Wednesday, February 2, 2011

Membuat sendiri ESR-meter murah dan mudah

Berminat untuk membuat ESR-meter sendiri? Maka skema yang telah dibuat oleh seorang amatir dari Canada Lawrence P Glaister VE7IT (http://www.members.shaw.ca/swstuff/esrmeter.html) menurut kami merupakan sirkit yang paling murah dan paling mudah untuk dibuat tetapi hasilnya cukup baik. Dengan merogoh kocek sekitar 25.000rp dan meluangkan waktu sekitar 5 hingga 6 jam maka teknisi sudah dapat memiliki alat ini.  Alat ini sebenarnya prinsip kerjanya tidah jauh berbeda dengan ohm-meter. Bedanya kalau ohm-meter menggunakan arus DC, maka ESR-meter menggunakan arus AC dengan frekwensi 150Khz. Adapun gambarnya dapat dilihat seperti pada lampiran berikut.
 
esrschematic
Sirkit terdiri dari :
  • Osilator pembangkit frekwensi sekitar 150Khz menggunakan sebuah sirkit Schmit triger
  • Bufer atau penguat arus yang terdiri dar beberapa sirkit Schmit triger yang diparalel.
  • Transistor penguat frekwensi 150Khz
  • Sirkit diode bridge sebagai penyearah frekwensi 150Khz
  • Analog meter . Dapat digunakan VU meter atau meter bekas AVO yang masih baik.
Keterangan :
  • Elko yang akan dicek dihubungkan dengan TP1/TP2
  • VU-meter dihubungkan dengan TP3/TP4
  • Sirkit hanya membutuhkan IC 74HC14N yang berisi 6 buah Schmit triger dan mudah diperoleh dipasaran. Pengalaman kami transistor dapat menggunakan 2SCC945 atau sejenisnya. Dan untuk meter dapat digunakan VU meter.
  • Sirkit ESR-meter ini dapat bekerja pada tegangan DC 2 hingga 6V. Tetapi jika tegangan terlalu rendah akan menyebabkan meter sulit menyimpang hingga penuh (seperti ohm-meter). Lebih baik gunakan suply 5V yang diperoleh dari sebuah regulator 7805 yang dapat diperoleh dari batery 9v atau dari AC adaptor.
  • Untuk VR kalibrasi sebaiknya dipasang pada front panel seperti ohm-meter sehingga sewaktu-waktu dapat dikalibrasi ke nol.
  • Dari sirkit diatas dapat ditambah sendiri switch on-off dan led indikator dengan tujuan kalau menggunakan batery tidak cepat habis.
  • Elko yang dicek dapat dipasang bolak-balik. Diode D5 dan D6 digunakan sebagai sirkit discharge untuk pengaman jika elko yang dicek masih ada muatan.
  • Kalau mau murah dan cepat gunakan pcb yang ada banyak lubang-lubangnya itu. Tetapi kalau mau rapi dapat membuat print sendiri – artinya harus tambah biaya dan waktu.
  • Untuk box – dapat digunakan box hitam yang banyak dijual ditoko. Ukuran sesuaikan dengan VU-meter dan besarnya pcb.
Testing dan Kalibrasi
  • Jika TP1/TP2 dishort maka meter harus dapat dikalibrasi agar menyimpang penuh dengan cara adjust VR
  • Jika hasilnya meter tidak dapat menyimpang penuh maka kecilkan nilai R12 (R-emitor)
  • Untuk cek elko dengan nilai diatas 10uF biasanya jarum akan menyimpang penuh (seperti Ohm-meter)
  • Untuk cek elko dengan nilai kecil kurang dari 10uF biasanya jarum tidak dapat mencapai nol (nol kurang sedikit). Karena itu carilah contoh-contoh elko yang masih bagus sebagai referensi besarnya penyimpangan jarum meter.


++++++++++++++++++++++++

  • Baca juga mengenai ESR-meter
  • Tidak ada waktu untuk membuat sendiri ESR-meter?. Banyak yang menghubungi kami untuk dibantu dibuatkan. Kami bersedia membuatkan dengan biaya pengganti 100rb + ongkos kirim sesuai tujuan (sekitar 15rb hingga 25rb) - Untuk Malaysia RM35 + ongkos kirim RM43. Hubungi bravomarsono@gmail.com


Topan2009 : 
Pak, bagaimana untuk nilai skalanya , untuk mengukur nilai ESR tiap2 elco 
  • Cari elko-elko yang kualitas bagus. Bisa diperoleh dari elko bekas dari eks pcb mesin merk Jepang, misalnya dengan nilai 1uF, 5uF, 10uF, 47uF.  Ukur masing-masing dengan ESR-meter. Hasil pengukuran dapat dipakai sebagai skala untuk referensi elko yang bagus. Kalau elko yang dicek penyimpangan kurang dari skala regerensi berarti ESR elko bersangkutan telah berubah menjadi besar.
  • untuk ESR yang kami buat. Sebagai refersi nol bukan penyimpangan penuh. Tetapi angka nol hitam pada VU-meter. Dengan cara ini elko yang bagus dgn nilai 10uF keatas biasanya hampir mendekati angka nol (hitam). Untuk elko nilai kecil yang bagus penyimpangan biasanya antara angka nol dan angka satu.

GIPOR :
Sedari tiga bulan yg lalu saya sudah merakit esr meter persis seperti skema diatas ,tapi hasilnya nihil padahal komponen tidak ada yg salah, jalur pcb juga sudah benar. Saya tidak dapat menemukan kesalahannya dimana atau pada bagian mana kegagalannya. Akhirnya project saya tinggalkan bersama sejuta penasaran
  • Kami sudah berhasil membuat 3 buah dan boleh dikatakan semuanya langsung OK. Masalahnya hanya meter tidak dapat menyimpang hingga full (seperti nol pada ohm-meter). Tetapi dapat dikoreksi  dengan mengecilkan nilai resistor pada transistor menjadi 82 ohm.
  • Coba shorlan dulu TP1 dgn TP2. Kemudian sentuh-sentuh dgn probe avo-meter pada  input-bufer. Apakah meter dapat bergerak-gerak?   Jika meter dapat gerak kemungkinan osilator belum kerja. Kalau meter tidak gerak sama sekali berarti sirkit antara bufer hingga meter ada yang problem. 
  • Sabar dan cek lebih teliti, mungkin ada salah sambung atau nilai part yang salah pasang. 

GIPOR :
Saya tidak berhasil mendapatkan ic yg tipenya sama persis seperti pada skema diatas yaituh 74HC14N . Yang saya gunakan tipe HD74LS14P. Apakah  ic tersebut bisa digunakan walaupun tidak identik sama ?
  • Kemungkinan ic tersebut beda karakteristiknya
  • Berdasarkan informasi yang kami dapatkan dari http://www.datasheet4u/ persamaan (cross-reference) 74HC14N adalah SN74HC14N dan MM74HC14N

NUGROHO :
Pak, saya kesulitan untuk nyari ic 74HC14 nya, yg ada 74LS14
  • Saya sudah 3x buat pakai HD74LS14P, cuma R emitor perlu dikecilin agar meter dapat menyimpang penuh





===============================

No comments: