun 1918 untuk memperbaiki cacat penerima stright, dimana sistim ini hingga sekarang terus digunakan. Pada sistim superheterodin sinyal yang diterima antena dirubah dahulu menjadi frekwensi IF (frekwensi menengah) dengan menggunakan sirkit RF osilator dan mixer.
    Besarnya frekwensi IF untuk penerima :
    • AM receicer 455/450Khz
    • FM receiver 10.7Mhz
    • TV  receiver ada beberapa sistim yaitu 38.0/38.9/45.75/Mhz. Teve sistim PAL BG/DK menggunakan center frekwensi IF 38.9Mhz.
    • TV satelit receicer 70Mhz
    • Radar receiver 30Mhz
    • Komunikasi receiver dengan gelombang mikro 70/250Mhz
     
    1.05 Bagian-bagian dari penguat video IF
    • Sirkit penyesuai impedansi input
    • Penguat pre-amp transistor
    • SAW filter
    • Penguat IF
    • AGC (Autimatic Gain Control)
    • AFT (Automatic Fine Tuning)
    • PLL atau VCO video detektor
    • Noise inverter
    • Video Indentification
     
    1.05.1  Penyesuai impedansi input (Impedance Matching)
    Sirkit yang tersiri dari resistor dan kapasitor atau induktor (coil) untuk menyesuaiakan dengan impedansi output Tuner.
     
    1.05.2   IF Pre amplifier
    Pemakaian SAW filter menyebabkan terjadi kerugian level sinyal video IF atau istilah teknisnya “insertion loss”.  Sebuah penguat Pre-amp  yang menggunakan sebuah transistor digunakan untuk meg-“kompensasi” akibat  kerugian ini.
     
    1.05.3   SAW filter (Surface Acoustic Wave)
    Merupakan “filter band pass” yang hanya akan melewatkan frekwensi pembawa gambar dengan center frekwensi 38.9Mhz dan sinyal pembawa suara dengan center frekwensi 33.4Mhz. Atau secara keseluruhan SAW fiter mempunyai “frekwensi respons” (melewatkan hanya frekwensi) mulai dari 33.15 hingga 40.15Mhz. Kita patut sangat berterima kasih dengan penemuan alat semacam ini, sebab sebelum diketemukan SAW filter pada teve model sebelum tahun 80’an, untuk membuat filter band pass semacam ini dibutuhkan sirkit yang terdiri 3 hingga 5 buah macam coil yang perlu diajust pada berbagai macam frewkwnsi yang berbeda. Dan ajustmen hanya dapat dilakukan dengan peralatan yang khusus.
    Kelebihan penggunaan SAW filter :
    • Dengan SAW filter kita tidak perlu lagi melakukan adjustmen.
    • Bentuknya kompak, kecil dan kuat tidak gampang rusak.
    • Kerjanya stabil pada jangka yang lama.
    • dapat memberikan kualitas gambar yang bagus
     
    Kelemahan SAW filter
    SAW filter bekerja dengan cara merubah getaran listrik frekwensi tinggi menjadi getaran mekanik akustik pada bagian input, dan kemudian merubah kembali menjadi getaran listrik pada bagian output. Hal ini menyebabkan terjadi kerugian level sinyal atau disebut “insertion loos”. Oleh karena itu maka dibutuhkan satu tingkat penguat transistor untuk mengkompensasi kerugian semacam ini.
     
    Kenapa dinamakan SAW filter.
    Getaran mekanik menjalar lewat benda padat melalui 2 macam cara :
    • Bulk wave – gelombang menjalar melalui bagian dalam benda padat.
    • Surface wave - gelombang menjalar melalui bagian permukaan benda padat.
    Pada SAW filer sinyal input menjalar ke bagian output melalui bagian permukaan sejenis kristal yang digunakan sebagai bahan pembuatannya.
     
    Pin-out SAW filter yang berbentuk in-line (sisir)
    • 1. Input
    • 2. Input Gnd
    • 3. Chip Gnd
    • 4. Output (IF in)
    • 5. Output (IF in)
     
    1.05.4  Penguat IF
    Umumnya sirkit penguat IF menggunakan tiga tingkat penguat kaskade untuk memperkuat sinyal video IF. Sirkit menggunakan “balance input” dari SAW filter.
     
    1.05.5  AGC (Automatic Gain Control)
    Sinyal gambar dimodulasikan menggunakan sistim AM (amplitudo modulasi). Oleh karena itu cacat amplitudo akan dapat menyebabkan gambar rusak. Penguat video IF dirancang agar keluaran dari sirkit video detektor adalah konstant sebesar 2v pp. Padahal kekuatan sinyal RF input yang diterima oleh antena berbeda-beda pada setiap stasiun pemancar.  Jika sinyal RF yang diterima antena terlalu kuat, maka dapat mnyebabkan sinyal keluaran melebihi 2v pp, dan hal ini dapat menyebabkan sinkronisasi sinyal gambar cacat atau hilang sama sekali karena terpotong (clipped). Untuk mencegah hal ini terjadi maka digunakan sirkit AGC, yang fungsinya adalah  untuk “mengurangi faktor penguatan” bagian penguat video IF jika sinyal RF yang diterima terlalu kuat, dengan tujuan untuk menjaga agar level keluaran sinyal video tetap terjaga konstan pada level 2v pp. AGC bekerja dengan sistim loop umpan balik tertutup, kuat lemahnya sinyal keluaran dari sirkit video detektor digunakan sebagai umpan balik untuk pengendalian faktor penguatan pada bagian IF amplifier dan Tuner.
     
    Ada 2 macam sirkit AGC yang bekerja pada bgaian video IF :
    • IF AGC – Merupakan sirkit internal didalam ic video IF yang berfungsi untuk mengurangi faktor penguatan bagian sirkit penguat video IF.
    • RF AGC – Merupakan sirkit yang bekerja eksternal.  Jika penguatan bagian penguat video IF sudah minimal tetapi sinyal yang diterima masih terlalu kuat, maka akan bekerja eksternal AGC yang akan mengurangi faktor penguatan bagian penerima Tuner
     
    Ada beberapa tipe sirkit AGC
    • Average AGC (AGC rata-rata) - AGC diatur oleh level tegangan rata-rata sinyal video. Hasilnya kurang bagus, sebab dipengaruhi oleh besar kecilnya level sinyal video, padahal kuatnya sinyal RF antena tetap.
    • Peak level AGC - AGC diatur oleh besarnya level puncak sinyal sinkronisasi. Hasilnya lebih baik dari average AGC.
    • Delayed AGC – atau AGC yang ditunda. Artinya jika sinyal yang diterima masih lemah tidak terlalu kuat maka AGC belum akan aktip bekerja. AGC baru akan mulai bekerja jika sinyal yang diterima antena sudah melebihi level yang ditentukan.
     
    1.05.6   PLL atau VCO video detektor
    Istilah lainnya yang kadang digunakan untuk sirkit  ini adalah Video demodulator, Low level detector.  Teve jaman kuno detektor menggunakan diode germanium yang bekerja seperti prinsip diode penyearah. detektor semacam ini mempunyai kelemahan dimana informasi gambar akan kehilngan deteil pada sinyal gambar yang levelnya kecil. Sehingga saat ini video detektor menggunakan sirkit low level detektor. Sistim kerjanya secara detail bermacam-macam tergantung dari desain pabrikan ic tersebut.


    Salah satunya adalah seperi contoh dibawah ini.
    Adalah VCO (voltage control osilator) merupakan pembangkit frekwensi tinggi dimana frekwensinya dapat dikendalikan secara otomatis dengan sirkit PLL (Phase Lock Loop) agar  frekwensi dan phasanya selalu tepat  dengan frekwensi sinyal pembawa IF 38.9Mhz. Sinyal ini digunakan untuk mendeteksi atau “menyaring”  sinyal gambar dari sinyal pembawanya (atau memisahkan sinyal video dari sinyal pembawa gambar 38.9Mhz).
    Pada sirkit video IF model lama masih membutuhkan eksternal coil yang perlu diajust tepat pada frekwensi 38.9Mhz. Tetapi perkembangan selanjutnya pada model-model baru tidak lagi digunakan eksternal coil ini, dan adjustmen dapat dilakukan oleh mikroprosesor melalui komunikasi data IC2CBus (SDA/SDL).
     
    Ada 2 macam sinyal keluaran dari sirkit video detektor, yaitu
    • Sinyal gambar atau CVBS yang akan diproses oleh bagian video prosesor untuk mendapatkan kembali sinyal RGB setelah melalui sirkit “sound trap 5.5Mhz” untuk mencegah agar sinyal suara FM 5.5 tidak ikut masuk.
    • Sinyal pembawa suara FM 5.5 Mhz yang akan diproses oleh bagian FM audio prosesor untuk mendapakan sinyal suara (audio) setelah melalui BPF (band pass filter) 5.5Mhz
     
    1.05.7  AFT (Automatic Fine Tuning)
    Karena faktor kelembaban, faktor panas, faktor waktu pemakaian teve maka frekwensi tuning pada Tuner dapat bergeser karena karakteristik komponen-komponennya yang berubah.  Dimana hal ini dapat menyebabkan warna hilang atau suara ngeses/kemresek. Untuk menjaga problem seperti ini terjadi maka digunakan sirkit AFT.
    Jika tegangan tuning bergeser maka akan mengakibatkan frekwensi keluaran dari tuner tidak lagi tepat pada 38.9Mhz, misalnya keluaran menjadi 38 Mhz.  Sirkit AFT akan membandingkan frekwensi keluaran ini dengan frekwensi referensi coil AFT yang diadjust tepat pada 38.9. Kalau ada perbedaan frekwenis sirkit AFT akan meng-output-kan “tegangan koreksi dc” lewat pin AFT-out ke bagian mikrokontrol, dan mikrokontrol akan mengkoreksi tegangan tuning yang bergeser ini sehingga frekwensi keluaran dari tuner kembali tepat pada 38.9Mhz. Jadi tepatnya sirkit AFT berfungsi untuk menjaga keluaran dari tuner agar selalu tepat pada frekwensi 38.9Mhz.
    Pada sirkit model lama AFT masih membutuhkan eksternal coil yang harus diadjust tepat pada frekweni 38.9Mhz, tetapi pada model-model baru eksternal coil  sudah tidak diperlukan lagi.
     
    Switch AFT on-off
    • Pada teve model lama terdapat manual switch “AFT on-off” pada bagian front panel. Pada saat melakukan pemrograman chanel posisi harus “off”. Setelah selesai melakukan pemrograman semua chanel, maka harus kembalikan lagi pada posisi “on”
    • Pada teve model baru switch semacam ini sudah tidak diketemukan lagi, tetapi secara otomatis akan dilakukan oleh mikrokontrol. Pada saat dilakukan manual/auto search otomatis AFT pada kondisi “off”.
    • Nomor Chanel yang telah dirubah dengan “Fine tuning” maka AFT otomatis akan menjadi “off” tidak bekerja dan biasanya ditandai dengan warna nomor chanel yang berubah menjadi kuning.
     
    Tegangan AFT mempunyai fungsi ganda, yaitu
    • Menjaga secara otomatis agar tegangan tuning selalu tepat.
    • Sebagai sinyal kontrol saat manual/auto search agar dapat stop secara otomatis atau dimemori secara otomatis bersama dengan sinyal “video indentifikasi”.
     
    1.05.8  Noise Inverter
    Sirkit noise inverter dipasang sesudah sirkit video detektor.  Digunakan untuk menghilangkan gangguan noise frewkwnsi tinggi. yang ada pada sinyal gambar (video).
    Ada 2 macam gangguan frekwensi tinggi, yaitu
    • Black noise – yaitu gangguan noise yang berupa garis-garis pendek berwarna hitam.
    • White noise – yaitu gangguan noise yang berupa garis-garis pendek berwarna putih.
    Dinamakan noise inverter, karena pada sirkit ini untuk menghilangkan noise digunakan sebuah sirkit inverter. Suatu sirkit filter frekwensi tinggi digunakan untuk menyaring agar hanya frekwensi tinggi yang berisi noise saja yang dapat lewat. Kemudian frekwensi tinggi ini phasanya dibalik 180 derajad. Sinyal frekwensi tinggi yang phasanya dibalik ini kemudian dicampur (mixing) dengan sinyal video yang masih mengandung noise. Hasilnya sinyal frekwensi tinggi yang phasenya dibalik akan saling menghilangkan dengan noise frekwensi tinggi yang dibawa sinyal video, karena phasenya berlawanan.  Maka keluaran dari noise inverter akan merupakan sinyal video yang bebas dari noise.
     
    1.04.9  Video Indentifikasi (ID)
    Istilah lainnya adalah SD (Sync Detect) atau HS (Hor Sync). Merupakan sirkit yang akan meng-output-kan tegangan pulsa dc jika bagian penguat video IF menerima siaran teve. Sinyal ini sebenarnya merupakan sinyal “sinkronisasi horisontal”. 
    Sinyal ini digunakan untuk membedakan antara sinyal teve dari gangguan sinyal lainnya yang mungkin diterima antena,  misalnya harmonic dari siaran amatir dan berfungsi untuk :
    • Sebagai refernsi sinyal stop pada saat manual/auto search dengan sinyal tegangan AFT. Pada saat manual/auto search pin-video indentifikasi akan berubah sesaat dari nol menjadi “high” ketika pas terima siaran.
    • Sebagi kontrol sinyal video-mute (blue back). Jika tidak terima siaran maka pin-video indentifikasi tegangannya nol. Tegangan ini diiputlan ke mikrokontrol dan selanjutnya mikrokontrol akan melakukan audio/video muting.
    Sirkit video IF model lama belum menggunakan sirkit semacam ini, karena model lama belum mempunyai fasilitas manual/auto search.


    Contoh pin-keluar sinyal video indentifiction
    • TA8690   -  pin-21
    • LA76810A – pin-22
    • TDA8361/62 -  pin-14
    • TB1238  - pin-31
    • Pada ic model baru video indentifikasi menggunakan komunikasi lewat IC2Bus (SDA/SCL)
     
    1.05  Mengapa pada sirkit yang menggunakan ic UOC (ultimate one chip) tidak menggunakn sirkit pre-amp sebelum SAW filter.
    Dengan ic UOC memungkinkan untuk dibuat suatu penguat video IF yang sangat tinggi. Oleh karena itu kompensasi “insertion loss” dilakukan didalam ic UOC atau istilahnya teknisnya “post pre-amp”.
     

    Uji kompetensi dan Sertifikasi

    Mungin suatu saat nanti para teknisi elekronika di Indonesia harus menjalani Uji kompetensi dan memiliki Sertifikat keahlian.
    Rencana tersebut selama ini masih "digodok" di Jakarta untuk menetapkan Lembaga yang berhak melakukan Uji kompetensi dan Mengeluarkan Sertifikat

    Kira-kira seperti apakah hal itu ?
    Baca dibawah ini.

    STANDAR INTERNASIONAL dan SISTEM MUTU ISO/IEC 17024 (BNSP/201)

    Lembaga Sertifikasi Profesi Elektroteknika menetapkan bentuk/susunan organisasi serta cara kerjanya dengan mengacu pada Pedoman ISO/IEC 17024 (BNSP 210). Dengan acuan ini, maka organisi LSP-Elektroteknika disusun berdasarkan fungsi-fungsi yang jelas dan setiap komponen organisasi berfungsi secara spesifik yang tidak tumpang-tindih. Dewan Pengarah merupakan pembuat kebijakan umum dan bertindak berfungsi sebagai pelaksana. Dewan Pengurus merupakan pelaksana organisasi yang mengatur dan memastikan bahwa komponen-komponen pelaksana berjalan dengan benar.Komite Sertifikasi adalah komponen organisasi yang menetapkan skema sertifikasi dan membuat keputusan mengenai hasil sertifikasi yang direkomendasikan oleh Tim Asesor/Penguji. Sedangkan Tim Asesor terdiri dari personil-personil independen dan kompeten bertugas melakukan pengujian kompetensi dengan berpegang pada standar yang telah ditetapkan. ATE mempunyai missi untuk menguasai teknologi layanan purna jual di dalam negeri, dan dengan demikian mempergunakan standar kompetensi internasional (ANTA Australia) sebagai acuan.
    Dengan acuan organisasi dan standar yang dikenal di seluruh dunia dan diaudit secara berkala, LSP Elektroteknika memastikan bahwa cara kerjanya senantiasa dapat dipertanggung-jawabkan dan memenuhi kebutuhan penguatan teknologi elektroteknika.


    PERSIAPAN DAN PERMOHONAN SERTIFIKASI:
    Untuk dapat mengkuti sertifikasi profesi elektroteknika, Anda harus melakukan persiapan secukupnya. Pertama, pelajarilah materi standar kompetensi untuk klasifikasi keahlian dan kualifikasi/level yang dimaksud. Dari setiap unit kompetensi dalam standar kompetensi, akan ada uraian mengenai persyaratan pengetahuan yang dituntut. Carilah dokumen tentang pengetahuan-pengetahuan tersebut, dan lakukan pemahaman ulang dalam penerapannya dalam praktek kerja. Kemudian, dari uraian mengenai aplikasi pekerjaan yang dimaksud dalam unit kompetensi, akan ada gambaran tentang jenis pekerjaan yang harus dilakukan. Untuk mematangkan ketrampilan ini, usahakanlah untuk memperoleh dokumen tentang standar kerja yang berupa pedoman teknis (technical manuals), atau standar-standar lainnya. Cocokkanlah pengalaman kerja Anda dengan standar-standar kerja ini agar Anda mempunyai kebulatan antara pengetahuan dan praktek kerja yang benar. Anda dapat berkonsultasi dengan pihak-pihak yang relevan - khususnya dari ATE tentang hal ini. Sebagai catatan, aplikasi sertifikasi hanya dapat dilakukan setelah anda mempunyai pengalaman praktek kerja. Sesudah persiapan dianggap cukup, Anda dapat memproses permohonan sertifikasi, dengan terlebih dahulu menyusun dokumen Laporan Pengalaman Kerja yang dipersyaratkan. Perlu dicatat pula, bahwa keahlian di bidang elektroteknik menuntut persyaratan pengetahuan yang memadai - hal ini mungkin berbeda dengan keahlian lain.
    Persiapan yang baik akan merupakan kunci sukses dalam mengikuti proses sertifikasi kompetensi.


    UJI KOMPETENSI dan PENGEMBANGAN PROFESI BERKELANJUTAN
    Sebelum mengikuti proses uji kompetensi yang dilakukan di hadapan asesor/penguji kompentensi, Anda diarahkan untuk terlebih dahulu melakukan penilaian kompetensi sendiri (self-assesment). Untuk ini, dalam dokumen permohonan, juga disertakan formulir Laporan Pencapaian Kompetensi dan formulir Rekapitulasi Pencapaian Kompetensi. Formulir-formulir ini merupakan alat untuk menuliskan pencapaian kompetensi yang telah ada. Jika Anda menyerahkan dokumen-dokumen ini, maka akan memudahkan asesor untuk melakukan pengujian kepada Anda dan juga Anda akan memperoleh umpan-balik yang lebih jelas atas hasil uji kompetensi yang dilakukan asesor. Untuk mengisi formulir-formulir ini, disarankan Anda berkonsultasi pada pihak lain, antara lain dengan ATE atau senior lainnya (sepanjang pihak yang dimaksud tidak menjadi asesor Anda nantinya). Setelah asesor melakukan uji kompetensi, maka akan menerbitkan rekomendasi mengenai hasil uji kompetensi dan selanjutnya Komite Sertifikasi akan menerima laporan dan meninjau apakah proses uji kompetensi yang dilakukan, telah memenuhi persyaratan-persyaratan yang telah ditentukan. Komite Sertifikasi adalah pihak yang memberi keputusan bahwa Anda telah lulus Uji Kompetensi dan berhak menerima Sertifikat Kompetensi untuk suatu kualifikasi atau Statement of Attainment untuk pencapaian suatu unit kompetensi tertentu. Ketua Dewan Pengarah LSP-Elektroteknika akan menerbitkan dan menanda-tangani Sertifikat Kompetensi atau Statement tersebut. Dalam menerima sertifikat, Anda diikat oleh LSP Elektroteknika untuk taat pada Kode Etik Profesi dan menerima kewajiban-kewajiban untuk melaksanakan pengembangan profesi berkelanjutan.
    Kewajiban pemegang sertifikat adalah mematuhi Kode Etik Profesi dan menerima kewajiban-kewajiban untuk melaksanakan pengembangan profesi berkelanjutan.


    PELATIHAN-PELATIHAN
    LSP-ELEKTROTEKNIKA tidak melaksanakan kegiatan-kegiatan pelatihan maupun pembimbingan yang terkait dengan sertifikasi. Kegiatan ini, dilaksanakan oleh Asosiasi Teknisi Elektroteknika (atau bekerja-sama dengan lembaga lain) yang tidak terlibat dalam proses pengujian kompetensi (asesor). Hal ini merupakan norma independensi dalam pengujian kompetensi dalam organisasi LSP-ELEKTROTEKNIKA.


    Sumber : http://lsp.elektroteknika.org/#

    KOMENTAR ANDA KAMI TUNGGU !!!



