Monday, June 6, 2011

Digital Transistor

 

Digital Transistor atau BRT (Bias Resistor Transistor) adalah merupakan jenis transistor yang didesign khusus digunakan sebagai “switch on-off”, dimana dalamnya sudah terintregrasi 2 buah resistor sebagai bias. Dengan demikian hal akan lebih menguntungkan karena :

  • Mengurangi pemakaian komponen luar
  • Sirkit pcb menjadi lebih sederhana
  • Mengurangi biaya produksi

Transistor semacam ini dapat diketemukan dengan tipe misalnya seperti DTC, RNA, KSR. Angka dibelakangnya menunjukkan nilai resistor yang digunakan. Penggunaan transistor ini antara lain dapat diketemukan pada sirkit :

  • Kontrol power on-off mikrokontrol
  • Band switch tuner
  • Untuk on-off led indikator

 

clip_image002 clip_image004

kode yang digunakan pada skema

 

Transistor ini dikerjakan dengan di-drive menggunakan  sinyal “High” atau “Low”

Input basis

 

“high”

  • Transistor akan “on” – artinya kolektor akan terhubung dengan emitor seperti halnya switch yang “tertutup” (terhubung)
  • Tegangan kolektor nol

 

“low”

  • Transistor akan “off” – artinya kolektor dan emitor akan open seperti halnya switch yang “terbuka”
  • Tegangan kolektor akan “high” tergantung dari besarnya Vcc.

 

 

Catatan :

  • Jika diukur menggunakan AVOmeter biasa yang dinamakan sinyal low pada adalah tegangan 0v. Sedang yang dinamakan “high” adalah sekitar 0.3v atau lebih
  • Mengukur kerusakan  transistor semacam ini tentu berbeda dengan transistor biasa jika menggunakan ohm-meter. Hal ini disebabkan keberadaan resistor bias didalamnya, apalagi kalau resistor bias tersebut nilainya kecil.
  • Sebaiknya diperiksa menggunakan transistor cheker yang dapat digunakan untuk mengukur faktor penguatan sebuah transistor. Ada AVO-meter yang mempunyai fasilitas pengukuran seperti ini, dimana  biasanya diperlengkapi dengan 3 buah probe yang menggunakan capitan buaya

 

clip_image006

clip_image008

 

 

*****************************

No comments: