Tuesday, January 31, 2012

Cara kerja sistim X-ray protek (EHT protek)

 

  • Kadang dinamakan EHT (Extra High Tension) protek.
  • X-ray protek akan bekerja mematikan teve jika tegangan dari flyback over. Tegangan tinggi flyback umumnya kurang dari 30Kv.
  • Jika tegangan melonjak sehingga melebihi 30Kv, kecepatan elektron dalam menumbuk layar bagian depan akan semakin meningkat sehingga bisa menimbulkan terjadinya emisi sinar-X. Kecuali itu tegangan tinggi anode yang over dapat menyebabkan CRT rusak.
  • Hal-hal yang dapat memicu kerja X-ray protektor aktip bekerja misalnya adalah ; tegangan B+ over, kapasitor resonant (damper) pada kolektor transistor horisontal nilai menurun menjadi lebih kecil atau solderan lepas, resonator keramik 503 pada osilator horisontal teve model lama rusak (part biasanya berwarna biru atau kuning)
  • Kadang zener pada sirkit X-ray protektor itu sendiri yang rusak, sehingga walaupun teve dalam keadaan normal dapat menyebabkan protek aktip bekerja
  • Untuk melumpuhkan sementara sirkit protek, maka dapat dilepas zener diode.

clip_image002Contoh gambar sirkit X-ray protektor dari LG

Cara kerja :

  • Lihat contoh gambar diatas.
  • Tegangan sampling diambil dari tegangan Heater flyback
  • Tegangan heater disearahkan menggunakan Diode D444 dan elko filter C450.
  • Pada keadaan normal -  pada elko C450 harus sekitar  “2 atau 3v dibawah tegangan”  Zener diode ZD447. Dan tegangan pada basis Q443 adalah nol.
  • Jika tegangan flyback melonjak - tegangan pada elko C450 akan melebihi tegangan zener diode D447. Tegangan ini akan dapat “menembus zener” sehingga pada basis Q443 akan ada tegangan dan memicu X-ray aktip bekerja.

 

Catatan :

  • Nilai tegangan zener diode yang dipakai pada setiap model belum tentu sama.
  • Kalau zener rusak harus diganti dengan nilai yang sama.
  • Pada teve model lama : X-ray protek biasanya hanya digunakan untuk mematikan sirkit osilator horisontal saja. Misalnya teve yang menggunakan AN5192, AN5601, AN5607, TA8653, TA8719.
  • Pada teve model-model baru digunakan untuk mematikan kontrol power on-off mikrokontrol.

 

*************************

Sunday, January 29, 2012

Cara kerja sistim protek B+ OCP (Over Current Protector)

 

  • B+ OCP (Over Current Protektor) memprotek jika arus B+ melebihi normal. Umumnya protek akan bekerja jika arus B+ ke flyback meningkat menjadi 1.5 kali.
  • Sirkit protek disampling oleh sebuah resistor yang dipasang pada jalur B+ (contoh gambar adalah R858 1,2ohm 2w)
  • Penyebab protek bekerja misalnya karena flyback rusak, Transistor horisontal short. Kadang protek dapat juga terjadi karena layar menyala terlalu terang.
  • Kelainan juga dapat terjadi karena kerusakan pada sirkit protektor itu sendiri, dimana resistor yang digunakan untuk sampling (R858) nilainya molor.

clip_image002

Contoh gambar adalah sirkit B+ OCP SONY

Cara kerja :

  • Komponen utama adalah R sampling (R858) dan sebuah transistor yang berfungsi sebagai switch on-off
  • Pada saat dilalui oleh arus B+, maka pada kedua ujung R sampling akan timbul tegangan sesuai Hukum Ohm, yaitu sebesar V = I x R
  • Pada kondisi normal besarnya tegangan pada kedua ujung R858 adalah kurang dari 0.7v. Tegangan pada kedua ujung R858 ini akan diterima oleh Basis dan Emitor. Karena tegangan kurang dari 0.7v, maka transistor pada kondisi “OFF”(*). Dan Kolektor tegangannya nol.
  • Jika arus B+ over, maka tegangan pada R858 akan naik melebihi 0.7v. Akibatnya tegangan antara Basis dan Emitor akan melebihi 0.7 sehingga transistor akan berubah menjadi “ON” (*). Dan Kolektor transistor ada tegangan sama dengan B+. Tegangan dari kolektor inilah yang kemudian akan memicu sirkit protektor aktip bekerja.

 

Catatan :

  • Jika menjumpai kerusakan flyback atau transistor horisontal, maka R sampling perlu diperiksa nilainya. Karena kadang nilainya berubah menjadi molor sehingga mengakibatkan protek bekerja, walaupun arus B+ normal.
  • Mengganti R sampling yang rusak harus dengan nilai yang sama. Terlalu besar akan menyebabkan protek bekerja walaupun kondisi normal. Terlalu kecil akan menyebabkan sirkit protek tidak berfungsi jika terjadi over current
  • Untuk melumpuhkan sementara sirkit protektor. Maka dapat dishort R sampling atau dilepas transistor swith.

 

(*) Kamus :

  • Transistor dikatakan “ON” maka Kolektor-Emitor akan terhubung (seperti halnya closed-switch)
  • Transistor dikatakan “OFF”, maka Kolektor-Emitor tidak terhubung (seperti halnya open-switch)

 

***********************************

Tuesday, January 17, 2012

Samsung chasis KS1A (TDA9381) stand-by tidak kerja

 

KASUS :

  • Samsung chasis KS1A dengan TDA9381
  • Mikrokontrol tidak kerja.
  • Lampu led hijau tidak mau menyala ketika stand-by.

 

PEMERIKSAAN dan ANALISA (ke.1)

  • Seperti biasanya pada teve merk lainnya yang juga menggunakan TDA9381, maka jika bagian mikrokontrol tidak kerja, maka selalu kami cek :
  • Pertama cek tegangan Vcc 3.3v  pada pin-54/56/60, dan semuanya OK
  • Cek tegangan pada osilator sistim pin-58/59, dan semuanya OK ada tegangan sekitar 0.5v. Dipastikan diperiksa dengan osiloskop juga jelas nampak sudah ada pulsa-pulsa.
  • Cek tegangan RESET pada pin-60 juga ada (sekitar 2v)
  • Cek tegangan pada pin-2/3 SDA/SCL TDAS9381 maupun  ic eeprom juga ada (sekitar 5v).
  • Maka analisa kami ic TDA rusak pada bagian mikrokontrolnya.
  • Setelah diganti....ternyata problem sami-mawon...pada wae....alias tetap sama saja....
  • Wah....harus perlu banyak mikir........ini...........!!!!

 

PEMERIKSAAN dan ANALISA (ke.2)

  • Dari hasil Pemeriksaan dan Analisa ke.1 : sepertinya syarat-syarat agar mikrokontrol mau bekerja nampaknya sudah terpenuhi semua.
  • Setelah berpikir agak lama….maka yang masih kami ragukan adalah; “apakah tegangan RESET betul-betul sudah bekerja?”
  • Untuk itu kami buka-2 semua koleksi skematik chasis KS1A yang kami miliki. Ternyata sirkit RESET SAMSUNG berbeda dengan teve merk lainnya yang menggunakan TDA9381. Dan disini kami ketemukan 2 macam versi dengan sirkit yang sedikit berbeda. Kasus yang sedang kami tangani menggunakan sirkit reset versi.1 (*)
  • Dari skematik nampak jelas bahwa tegangan RESET diberikan oleh ic KA7632 pi-6....terus lewat transistor Q902

clip_image002

  • Langsung saja kami cek tegangan pada pin-6 tersebut. Dan ternyata tegangan tidak ada sama sekali.........dan diketemukan penyebabnya zener DZ810 pada pin tersebut short
  • Setelah zener kami ganti..…..pin-6 ada tegangan 5v......dan hasilnya langsung ........jooooos.... very-very OK

 

 

(*)

  • Sirkit reset versi.1 (gambar dibawah). Tegangan reset diberikan ke pin-60 dan pin-64

clip_image004

 

  • Sirkit reset versi.2 (gambar dibawah). Tegangan reset hanya diberikan ke pin-60. Dan pin-64 ada tegangan fixed sekitar 2v

clip_image006

 

CARA MEMERIKA TEGANGAN RESET YANG BENAR :

  • Lepas colokan listrik.
  • Pasang volt-meter pada kolektor transistor Q902.
  • Ketika colokan listrik dipasang kembali, maka kolektor sesaat harus ada tegangan (kecil) dan kemudian kembali nol.

*************************

Sunday, January 15, 2012

Saat auto-search tidak semua chanel nyantol (dimemori)

 

KASUS :

  • Teve eks gagal service teknisi menggunakan UOC Toshiba TMPA 8873. Nampak tuner, SAW-filter, elko-2, ic memori pernah disolder-solder atau coba diganti.
  • Jika dilakukan auto-search maka tidak semua chanel bisa nyantol (di-memori)
  • Hasil penerimaan gambar tidak pas. Sehingga perlu dilakukan “fine-tune” agar gambar nampak bagus

 

SOLUSI :

  • Pertama kami curiga pada masalah “data eeprom” yang bermasalah.
  • Pengalaman kami sebelumnya jika data Video-IF diganti pada “38.0” atau angka “0” dapat menyebabkan problem demikian. Normal seting data ini adalah 38.9 atai angka “1”. Ternyata tidak diketemukan masalah
  • Cek seting data TUNER-MODE dan TUNER-TYPE juga tidak ada masalah.
  • Achirnya kecurigaan jatuh pada SAW-FILTER. Mungkin part ini rusak atau pernah diganti dengan tipe 38.0 yang seharusnya tipe 38.9 (maklum tandanya sudah tidak nampak lagi)
  • Setelah dicoba melakukan penggantian part tersebut – ternyata hasilnya langsung OK

 

 

******************

Cara mem-preset teve SHARP

 

KASUS :

  • Bagi pemula yang belum pernah mem “preset” teve SHARP tentu akan sedikit dibuat bingung
  • Jika ditekan tombol PRESET atau MENU maka tidak diketemukan atau muncul menu AUTO-SEARCH ataupun MANUAL-SEARCH
  • Yang ada hanya perintah Fine-Tuning

 

CARA MEMPRESET :

  • Tekan tombol MENU pada front panel agak lama.
  • Maka akan muncul perintah AUTO-SEARCH ataupun MANUAL-SEARCH

 

***************

Tidak muncul menu preset untuk melakukan AUTO-SEARCH

 

KASUS :

  • Tidak muncul menu AUTO-PRESET atau AUTO-PROGRAM ketika ingin melakukan AUTO-SEARCH

 

SOLUSI :

  • Ini bukan merupakan kerusakan, tetapi teve sengaja di seting pada HOTEL-MODE
  • Fungsi dari hotel-mode adalah agar pengguna tidak dapat merubah-rubah setingan chanel yang sudah ada.
  • Hotel-mode juga dapat berfungsi agar besarnya VOLUME MAKSIMUM dapat dibatasi
  • Untuk keluar dari hotel-mode, maka harus masuk service-mode. Rubah setingan data hotel-mode dari “ON” menjadi “OFF”

 

**************************

Monday, January 9, 2012

Gambar seperti film negatip

 

KASUS :

  • Gambar seperti film negatip
  • Umumnya sering dijumpai pada teve model lama dimana jalur sinyal Y (luminance) dan sinyal Ch (chroma) masih terpisah diluar ic video-chroma.
  • Kalau kontrol color coba diminimkan, maka layar jadi blank

 

PENYEBAB KERUSAKAN

  • Gambar kehilangan informasi sinyal Y (luminace)
  • Disebabkan jalur sinyal Y terputus
  • Biasanya disebabkan kerusakan part seperti komponen Y Delay-line
  • Pada pesawat canggih 29” dapat disebabkan karena kerusakan Comb Filter, yaitu modul yang berfungsi untuk memisahkan sinyal Y (luminance) dan sinyal Ch (warna)

 

 

clip_image002

Contoh gambar adalah TA8690.

  • Sinyal (CVBS) diluar ic dipisah menjadi 3 jalur.
  • (1) Sinyal sinkronisasi Hor/Vert di-inputkan lewat R540 >> C549 >> masuk ke pin-36
  • (2) Sinyal (Ch) warna di-inputkan lewat R539 >> C546 >> R550 >> masuk ke pin-35
  • (3) Sinyal (Y) luminance di-inputkan lewat R537 >> Y delay DL511 >> C560 >> masuk ke pin-31

 

Komponen Y Delay.

  • Bentuk sebesar ujung jari dan agak tipis serta mempunyai 3 buah kaki
  • Kaki pinggir-pinggir kalau dicek dengan ohm meter harus nyambung (dengan kaki tengah tidak)
  • Pada teve yang agak modern komponen ini diganti dengan ic, seperti misalnya TDA4665
  • Pada teve modern sekarang ini komponen Y delay sudah ter-intregrasi didalam ic video-chroma. Sinyal Y, Ch dan sinkronisasi dipisahkan didalam ic.
  • Berfungsi untuk menunda sinyal Y. Karena sinyal warna membutuhkan proses yang agak panjang dan lebih lama, maka sinyal luminance perlu ditunda beberapa mikrodetik agar pada bagian output ic video-chroma kedua sinyal ini keluarnya dapat bersamaan.

 

 

**********************

Friday, January 6, 2012

Problem JVC dengan Tr Horisontal C5538 (BU808DFI)

 

KASUS :

  • JVC model 14FT yang menggunakan Tr Horisontal out C5538 (BU808DFI)
  • Sirkit tidak menggunakan tranfo horisontal-driver
  • Mati protek dan horisontal tidak kerja
  • Eks teknisi..... yang telah dibuat bingung........kali

 

PEMERIKSAAN :

  • Mati protek karena vertikal tidak kerja.....
  • .........Vertikal tidak kerja karena flyback belum kerja.
  • Cek tegangan B+ normal
  • Cek pulsa osilator horisontal sampai transistor horisontal driver dengan osiloskop semua normal
  • Sinyal horisontal macet pada transistor horisontal-out......ada apa ini ?????....
  • Cek transistor sudah diganti dengan C2499....dan OK-OK saja.....
  • Buka skematik diagram.....transistor orisinil pakai C5388
  • Cari info data C5388 lewat “datasheet4u.com”.........ooooo....ternyata transistor yang dipakai bukan sembarang transistor.......C5388 merupakan transistor “Darlington” yang mempunyai faktor penguatan (hFe) yang sangat besar.......pantesan saja horisontal driver tidak mampu men-drive C2499.......oh... JVC kenapa pada skema tidak digambarkan kalau pakai Darlington ????

clip_image002Transistor Darlington C5538 atau BU808DFI

 

SOLUSI :

  • Kesulitan cari transistor pengganti......kalaupun ada jangan-jangan palsu.....karena transistor sejenis ini jarang digunakan.
  • Achirnya kami putuskan modifikasi sirkit dengan mencontek teve china yang menggunakan tranfo horisontal-drive.

 

CARA MODIFIKASI

  • Lihat skema JVC dibawah yang akan dimodifikasi.

clip_image004

  • Tr Q521 hingga elko C523 tidak digunakan.
  • Sebagai penggantinya kami buatkan sirkit horisontal-driver seperti skema dibawah

clip_image006

  • Dari R531 atau basis V431 dipasang tambahan R 220 ohm ke ground
  • Tegangan suply 24v untuk horisontal-drive kami ambil dari suply tegangan audio (A_Vcc) dilewatkan resistor sebuah resistor tambahan 220 ohm 2w.

clip_image008

  • Tr Horisontal kami gunakan C2499 dan diberi pendingin secukupnya

 

SOLUSI ALTERNATIP :

 

 

********************

Tuesday, January 3, 2012

Raster blank disertai vertikal menyempit atas-bawah

 

KASUS :

  • Raster blank dan tidak ada OSD
  • Vertikal menyempit atas-bawah

 

Hal ini kemungkinan dapat disebabkan karena :

  • Eeprom rusak
  • Jalur SDA/SCL antara eeprom dengan mikrokontrol ada yang short atau putus
  • Mikrokontrol belum bekerja atau belum “on”

 

*************************

Polytron 21 slim horisontal kurang lebar

 

KASUS :

  • Polytron slim 21inch dengan HBT-01-01G eks gagal service teknisi.
  • Problem horisontal size menyempit kiri-kanan masing-masing kurang lebih 2 cm.

 

PEMERIKSAAN :

  • Tr horisontal sudah diganti dengan tipe lain
  • Kapasitor resonant yang bagian atas nampak bekas disolder (mungkin bekas diperiksa)
  • “Wah....rasanya bakal mendapat problem sulit ini !!!!”......pikir kami

 

TINDAKAN (1) :

  • Pertama cek tegangan B+ ....normal tidak ada masalah.
  • Analisa penyebab jatuh pada kapasitor resonant atas dan bawah nilai berubah (lihat gambar dibawah).
  • Langsung kami lepas kedua kapasitor tersebut. Coba ukur nilainya dengan kapasitor-meter....dan nampaknya tidak ada masalah semua.......wooooo....trus apa lagi ya.......
  • Kami cek data transistor pengganti dengan cara down-load dari “datasheet4u.com”. ternyata “spesifikasi arus” kurang jika digunakan untuk horisontal slim.
  • Maka tr horisontal langsung kami ganti dengan part nomor 2SC5296 ( .......hal ini berdasarkan pertimbangan juga digunakan oleh AKARI slim 21” atau China 29” )
  • Dan hasilnya gambar langsung.....OK bagus.....ditunggu 10 menit....dipegang pendingin horisontal......dingin-dingin saja.....aman......
  • .....tetapi ada sedikit keraguan.....apakah tr horisontal betul-betul akar penyebabnya ?????
  • Maka kami test running pesawat........................dan setelah melalui test dari pagi hingga jam 2 siang.........problem kembali kumat.......wah mikir lagi niii.......????

clip_image002

 

TINDAKAN (2)

  • Kecurigaan tetap jatuh pada kapasitor resonant atas dan bawah (lihat gambar diatas)
  • Iseng-iseng......kami ambil ESR-meter.
  • Kami cek kapasitor langsung in-sirkit tanpa melepas
  • Nilai kapasitor atas menunjukkan angka-7 dan kapasitor bawah menunjukkan angka-5 (.......maksud kami angka yang tertera pada vu-meter yang kami gunakan untuk membuat ESR-meter)
  • Kemudian kami ambil contoh kapasitor dengan nilai yang sama dengan kedua kapasitor diatas. Ternyata kapasitor bawah yang bagus menunjukkan angka-3.
  • Kesimpulan kami kapasitor bawah telah mengalami “penurunan nilai (makin kecil penunjukkan angka pada ESR-meter....maka berarti nilai kapasitor makin besar)
  • Selanjutnya kami lepas kapsitor bawah....dan kami cek lagi.....ternyata nilainya menunjukkan angka-3........lho........ini artinya nilai menjadi normal kembali......
  • Berpikir sejenak.......analisa kami pada TINDAKAN.1.....ketika kapasitor disolder untuk dilepas (...artinya kena panas)....maka mungkin kontak kaki-kakinya menjadi normal kembali sehingga nilainya kembali normal
  • Maka kami putuskan untuk langsung mengganti kapasitor bawah dengan yang bagus saja......
  • Coba running test.........hingga 2 hari.........dan hasilnya NO PROBLEM lagi........THANKS GOD