    Thursday, September 16, 2010

    Troubleshooting Horizontal Deflection Circuit (part 1)

    Table Of Contence
    1. Understanding the Horizontal deflection circuit.
       1.01   The primary function
       1.02    VCO (Voltage Controlled Oscillator)
       1.03    Horizontal Count down
       1.04    PH1 or AFC1
       1.05    PH2 or AFC2 f
       1.06   Horizontal driver
       1.07   Horizontal-output
       1.07.1  HOT (Horizontal Output Transistor)
       1.07.2  Capacitor ressonat
       1.07.3  Damper Diode
       1.07.4  Horizontal linear coil
       1.07.5  Capacitor “S”
       1.07.6  Kink correction
       1.07.7  Horizontal def yoke
     
    2. Generating anode flyback high voltage
        2.01 Horizontal retrace.
        2.02 High Voltage diode rectified
       2.03 The advantage with the use of high frequency to generate high voltages
       2.04 Another functions of flyback pulses
     
    3. Understanding the EW correction circuit (Pin Cushion)
    =============================     ====================

    1. Understanding the Horizontal deflection circuit.

    1.01   The primary function of the horizontal deflection circuit is to generate the horizontal deflection pulses fed to the horizontal deflection coils. By this pulses sawtooth-shaped current flaws through the horizontal deflection coil and used to control the picture tube electron beam to make horizontal sweeping (scanning) from the left towards the right side of the screen. Voltage pulses of horizontal is fed directly from HOT (Horizontal Output Transistor) to the deflection yoke.
    The second function is to generate high voltage for the picture tube anode. When current finish sweeping picture of a horizontal lines from left to the right of the screen then the electron beam rapidly returned again to the left of the screen to start again sweeping the next horizontal line. Pulses that control the electron beam to return quickly to the left of the screen is called "horizontal retrace pulses" and are used to generate high voltage by installing tranfo on the horizontal output. Therefore tranfo called flyback (another term is FBT flyback transformer or HVT high voltage transformer). In other words as a flyback high voltage generators are only ride along with the horizontal deflection circuit.
    Modern TV horizontal deflection circuit consists of :

    • VCO (Voltage Controlled Oscillator)
    • Horizontal Count-down (horizontal frequency dividers)
    • PH1 or AFC1
    • PH2 or AFC2
    • Horizontal Driver
    • Horizontal Output
    • Horizontal deflection coils ( Def Yoke)
    VCO, Horizontal Count-down, PH1 and PH2 circuit in modern TVs are in one packed intregrated circuit called IC Jungle.

     1.02   VCO (Voltage Controlled Oscillator) is a high frequency oscillator generator in which the frequency can be controlled by a voltage.  Various kinds of IC Junge has a slightly different working systems on the VCO. On TV old model oscillator frequency is obtained by using external ceramic resonator which has a frequency of 500Khz or RC circuits (Resistor-Capacitor). On newer models the external resonator of this kind have not been used again and use the reference oscillator frequency of the oscillator that is also used for the processing of color signal.

    1.03   Generated VCO frequency is still very high and by the Horizontal Count down will be lowered with divided manner in order to obtain horizontal line frequency. The amount of horizontal frequency output will automatically synchronise to  the video signal received by the system. If you receive PAL system is 15.625 Hz and if the received NTSC system is 15.750 Hz.
    1.06  Horizontal driver circuit serves to reinforce the horizontal frequency signal from the IC Jungle before fed into the HOT. As the coupling an tranfo generally used as a matching impedance of horizontal driver with horisontal output, in order to obtain maximum coupling efficiency.

    1.04   Europe generally use the term PH1 (Phase Horizontal ) and the Japanese use the term AFC1 (Automatic Frekwency Control). This makes circuit adjusts the frequency horizontal automatically follow the received video signal  and to stabilize the "frequency". IF the horizontal frequency is not stable or changing frequency will cause the image appears torn apart or collapse.
    This circuit work by comparing the VCO horizontal frequency signal with the horizontal synchronization frequency signals. If the two are not equal, then the VCO frequency will be corrected by PH1 (AFC1) thus the output frequency becomes equal to frequency of horizontal synchronization signal.

    1.05   PH2 (AFC2) functioned is to stabilize "phase" of the horizontal frequency. Horizontal phase shifting will lead to unstable images that appear "shifted toward to the left or right" of the screen.
    This circuit work by comparing the output frequency of the horizontal phase with the phase of flyback pulse (FBP), which comes from pin-AFC tranfo flyback. If both pulses are not the same, it will be corrected by the PH2 (AFC2) to become stable. Horizontal-Shift ajusment circuits associated with this section

    The role of horizontal driver quite critical, because
    • Ideally, when the HOT become “on” state the resistance between the collector with the emitter is zero. If you drive less will cause the HOT is not fully "on", but still has a resistance that can cause HOT hot.
    • Conversely if the drive is over will cause the "storage time" or time needed to return from the “on” state condition to “off” state of the HOT becomes longer. As a result the period of "on time" HOT become longer, so the transistor can also produce more heat.

    1.07  Horizontal-output section is the most difficult to understand. Form of voltage and current through each component differ from each other. But in broad outline can be explained the function of each part are as follows :


    1.07.1   HOT (Horizontal Output Transistor) serves to provide sufficient power to be able to generate voltage pulses to horizontal deflection. HOT transistor generally get suply voltage B+ of about 100 to 150v dc.
    HOT transistor is not valid as an amplifier, but accepted as a "on-off switch" pulses driven. At the period "on" state the collector-emitter will be connected entirely where ideally the resistance is "zero". But because the resistance of this ideal is not possible, then the collector-emitter still has a small resistance which causes the transistor to heat, so the HOT transistor needs to be installed on the cooler.
    Pulse current flows through the flyback transformer, resulting in a high induction voltage approximately 1200v. This voltage stress will be received by the collector-emitter HOT, therefore HOT must have a minimum of working voltage 1500v.
    1.07.2  Capacitor resonat. Named because this capacitor form a parallel resonance circuit together with the coil of flyback and def yoke. Other name is retrace timing capacitors, safety capacitors, snubber capacitors generally have a working voltage of 1600v and mounted on the HOT collector to the ground.
    Capacitor value is quite critical because they have the influence to the duration period of "on" transistor HOT, raster width geometric and the resulting of high voltage from flyback
    • If the value of this capacitor decreases, change will cause narrower left-right raster and all the flyback output voltage rise. It will cause the induced voltage on the collector up for a few times so it can damage the transistor HOT. In certain cases, this increased stress which may damage the picture tube. TV has the X-ray protector circuit will switch off automatically if the high voltage flyback rose abnormally, thus preventing the occurrence of damage to the transistor or the picture tube.
    • If the value of resonant capacitor is replaced with a larger value, consequences of high voltage will drop and the raster will be widened horizontally.
    1.07.3  Internally there is a diode in the HOT, so called “Damper Diode” mounted between the collector-emitter. Without damper diode due to the circuit of flyback tranfo there will be oscillation that produces the voltage back and forth where the voltage will be received by the collector-emitter HOT. If no damper diode HOT sometimes will get the voltage with reverse polarity. Of course this will cause the transistor is damaged.
    Damper diode serves to dampen the oscillation. At emitter get the voltage (+) and the collector (-), the current will flow throuh diode damper. On TV old model using the HOT without internal damper diode and an additional damper is installed outside of the transistor.
    1.07.4  Because of the characteristics def yoke coils that are not purely inductive, but also has a resistive characteristic, then this caused the so-called " horizontal linear flaw." Flaw cause the image on the right side of the screen is compressed, so if screen display the image of an announcer their right and left shoulder will be appeard to be asymmetrical. These flaw will appear more clearly if the image display pictures of “cross hatch” patern generator. A coil is called Horizontal Linear (H Lin) is installed in series with the def yoke serves to fix this flaw. Installation of coil polarity must not be reversed, and to avoid errors in installation, the body coil and the circuit board are generally given a certain mark.
    1.07.5  Due to the dimensions of the picture tube screen, the distance  from the electron gun towards the screen is uneven. This causes the defect called "S flaw". This is because the horizontal sweeping velocity of electrons on the left and the right of the screen is relatively faster than that during the middle of the screen. This causes the image to the left and the right of the screen a little wider than the middle. In contrast to the  horizontal linear flaw that affect only one side, then the "S flaw" influence on both the left and right side of the screen. These defects appear to be more clear if the display pictures of “cross hatch” patern generator.
    A capacitor called "S" is used to correct these flaws and generally have a working voltage of 200v. This capacitor value is fairly critical, therefore if replaced should be used with the same value.
    • If the capacitor value is changed smaller it will lead image of the of the left and right of the screen will be like being compressed.
    • Meanwhile, if the capacitor value larger then will cause the image of the left and right of the screen will be like being stretched.

    1.07.6  A called “cross-hatch flaw” only apparent if the image displays images of cross-hatch patern, will be visible lines twisted like a worm on each vertical-horizontal crossing. In horizontal out circuit mounted a circuit called "kink correction" to eliminate this flaw. Circuit consists of a diode, a small high voltage electrolytic capsitor 160v and a resistor that is placed in parallel with the capacitor "S". Damage to one part of this circuit will not appear show or interfere image if a TV receives regular image.

    1.07.7  Horizontal def yoke coil mounted on the neck of the picture tube is used to control the electron beam to make sweeping horizontally from the left to the right of the screen. Horizontal deflection coil has a pair of coils mounted on top and bottom of the picture tube neck which is generally connected in parallel.

     
    2. Generating anode flyback high voltage
     
    2.01  Current used to control the horizontal sweeping so that the electron beam sweeps a horizontal line image from the left of the screen to the right. Then, with a high speed current will return the electron beam goto the left of the screen to start repeating again next. This generates pulse sweep so called "horizontal retrace pulse." These pulses are used to generate a anode high voltage by placing a tannfo. Therefore this tranfo  called flyback.
    Retrace horizontal currents that change very quickly in the primary will induce a secondary high voltage  at about 20 to 30Kv and rectified using a high voltage diode rectifier.
    VR or potensio as high voltage divider is installed inside the body in order to obtain high-voltage for focus voltage around 6Kv and for screen voltage around 500V.
    Except that the flyback is also used to generate low voltages such as for the vertical-out, heater and video drives.
    Sony TVs that use Trinitron tubes require a screen voltage of about 400 ~ 800v. Screen voltage is not obtained from tranfo flyback, but obtained by rectify horizontal pulses by placing a diode in the collector of HOT.

    In a simple TV to correct the defect breathing normally mounted a power resistor on the B+ supply line . If contrast or image britnes rise consequently increases the flow of B+ current and lead to voltage drops across the resistor getting bigger (voltage drops V = I x R). As a result, the output voltage suply to the horizontal drops and the horizontal deflection also drops so that the raster is not so swell. Big screen TV is usually wearing breathing circuit using an EHT input pin found on the IC Jungle. Flyback pulse from pin-connected to the EHT and connected with the correction that will automatic control EW Horizontal and Vertical-size.

    2.02  High Voltage diode rectified using a serial row of diodes, thus resulting in having a relatively high internal resistance. Small current changes can cause high voltage drops. If high voltage drops will cause the electron beam velocity is decreased and more easily bent by def yoke, so that the result would expand raster horizontal and vertical (blooming).
    The contrast or changing image britnes changes high voltage current, so can makes raster pulsate (breathing).
    2.03  The horizontal pulse frequency is about 15 Khz. The advantage with the use of high frequency to generate high voltages is that the number of windings of tranfo to raise the required voltage is relatively not much if compared to using conventional tranfo used in ac mains frequency 50Hz. If to generate high voltage using a transformer as used on power supply, will certainly require more rolls, more space, and more weight. Because working at high frequencies, the core of the flyback tranfo use of ferrite materials
    2.04 Pulses from the flyback circuit is given to the other circuit with functions for :
    • Pulse given to the microcontroller as Hor Sync pulse, which together Vert Sync pulse of the vertical pulses used for the purposes of generating OSD character (On Screen Display). If the pulse is interrupted, it will cause the OSD is not displayed.
    • Pulses applied to the ic Jungell / Video Chroma serves to blangking pulse, sand-castle signal generator, color processor and a pulse  for PH2 (AFC2). If the pulse is interrupted can cause dark raster, the image is slightly shifted  so that there appears a black block on the right side of the screen.
    • On some TV models from the flyback pulse is used for synchronization to the SMPS (Switch Mode Power Supply). Serves to eliminate interference to the image frequency SMPS. If this pulse disconnected can cause problems such as, whittling power supply, power supply does not work, flaw of a back ground image disorders such like as wood fiber.

    3. Understanding how the EW correction circuit (Pin Cushion)
    In the big-screen TV  or flat screen, the problem is that line curved flaws on either side of the screen so that the raster image is shaped like a pillow. Other terms are "pin-cushion" or "EW". This is due to geometry differences are not uniform distance between the electron gun element to the whole surface of the screen. Corners of the screen have the most far distance compared with the middle of the screen. As a result, the horizontal deflection at the corners of the screen is wider than in the middle of the screen. Pin-Cushion flaws were corrected using correction circuit called EW or Pin Cushion.
    EW correction circuit comprises :
    • Circuit-forming "vertical-parabola pulses ", ie circuits that generate parabolic shape pulses with a vertical frequency. It gets the signal from the vertical output circuit.
    • Pin Amplifier, is a power transistor which serves to strengthen the vertical parabolic signals, used to driving "Split Diode Modulator."
    • Split Diode Modulator consists of two pieces diode mounted on HOT collector. Vertical parabola voltage pulse is injected into this section that will affect the suply voltage to the HOT collector that will control the horizontal size of horizontal deflection.
      On TV old model has two kinds of adjustments that are still using the VR geometry, namely
    Old fashion model a Pin or EW VR to regulate the size of the parabolic curve that will affect the shape of curvature of the left-right in order to become straight (EW). And an other VR to set the dc voltage of base of the transistor pin-amplifier which will affect the width of the left-right side of the screen (H size).
    In the new TV models ajustment geometry is done through Service Mode using the remote control.
    Here are some kind of geomatry adjustment. Ajustment should be conducted using cross-hatch patern generator.

    • Pin amplifier - to adjust the curvature of the line on the left and right edges to be straight lines
    • Size Hor - to set raster width of the left-right of thescreen
    • Upper pins - to set the crooked line defects in the left-right upper corner of the screen
    • Lower pin - to set the crooked line defect on the left-tight bottom corner of the screen
    • Hor Shift - to set the center the image horizontally
    • Trapezoid or Tilt or - adjust the trapezoid-shaped defects raster in order to become a square.
    • Hor Bow - to set the defect line in the middle of the screen is curved so that a straight line
    • Hor Angel - to set straight-line defects are askew in the middle of the screen to be perpendicular.



    *************************************

    Friday, September 10, 2010

    DATA TRANSISTOR DEFLEKSI HORISONTAL

    Revisi 00  - Sept 2010


    TOSHIBA dan PERSAMAAN
    2SD868      2SD2599     1500V    2.5A      50W
    2SD869      2SD2599     1400V    3.5A      50W
    2SD870      2SD2499     1500V    5A         50W
    2SD871      2SD2459     1500V    6A         50W
    2SD1425    2SD2599     1500V    2.5A      80W
    2SD1426    2SD2599     1500V    3.5A      80W
    2SD1427    2SD2499     1500V    5A         80W
    2SD1428    2SD2539     1500V    6A         80W
    2SD1553    2SD2599     1500V    2.5A      40W
    2SD1554    2SD2599     1500V    3.5A      40W
    2SD1555    2SD2499     1500V    5A         50W
    2SD1556    2SD2539     1500V    6A         50W
    2SD2089    2SD2599     1500V    3.5A      40W
    2SD2095    2SD2586     1500V    5A         50W
    2SD2125    2SD2539     1500V    6A         50W
    2SD2253    2SD2638     1700V    6A         50W
    2SD2348    2SC5280     1500V    8A         50W
    2SD2349    2SC5280     1500V    10A       50W
    2SD2428    2SD2553     1700V    8A         200W
    2SD2454    2SD2638     1700V    7A         50W


    SANYO
    2SD2578       1500V     8A       60W      25 inch
    2SD2580       1500V     10A     70W      34 inch
    2SD1876       1500V     3A       50W      21 inch
    2SD1877       1500V     4A       50W      21 inch
    2SD1878       1500V     5A       60W      21 inch
    2SD1879       1500V     6A       60W      25 inch
    2SD1880       1500V     8A       70W      29 inch
    2SD1881       1500V     10A     70W      34 inch


