Tuesday, June 28, 2011

Raster blangking putih polos - tidak ada gambar

 

Gejala kerusakan :

  • Raster blangking putih polos (tidak ada gambar)
  • VR screen diminimkan tetap problem

Penyebab kerusakan :

  • Tidak ada tegangan 180v untuk transistor Video pada CRT soket

 

*******************************

Data IC – MODEL - CHASIS


Kadang kita sulit untuk mendapatkan SKEMA yang kita butuhkan. 

Jika terjadi demikian – maka cara yang biasa kami lakukan adalah :
  • Mencari skema model lain yang menggunakan ic yang sama.
  • Mencari skema yang mempunyai tipe chasis yang sama.
  • Mencari data pin-out ic dari datasheet
Mencari skema model lain yang menggunakan ic yang sama kadang susah juga - apalagi kalau yang dicari ic mikrokontrol. Data pin-out ic mikrokontrol tidak dapat kita cari lewat datasheet, sebab fungsi-fungsi pin input-output disitu tidak disebutkan. Hal ini tergantung dari pabrikan yang menggunakannya.
Ada suatu cara yang kami gunakan untuk mengetahui pin-out suatu ic yang sulit dicari skemanya. Misalnya chroma M51308. Maka akan kami cari model-model apa saja  yang menggunakan ic tersebut.
  • Caranya (click disini).
  • Klik huruf depan ic yang dicari yang terdapat pada kolom sebelah kiri-atas
  • Misalnya kita cari M30004 – maka klik saja hiruf “M”
  • Maka akan muncul model-model atau chasis yang menggunakan ic tersebut

***************************************

Wednesday, June 22, 2011

Raster nyala terang (dgn salah satu warna RGB) - disertai garis-garis blangking


Problem/gejala :
  • Raster nyala terang dengan salah satu warna RGB disertai garis-garis blangking
  • Tegangan screen diturunkan problem tetap ada

Problem semacam ini dapat disebabkan karena :
  • Transistor driver warna bersangkutan,  kolektor – emitor short
  • Resistor yang menghubungkan kolektor ke tegangan video driver 180v open (putus)
  • Problem pada tabung CRT - dimana katode warna bersangkutan short dengan heater (dapat direpair)

**************************

Raster nyala terang (salah satu warna) disertai garis-garis blangking karena kerusakan CRT


Ini adalah kerusakan CRT lain yang sering dijumpai, tetapi  masih dapat direpair.

Problem/gejala :
  • Raster nyala terang dengan salah satu warna RGB disertai garis-garis blangking
  • Atau raster nyala normal sebentar kemudian problem seperti diatas
Pengecekan :
  • Pin-katoda warna yang problem di-sedot solderannya atau transistor video driver warna yang problem dilepas. Problem tetap ada
  • Tegangan screen diturunkan, problem tetap ada

Penyebab kerusakan
  • Katode warna yang problem - short dengan heater
  • Karena heater disambungkan ke ground, maka katode yang bermasalah juga seperti dihubungkan langsung ke ground. Sehingga mengakibatkan gejala tersebut diatas.
 
Solusi :
Ditembak untuk menghilangkan short tersebut dengan cara memberikan tegangan sekitar 12v DC antara pin-heater dan pin-katode yang bermasalah. Tetapi hal ini ada resiko heater putus.

Cara yang paling aman adalah dengan mengisolasi agar heater tidak tersambung ke ground.
  • Sediakan kabel kecil yang panjangnya cukup untuk menghubungkan ke 2 buah pin-heater pada soket CRT ke flyback kemudian ditambah sekitar 10cm.
  • Potong jalur printed yang menghubungkan ke 2 buah pin-heater (yang ke ground dan yang ke flyback)
  • Buat dua buah lilitan pada inti ferit flyback dengan kabel yang tersedia, dan sambungkan kedua ujungnya ke pin-heater
  • Hidupkan teve, dan ukur tegangan pada pin-heater.
  • Jika tegangan kurang dari 5v AC, maka tambah satu lilitan lagi
  • Jika tegangan melebihi 5v, pasang secara seri resistor dengan nilai antara 1 atau 2 ohm 2W agar tegangan turun menjadi 5v.

*********************

    Raster gelap disebabkan karena G2 short dengan G1

     

    Problem ini bagi teknisi yang sudah senior tentu saja tidak asing lagi. Tapi bagi teknisi pemula hal ini mungkin masih asing, sehingga kami sering mendapat pertanyaan tentang masalah ini lewat email.

    Problem/gejala :

    • Raster gelap.
    • VR screen diputar penuh – raster tetap gelap

    Pemeriksaan :

    • Heater normal
    • Tegangan tinggi anoda ada
    • Diukur tegangan screen (G2) tidak ada (nol), tetapi jika soket CRT dilepas tegangan screen diukur ada

    Penyebab :

    • G2 short dengan G1. Hal ini dapat diketahui menggunakan ohm meter pada posisi 10x 1K.
    • Short disebabkan karena adanya semacam kotoran didalam tabung CRT
    • Umumnya diketemukan pada CRT flat

    Solusi :

    • Lepas pcb soket CRT asli dari tabung gambar.
    • Sediakan soket CRT kosongan dan pasang pada tabung CRT
    • Pasang seutas kabel dan solder pada pin-G1, sementara ujung lainnya dihubungkan ke ground flyback
    • Sediakan seutas kabel lainnya kurang lebih  panjang 25cm dan solder ujungnya pada G2.
    • Ujung lainnya yang lepas – dekatkan ke solderan kabel fokus pada soket CRT asli dengan jarak antara 05 hingga 1 cm (jangan ditempelkan)
    • Hidupkan teve
    • Jika sudah terlihat ada “loncatan api” anatara ujung kabel dengan kabel fokus – segera matikan teve. Dengan adanya loncatan api ini maka diharapkan kotoran yang menyebabkan short akan terbakar.
    • Cek G2 dengan G1 menggunakan ohm meter – untuk mengetahui apakah “short” sudah hilang.
    • Jika belum maka dapat ulangi lagi.

     

    *******************************************

    Saturday, June 18, 2011

    Raster tidak penuh atas-bawah – pinggir atas-bawah bergelombang

     

    2011/6/16  Pertanyaan dari : Ugin Kuncoro ugin_psht@yahoo.com.  Mas kulo sederek ponorogo badhe nderek tanglet tv panasonic 21" flat. Rasteripun mboten penuh 10cm di tengah mas tapi pinggire bergelombang.  Raster bagian tengah nangduwur titik menjorok ke dalam bergelombang mas.  Yoke kulo cek sae.  Ic vertikal an15525 tegangan simetri gron ke(+) 13,2v  dan (-) ke gron sama.  Pemecahanipun kiro kiro napane matur suun sakderenge

    marsonoTV : Pertanyaan kurang jelas. Yang kurang penuh atas-bawah atau kiri-kanan. Yang dimaksud pinggire bergelombang - pinggir bagian atas-bawah atau kiri-kanan

    Ugin : Tidak penuh atas bawah mas.  Yang bergelombang sisi atas trus bagian atas agak menjorok ke dalam.. Raster cuma ditengah 10cm ditengah lurus garis tebal putih. Semua elko vert udah dreboisasi

    marsonoTV : Kemungkinan kumparan vertikal def yoke putus sebelah. Coba lepas sambungan2 kumparan vertikal def yoke (yang biasanya disambung paralel). Kemudian ukur satu satu untuk dicek tahanannya.

    Ugin : Iya mas betul  Tapi saya kesulitan melepas yoke nya bingung cara lepan cincin pengatur warna itu lo soale baru sekali ini ganti yoke mungkin ada tutorial melepas yoke mas ato mase aja tolong terangin suwun yo mas udah bantu pesan untuk mas jangan sungkan bagi ilmuyo mas wong yen wis ninggal amale pedot kejobo 3 mas salah sijine ilmu yang bermanfaat trus ilmune mas wis kanggo berguna gawe aku mas marsono lemah teles yo mas pengeran sing bales lek dolan nang ponorogo mampir yo mas tak wenehi sego tiwul enak lo mas suwun suwun mas

     

    marsonoTV.  Sebelum melepas cincin magnet.

    • Cacat/tandai posisi def yoke/cincin magnet pada leher CRT.
    • Sebab nanti klo menggembalikan harus pada posisi yang sama
    • Cincin magnet - posisi atau adjustment ring-ringnya jangan sampai berubah. Klo takut berubah tandai dengan spidol

    Biasanya cincin magnet dan def yoke nempel spt kena lem (“ceket” istilah jowo ne). Cara melepas keduanya sama.

    • Lepas klem cincin magnet maupun def yoke
    • Dgn cutter - hati-hati congkel plastik base cincin magnet/def yoke yang nempel ceket pada kaca tabung crt
    • Congkel semuanya secara berkeliling
    • Kalau semua sudah tercongkel - biasanya cincin magnet/def yoke baru bisa diputar-putar
    • Putar-putar dengan hati-hati sambil tarik ke belakang
    • Semua harus dilakukan dgn hati-hati serta jangan dengan paksaan

     

    **********************************

    Friday, June 17, 2011

    Pakai antena luar gambar rusak, pakai antena dalam gambar bagus

     

    Problem :

    • Antena pakai kabel pendek (antena dalam) gambar bagus
    • Pakai antena luar gambar hancur, karena sinkronisasi rusak.

    Penyebab kerusakan :

    • AGC tidak kerja.

     

    Fungsi AGC (automatic gain control)

    • Keluaran sinyal gambar dari sirkit video detektor (sinyal CVBS out) umumnya di-design mempunyai level sekitar 1v p.p (peak-to peak) .
    • Sinyal yang diterima dari berbagai station pemancar oleh antena mempunyai kekuatan (signal-strength) yang tidak sama.
    • Maka jika tidak ada sirkit AGC akan mengakibatkan level sinyal output CVBS  juga tidak sama.
    • Sirkit AGC berfungsi untuk mengatur agar level sinyal CVBS levelnya “konstan” sama sebesar 1v p.p dari stiaon yang berbeda-beda kekuatan sinyalnya.
    • Jika sinyal yang diterima terlalu kuat, maka sirkit AGC akan “mengurangi” atau “menurunkan” faktor penguatan dari sirkit VIF dan RF tuner sehingga  keluaran sinyal CVBS tetap pada level 1v p.p

     

    Apa akibatnya jika sirkit AGC tidak kerja.

    • Jika sirkit AGC tidak kerja maka jika antena terima sinyal yang kuat – akan mengakibatban sinyal CVBS dari video-detektor levelnya over
    • Karena sinyal gambar menggunakan sistim “modulasi amplitudo” – maka sinyal gambar yang over level mengakibatkan sinyal gambar cacat.
    • Sinyal video CVBS yang levelnya over akan kehilangan informasi sinyal sinkronisasi horisontal maupun vertikal.
    • Oleh karena itu cacat gambar yang over akan megakibatkan problem sinkronisasi – misalnya gambar menjadi bengkok-bengkok (problem sinkronisasi ringan) atau bahkan gambar rusak sama sekali (problem sinkronisasi berat)

     

    Pada sebuag pesawat teveumumnya ada 2 macam sirkit AGC.

    • IF AGC – untuk mengurangi penguatan bagian Vdeo-IF
    • RF AGC – untuk mengurangi penguatan pada bagian Tuner

     

    HaL-hal dapat menyebabkan kerusakan AGC

    • Elko AGC filter kering (filter RF AGC dan IF AGC)
    • Salah adjustment AGC
    • IC Video IF rusak
    • Ada komponen resistor pada sirkit IF/RF AGC yang rusak.

     

    Kadang IC Video IF rusak pada bagian AGC, sehingga penguatan tidak bisa diturunkan (gambar rusak). Hal ini kadang dapat diperbaiki dengan trik memasang sebuah VR pada pin TU AGC, yaitu dengan cara memberi tegangan pada pin-TU AGC yang dapat diadjust menggunakan sebuah VR.

    • Putus hubungan pin -TU AGC dengan bagian IC  Video IF
    • Elko filter RF AGC tetap terpasang pada pin-TU AGC
    • Sediakan sebuah VR dengan nilai 50k
    • Pasang kaki tengah VR pada pin-TU AGC
    • Pasang salah satu kaki pinggir VR ke ground
    • Kaki pinggir VR lainnya dapat tegangan 5v
    • Ajust VR sehingga gambar bagus.

     

    ******************************************

    Monday, June 13, 2011

    LG slim-fit 29” raster “breathing” (kembang-kempis)

     

    Hari ini dapat kasus yang termasuk baru pertama jumpa. LG slim-fit 29” dengan problem raster “Breathing” atau “kembang-kempis” yang cukup parah.

    Jika background gambar menampilkan warna gelap seperti hitam atau biru, maka raster akan mengecil (secara vertikal maupun horisontal). Sebaliknya saat menampilkan gambar dengan background warna terang (putih) raster akan mengembang (blooming) sehingga tulisan “logo” stasiun pemancar hilang tidak nampak. Problem makin parah jika adjustment kontras ditambah besar.

     

    • Pertama kami berpikir mungkin tegangan B+ yang preblem. Dan kami cek ternyata tegangan B+ ok.
    • Mungkin problem pada bagian EW drive amplifier pikir kami. Kami cek tegangan-tegangannya nanpaknya juga ok.
    • Lama kami pandangi skema bagian horisontal-out maupun sirkit EW drive, sambil memikirkan kira-kira apa yang perlu diperiksa lagi.
    • Achirnya kami putus untuk mencoba-coba saja (goblok-goblokan istilah arek suroboyo). Ukur saja semua kapasitor-kapasitor pada bagian horisontal out maupun sirkit EW. Cabut satu demi satu untuk diperiksa nilai kapasitansinya.
    • Ketika tiba giliran melepas C407 (seperti gambar dibawah), ternyata kapasitornya saja yang lepas (lolos), tapi  kaki-kakinya tetap menempel tersolder pada main-board. Entah hal ini disebabkan karena kapasitor rusak atau karena menyoldernya kepanasan.
    • Setalah kapasitor dapat kami carikan penggantinya – pesawat langsung kami coba – dan hasilnya…………ternyata OK banget.
    • Beresssssss........dan puas rasanya.
    • Tapi dengan rasa panasaran. Mungkinkah  kapasitor C407 nilainya open? Biasanya kalau open akan menyebabkan transistor horisontal-out langsung jebol. Atau nilainya sedikit menurun?

     

    clip_image002

     

    *****************************

    Cara penggunaan ESR-meter


    Kami banyak menerima pertanyaaan tentang ESR-meter, antara lain
    1. Apa bedanya ESR-meter dengan kapasitan-meter
    2. Bagaimana cara penggunaan ESR-meter
     
    1. Apa beda ESR-meter dengan kapasitan-meter
    • Kapasitan-meter digunakan untuk mengukur “nilai kapasitas” kondensator (termasuk elko)
    • ESR-meter digunakan untuk mengukur “nilai tahanan” elko terhadap frekwensi tinggi
    Elko yang bagus idealnya mempunyai tahanan “nol” terhadap frekwensi tinggi. Tetapi pada kenyataan elko selalu mempunyai tahanan frekwensi tinggi (ESR) yang disebabkan karena pada konstruksi sambungan didalamnya.
    Elko yang rusak akan membuat nilai tahanan ESR naik beberapa kali lipat lebih besar. Sirkit switching-regulator atau sirkit-horisontal yang bekerja pada frekwensi tinggi,  tahanan ESR ini dapat menyebabkan elko menjadi panas (sesuai hukum panas Watt = I x R), makin besar tahanan ESR elko makin mudah panas. hal ini dapat mengakibatkan cairan elektrolit menguap, nilai kapasitan menurun (kering), elko mengelembung akibat tekanan uap elektrolit dari dalam, atau bahkan kadang elko meledak.

    Untuk menggunakan ESR-meter maka pahami dahulu sifat tahanan ESR sebuah elko
    • Makin kecil nilai (uF) elko – maka makin besar nilai tahanan ESR
    • Makin tinggi tegangan kerja (v) saebuah elko – maka makin besar nilai tahanan ESR
    • Elko dengan kualitas pembutan yang bagus – makin kecil nilai tahanan ESR
    Misalnya :
    • Elko nilai 10uF ketas – biasanya mempunyai tahanan ESR dibawah satu ohm atau mendekati nol.
    • Elko nilai 1uF/50v – biasanya mempunyai nilai tahanan ESR sekitar 1 ohm
    • Elko nilai 1uF/250v – biasanya mempunyai nilai tahanan ESR sekitar  2~3 ohm. Kalau nilai makin kecil berarti” kualitas” elko tersebut bagus.
     
    2. Cara penggunaan ESR-meter
    • ESR-meter yang kami buat menggunaan VU-meter sebagai penunjuk. Agar memudahkan skala – maka angka “0” pada VU-meter tersebut dipakai sebagai referensi “nol ohm”.
    • Sebelum digunakan untuk mengukur –  Kedua probe dishotkan dahulu untuk memeriksa apakah jarum sudah menunjukkan angka nol.
    • Jika jarum tidak tepat pada angka nol – maka dapat diadjust VR yang terdapat didalam casing (hal ini tidak perlu sering dilakukan seperti halnya pada ohm-meter)
    • Untuk mengukur tahanan ESR elko – gunakan ESR meter seperti ketika menggunakan ohm-meter.
    • Probe dipasang bolak-balik tidak masalah
    • Elko yang masih terpasang pada main-board tidak perlu dilepas (in-circuit)
     
    Kalibrasi secara visual sebelum menggunakan ESR-meter
    • Karena ESR-meter yang kami buat tidak mempunyai skala-ohm. Maka sebelum digunakan harus dilakukan kalibrasi visual dahulu.
    • Ambil resistor dengan nilai 1, 2 dan 3 ohm
    • Ukur masing-masing dengan ESR-meter secara bergantian
    • Ingat lokasi masing-masing simpangan jarum sebagai referesi nilai tahan ESR.
     
    Catatan :
    • ESR-meter merupakan home-made menggunakan casing platik hitam ukuran A3 yang biasa dijual di toko elektronik
    • Karena cukup banyak yang memesan ESR-meter ini, maka pelayanan kami berikan pada pemesan yang paling terdahulu (jadi harap bersabar menunggu)
    • Pemesanan harap memberikan alamat dengan lengkap – untuk mengetahui ongkos kirim (lewat POS)
    • Tunggu pemberitahuan dari kami jika ESR-meter sudah siap kami buat
    • Segera transfer uang ke nomor rekening yang akan kami berikan setelah menerima pemberitahuan dari kami jika ESR-meter sudah siap
    • Jika transfer sudah kami terima – maka barang segera kami kirimkan

    Catatan :
    • Elko yang diperiksa dengan kapasitan meter walaupun nilainya bagus -  belum tentu ESRnya baik. Terutama elko-elko tegangan tinggi seperti 50v/160v/250v/350v
    • Elko yang dijual ditoko (elko baru) belum tentu ESRnya baik. Kalau dipasang sebagai pengganti kemungkinan akan cepat rusak.


    ***************************


    Sunday, June 12, 2011

    Sony Trinitron 29 model lama raster melengkung


    Mendadak kami diminta mendatangi pasien Sony Trinitron model lama 29 inch tanpa mengetahui kerusakannya. Sampai dirumah konsumen baru tahu kalau problemnya adalah “cacat pin-cushion” ( atau raster melengkung pada kedua sisi kiri-kanan) . TV model semacam ini biasanya sirkit EW (pin-cushion) menggunakan ic driver uPC-4558


    Maka langsung terjadi perdebatan didalam hati.
    • Problem seperti ini kan merupakan problem yang mudah.
    • Ya memang mudah, tapi kalau ada skemanya.
    • Wah berarti hari ini harus banyak mikir dan butuh banyak waktu – kalo kamu kerjakan tanpa skema
    • Kalau begitu lebih baik dibawa pulang saja.
    • Nanti tidak segera "bayaran"
    • Tenang – pikirkan baik-baik dahulu – percayalah kamu pasti bisa selesaikan sekarang juga

    Maka kami lalu pinjam remote kepada konsumen
    • Masuk serice mode
    • Coba adjust HSZ (hor size) - raster masih dapat melebar atau menyempit dengan baik
    • Coba adjust PAMP(pin amplifiaer) – lengkungan raster bagian pinggir kiri-kanan hanya ada sedikit sekali perubahan
    • Coba adjust UPN (upper corner) – bagian pojok kiri-kanan atas raster hanya ada sedikit sekali perubahan
    • Coba adjust LPN (lower corner) – bagian pojok kiri-kanan bawah raster hanya ada sedikit sekali perubahan

    Setelah mengamati dari gejala-gejala seperti diatas, pikiran mulai melakukan analisa.
    • Kerusakan kecil kemungkinan disebabkan data adjustment yang berubah, karena pesawat belum pernah direpair orang lain.
    • Kerusakan sudah pasti pada  sirkit EW
    • Adjustment HSZ masih normal – jadi sirkit EW drive masih normal
    • Karena adjustment kelengkungan tidak ada perubahan – maka problem pasti disebabkan dari bagian  “pembentuk parabola” sehingga tidak ada sinyal parabola.
    • Sinyal parabola kan berasal dari bagian vertikal out.
    • Teve lama kan umumnya hanya elko-nya saja yang sering rusak
    • Kalau gitu tidak usah berpikir berat – periksa saja dengan ESR meter elko-elko disekitar bagaian vertikal dan sekitar uPC 4558 atau yang menghubungkan keduanya.

    Achir cerita –
    • Ada salah satu elko kecil dekat ic vertikal-out dimana disitu kami amati ada jalur printed yang menuju ke bagian sirkit EW yang nilai ESR-nya sedikit berubah
    • Coba pasang paralel elko 4.7/50v pada elko tersebut
    • Hidupkan teve – dan hasilnya langsung OK banget
    • Beres sekarang – tanpa harus banyak berpikir dan dalam waktu singkat

    Dari cerita diatas – ada beberapa pesan penting yang ingin kami sampaikan .
    • Memulai suatu pekerjaan – kita harus percaya diri dan berpikir positip, jangan ragu-ragu – “aku pasti bisa”. Memulai bekerja dengan berpikir negatip – hasilnya pasti negatip – karena kita sudah berbekal percaya diri “pasti tidak bisa”
    • Kita harus memahami “prinsip kerja” suatu bagian – dengan demikian akan menghindari (mengurangi) sistim coba-coba atau salah diagnosa. Belajarlah terus “sampai tua”
    • Amati “gejala-gejala” secara lebih lengkap – jangan hanya dilihat dari satu sisi saja.
    • Dari gejala-gejala yang ada – lakukan “analisa”
    • Pengalaman kami memiliki ESR meter sangat berguna sekali, terutama jika menghadapi model-model lama. Langsung cek elko-elkonya tanpa melepas dari rangkaian –  teve langsung beres tanpa menguras pikiran dan selesai dalam waktu yang singkat.




    ************************************

    Monday, June 6, 2011

    Digital Transistor

     

    Digital Transistor atau BRT (Bias Resistor Transistor) adalah merupakan jenis transistor yang didesign khusus digunakan sebagai “switch on-off”, dimana dalamnya sudah terintregrasi 2 buah resistor sebagai bias. Dengan demikian hal akan lebih menguntungkan karena :

    • Mengurangi pemakaian komponen luar
    • Sirkit pcb menjadi lebih sederhana
    • Mengurangi biaya produksi

    Transistor semacam ini dapat diketemukan dengan tipe misalnya seperti DTC, RNA, KSR. Angka dibelakangnya menunjukkan nilai resistor yang digunakan. Penggunaan transistor ini antara lain dapat diketemukan pada sirkit :

    • Kontrol power on-off mikrokontrol
    • Band switch tuner
    • Untuk on-off led indikator

     

    clip_image002 clip_image004

    kode yang digunakan pada skema

     

    Transistor ini dikerjakan dengan di-drive menggunakan  sinyal “High” atau “Low”

    Input basis

     

    “high”

    • Transistor akan “on” – artinya kolektor akan terhubung dengan emitor seperti halnya switch yang “tertutup” (terhubung)
    • Tegangan kolektor nol

     

    “low”

    • Transistor akan “off” – artinya kolektor dan emitor akan open seperti halnya switch yang “terbuka”
    • Tegangan kolektor akan “high” tergantung dari besarnya Vcc.

     

     

    Catatan :

    • Jika diukur menggunakan AVOmeter biasa yang dinamakan sinyal low pada adalah tegangan 0v. Sedang yang dinamakan “high” adalah sekitar 0.3v atau lebih
    • Mengukur kerusakan  transistor semacam ini tentu berbeda dengan transistor biasa jika menggunakan ohm-meter. Hal ini disebabkan keberadaan resistor bias didalamnya, apalagi kalau resistor bias tersebut nilainya kecil.
    • Sebaiknya diperiksa menggunakan transistor cheker yang dapat digunakan untuk mengukur faktor penguatan sebuah transistor. Ada AVO-meter yang mempunyai fasilitas pengukuran seperti ini, dimana  biasanya diperlengkapi dengan 3 buah probe yang menggunakan capitan buaya

     

    clip_image006

    clip_image008

     

     

    *****************************

    Sunday, June 5, 2011

    Kerusakan T-con

    T-con board rusak – kenapa harus ganti satu unit LCD panel komplit ?

    Hal ini terutama pada model-model produksi sebelum tahun 2006. Teknologi LCD saat itu masih dalam taraf pengembangan awal – maka banyak dilakukan revisi-revisi yang berkelanjutan untuk mendapatkan gambar yang lebih bagus. Banyak koreksi dilakukan terutama pada data memori (yang terdapat pada T-con board) untuk masalah-masalah seperti white-balance, gamma-corretion, dan uniformity (semacam purity pada tv CRT). Pada model yang sama tetapi dengan nomor lot produksi yang berbeda kadang T-con yang digunakan sudah berbeda pula. Pendek kata waktu itu layar LCD tipe tertentu dan resolusi gambar tertentu membutuhkan T-con tertentu sendiri.

    Hal ini tentu saja banyak menimbulkan komplain dari banyak konsumen, karena harga panel LCD komplit lebih dari 2/3 harga LCD teve itu sendiri jika garansi sudah habis. Dalam beberapa tahun terachir ini toleransi kerja T-con board dan variance-mya dapat diminimalisasikan. Oleh karena itu berbagai merk T-con board untuk model-model tertentu saat ini sudah dapat diperoleh sebagai part tersendiri. Bahkan T-con sekarang ini kadang dapat digunakan untuk layar LCD yang berbeda-beda serta resulusi gambar yang berbeda pula.

    clip_image002

    Dalam melakukan trobelshuting kerusakan LCD, hal yang paling sulit adalah menentukan bagian mana yang rusak dengan melihat gejala-gejala kerusakan yang ditunjukkan. Apakah keruskan disebabkan karena bagian Digital board (video proses), Kabel LVDS, T-con, atau layar LCD.

    Video proses berfungsi untuk merubah macam-macam sinyal video input analog menjadi data sinyal gambar digital dengan skala 8 bits (atau 10bits) secara frame by frame. Jadi tidak mungkin kerusakan pada bagian ini yang akan menyebabkan kerusakan gambar secara partial. Gejala kerusakan yang mungkin terjadi pada bagian ini misalnya adalah :

    • Gambar negatip (klise)
    • Gambar noise
    • Warna berubah
    • Gambar kurang kontras

    Kerusakn kabel atau konektor LVDS biasanya bersifat intermitent (kadand-kadang). Dengan menggoyang-goyang kabel LVDS gambar kadang bagus kadang cacat.  Kabel dan konektor LVDS sebenarnya jarang rusak. Kerusakan umumnya disebabkan karena cara penanganan teknisi (caraa melepas-memasang) yang belum pengalaman atau kurang hati-hati.

    Kerusakan LCD panel kadang hampir mirip dengan kerusakan yang disebabkan T-con bord. Sedang kerusakan 1 garis umumnya disebabkan oleh kerusakan LCD panel (atau IC RSDS drive). Jika ragu mengenai penyebab kerusakan karena T-con atau layar LCD, maka akan lebih bijak mencoba mengganti T-con terlebih dahulu, dengan pertimbangan karena harganya yang relatip lebih murah dibanding dengan harga layar LCD.

    Kerusakan T-con umumnya menyebabkan kerusakan dengan gejala tidak ada gambar (raster blank), tetapi lampu backlight tetap nyala. Karena T-con berfungsi mendrive matrix secara group, maka kerusakan T-con dapat berupa berupa kerusakan gambar partial atau per-blok secara vertikal atau horisontal. Kerusakan T-con pada SONY dapat menyebabkan LCD mati protek dan led indikator kedip-kedip (blingking code).

    T-con trobelshuting

    Cek fuse-chip yang umumnya berlokasi dekat LVDS konektor

    Cek tegangan suply input (umumnya 12v)

    Cek dengan osiloskop data sinyal gambar

    Jika hal-hal tersenut diatas ok, maka kemungkinan T-con board rusak

    Sebelum mengganti T-con board sebaiaknya periksa dahulu soldering, karena mungkin kerusakan hanya disebabkan masalah solderan. Coba cleaning dan kemudian panaskan board dengan blower.

    Kecuali raster blank – dibawah ini adalah beberapa contoh kerusakan gambar yang disebabkan oleh T-con

    clip_image004

    clip_image006

    clip_image008

    Gambar dibawah menunjukkan contoh kerusakan data memori uniformityclip_image010

    ******************************

     

    Timing control dan panel driver

     
    Layar LCD terdiri dari ratusan ribu elemen LCD (pixel = picture elemen). Makin tinggi resolusi layar LCD makin besar jumlah banyaknya pixel. Dalam bekerja menampilkan gambar, setiap pixel ini akan “menyala” secara bergantian dengan kecepatan yang sangat tinggi. Untuk penyalaan maka dibuat sambungan secara horisontal yang dinamakan “Column drive” ” yang umumnya disambung menggunakan elektrode-elektrode yang dipasang pada bagian atas layar. Sedangkan sambungan secara vertikal yang dinamakan  “Row-drive”dipasang  pada bagian samping layar. Sambungan elektrode-elektrode ini biasanya berupa flat wire yang dapat dihubungkan ke konektor yang terdapat pada T-con board.
    clip_image002
    Gambar diatas menunjukkan sebuah contoh dari sebuah T-con board. Kabel LVDS disambungkan ke konektor yang ada dibagian bawah. Sedang kabel flatwire dari layar LCD disambungkan pada 2 buah konektor yang terdapat pada bagian atas.
    Sistim pengaturan penyalaan setiap pixel menggunakan sistim yang dinamakan Active-Matrix dan dilakukan menggunakan sebuah modul yang dinamakan Timing-control ( T-con) yang umumnya bekerja dengan tegangan suply 12v, dan berfungsi untuk :
    • Mengatur penyalaan setiap pixel secara bergantian
    • Mengatur tingkat ke-“cerahan’’ nyala setiap pixel sesuai dengan gambar yang ditampilkan
    clip_image004
     
    RSDS
    Dengan makin tingginya resolusi dari layar LCD, maka tentu saja membutuhkan makin banyak sambungan-sambungan elektrode X-Y drive. Untuk mengurangi banyaknya sambungan kabel dengan T-con board maka digunakan sirkit yang dinamakan RSDS (Reduced Swing Differetial Signaling).
    clip_image006
    Sirkit RSDS ini menggunakan beberapa IC Drive dan dipasang pada kabel flat-wire yang digunakan untuk menghubungkan T-con dengan layar LCD,  dan umumnya bekerja pada tegangan suply sekitar 3v.
     



    **************************************










    Saturday, June 4, 2011

    Gejala kerusakan lampu CCFL (backlight)


    Gejala-gejala seperti dibawah ini, dapat menunjukkan bahwa lampu CCFL sudah akan mati (expired)
    • Raster berwarna agak merah atau pink, kemudian gelap (backlihgt mati)
    • Pertama dihidupkan raster agak merah atau pink, kemudian lama-lama normal
    • Raster ada fliker
    • Raster flicker dan britnes kurang terang
    • Britnes tidak bisa terang
    • Inverter mati protek atau teve mati protek

    ********************************

    LCD raster blank – backlight nyala

     

    LCD teve dengan kerusakan : Raster blank, no OSD - Backlight nyala dan suara tetap ada.

    Solusi :

    • Buka cover penutup T-con (umum ada dibagian tengah-atas bagian belakang LCD panel)
    • Cek kabel konektor LVDS (mungkin kendor atau loose kontak)
    • Cek tegangan suply Vcc 12v
    • Cek fuse chip pada suply tegangan 12v (lokasi biasanya dekat dengan konektor LVDS)
    • Cek sinyal gambar menggunakan osiloskop
    • Jika semuanya ok, maka kemungkinan pcb T-con rusak.

    clip_image002Contoh pcb T-con (gambar dari usefulparts.com)

    clip_image004

    Contoh konektor LVDS (Sony Bravia)

    Sinyal gambar yang perlu dicek degan osiloskop adalah :

    • RA+/RA-
    • RB+/RB-
    • RC+/RC-
    • RD+/RD-
    • RE+/RE-

    catatan : RCLK+/RCLK- tidak bisa dicek dengan osiloskop biasa (karena frekwensi tidak mampu)

     

    ++++++++++++++++++++++++++++++++