    PHILIPS
    Bu 2506D    1500V    3A        14/21 inch
    Bu 2508D    1500V    4.5A     25 inch
    Bu 2520D    1500V    6A        29 inch


















    DATA PIN-OUT MODUL SONY 2

    Revisi 00  - Sept 2010



















    Thursday, September 9, 2010

    Tips kerusakan Panasonic AN5192K, MN152811TZX, B+90v

    Revisi 01 - Sept 2010




    001  Kerja bagian power suply (SMPS)
    Tegangan keluaran B+ power suply hanya 90v dan menggunakan sistim Buck SMPS, dimana pada transistor power tegangan masuk ke kolektor adalah 300v dan tegangan keluaran dari emitor adalah 90v.
    Saat stand-by :
    • Tegangan keluaran sekunder 35 v masih rendah untuk mensuply mikrokontrol. 
    • Tegangan keluaran 90v masih rendah. Tegangan ini dikontrol on-off oleh mikrokontrol pin-24 melalui Relay yang didrive oleh transistor Q803. Pada saat st-by jika pesawat dihidupkan maka relay akan hidup sebentar kemudian mati lagi, ini adalah hal yang normal, jadi jangan diterjemahkan sebagai problem protek. Tekan saja tombol chanel, maka relay akan on terus.



    002   Problem SMPS tidak kerja
    Jika SMPS tidak kerja, dan diperiksa tegangan 300v maupun semua transistor ok, maka kemungkinan kerusakan disebabkan :
    • Periksa resistor start-up R802, R803 470K
    • Periksa sirkit umpan balik agar SMPS berosilasi R806, C807



    003  Problem mati total dengan bunyi nggiii...k
    Paling sering dijumpai kerusakan dengan  problem pesawat mati dengan gejala bunyi ngiiii..kkk ketika dihidupkan.
    • Ada bunyi ngiiiik, menunjukkan bahwa SMPS sudah bekerja tetapi gejala bahwa beban ada yang short.
    • Kerusakan paling sering diketemukan karena zener D835 56v/1watt yang berfungsi sebagai over voltage protektor pada tegangan keluaran 35v short.
    • Tanpa dipasang diode sebenarnya pesawat dapat hidup normal. Tetapi resikonya jika terjadi over voltage dapat menyebabkan resistor R649 820 ohm untuk men-suply tegangan H vcc akan terbakar dan dapat merusak AN5192K.
    • Kalau tidak ada diode zener 1 watt, maka dapat digunakan pengganti 2 buah diode 1/2watt dengan cara disambung paralel.



    004  Penyebab over voltage.
    Menjumpai zener 56v short, maka untuk mencegah kerusakan berulang periksa part-part yang kemungkinan dapat menyebabkan over voltage. :
    • Periksa dengan ESR meter semua elko-elko pada bagian primer maupun sekunder sirkit power suply.
    • Periksa komponen D807, R826 22 ohm, elko C805 47u/50v, dan Zener D806 pada sirkit primer SMPS.



    005  Cara kerja Auto-search stop.
    Agar auto-search dapat bekerja mikrokontrol membutuhkan 2 macam pulsa masukan :
    • Pulsa tegangan AFT dari pin-30 AN5192K yang masuk ke pin-21 mikrokontrol
    • Pulsa tegangan Lock-det dari pin-18 AN5192K yang masuk ke Stop-in pin-40 mikrokontrol



    006  Problem tidak ada suara, gambar normal.
    Kerusakan lain yang sering terjadi adalah tidak ada suara, gambar normal.
    • IC sound menggunakan tipe AN5270 yang membutuhkan suply 12v pada pin-1 dan 16v pada pin-8. 
    • Problem disebabkan oleh D2301 (MA185) pada jalur suply pin-1 yang rusak.
    • Pengalaman kami diode ini dapat diganti dengan sembarang diode.



    007.  Tegangan 90v drops - info aisy-romadhona
    Gambar tidak penuh kiri-kanan disebabkan karena tegangan 90v drops. Penyebabnya adalah elko pada tegangan B+ 90v kering



    008  Tombol-tombol pada front panel tidak fungsi - info aisy romadhona
    • Masuk service menu dengan cara tekan tombol Vol (-) pada panel teve dan Display pada remote secara bersamaan.
    • Tekan tombol NORMAL pada remote kontrol



    009   Relay cetak-cetik
    • Disebabkan kerusakan diode  D808 yang lokasinya berhubungan dengan relay - info hrservice




    010  Data utama pin-out MN152811TZX
    Vcc    = 1               HS-in    = 30                POWER     = 24              VOL = 6 
    Reset = 7              VS-in     = 22               Band sw 1 = 10
    SDA   = 36           AFT-in   = 21                Band sw 2 = 12
    SCL    = 37           STOP-in = 40              TUNING = 17
      
    011  Data utama pin-out AN5192K
    Hvcc     = 51          RF AGC-out  = 27           V-out = 58                 Vcc IF 5v = 23
    H-out    = 56          AFT-out       = 30              V-ramp = 44             Vcc RGB 9v = 14
    X-ray    = 55          Lock det out = 18             S IF-in = 34               Vcc V/C/J 9v = 47
    H osc    = 54         Video-out     = 36             Audio-out = 28
    H-AFC1 = 53        Y-in             = 43              Ext audio in = 33
    H-AFC2 = 52        Chroma-in    = 48           Color APC = 6
    FBP-in  = 50         Sync-in         = 45/46      Color killer = 4









    ******************************************************