 

Catatan :

  • ESR-meter sebenarnya “bukan” berfungsi untuk mengukur “nilai kapsitor”
  • Tetapi pengalaman kami ESR meter dapat di-manfaatkan untuk memperkirakan kerusakan kapasitor milar dengan nilai 552 hingga 203 yang biasa dipasang pada kolektor tr horisontal out. Caranya dengan melihat simpangan jarum-meter dengan membandingkan antara kapasitor yang dicurigai rusak dengan kapasitor contoh yang masih bagus.

 

******************

Ganti UPS Astello ada gangguan gambar

 

Pasang Ups Astello gambar selalu muncul garis putus-putus horizontal (dari ahmad baidowi wongmediun@gmail.com)

Saya sudah berulangkali mengalami hal seperti ini, dan mungkin pernah dialami rekan-rekan teknisi yang lain.  Setiap memasang modul ups Astello sering muncul gangguan :

  • Gangguan berupa garis putus-putus yang memenuhi layar secara horizontal.
  • Gangguan seperti motif jala-jala. 
  • Gangguan kadang disertai suara agak kasar seperti chanel bergeser.

Semua tegangan sekunder saya cek normal. Semula saya berpikir karena gangguan interfensi frekuensi tinggi dari ups Astello tersebut. Saya coba jauhkan Astello dan posisinya saya ubah-ubah. Eee... ternyata tetep aja masih gangguan ....

Sampai sekarang saya masih kesulitan. Mohon bantuannya bapak Marsono kira-kira apa penyebab gangguan tersebut dan bagaimana cara mengatasinya. 

 

JAWAB :

Saya sendiri sudah berkali-kali mengganti dengan Astello, tetapi kok belum pernah menjumpai gangguan-gangguan seperti diatas. Jadi belum pernah coba otak-atik masalah tersebut.

  • Semua switching regulator sama juga seperti  Astello dapat menimbulkan gangguan seperti diatas yang istilah teknisnya adalah RFI (radio frekwensi interference).
  • RFI muncul akibat arus listrik yang diswitching on-off dengan frekwensi tinggi.
  • RFI ini dipancarkan seperti halnya gelombang radio atau teve dan dapat diterima oleh antena sehingga menimbulkan gannguan.
  • Dan gangguan dapat muncul lebih parah jika desain sebuah switching regulator tidak baik, misalnya karena frekwensi switching yang tidak stabil, serta tidak adanya sirkit untuk meredam RFI.

Untuk mengatasi atau menghilangkan atau minimal mengurangi gangguan tersebut, ada beberapa cara untuk dicoba.

  • Perbaiki antena penerima. Mungkin kabel coaxial antena yang digunakan kualitas kurang bagus sehingga gangguan mudah masuk lewat antena. Mungkin juga penerimaan sinyal teve setempat tidak terlalu kuat, sehingga gangguan jadi menonjol dibanding sinyal yang diterima.
  • RFI  dipancarkan lewat par-kabelan. Oleh karena itu sedapat mungkin penggunaan kabel sependek mungkin (untuk Astello terutama kabel merah dan kabel hitam). Menjauhkan Astello justru dapat memperparah gangguan karena perkabelan menjadi tambah panjang.
  • Setiap switching regulator pada bagian kumparan primer selalu ada sirkit untuk meredam frekwensi transient yang mungkin dapat menimbulkan gangguan RFI. Jika memasang Astello maka sirkit tersebut biarkan terpasang jangan dilepas (.......lihat contoh gambar dibawah).

clip_image002

clip_image004

clip_image006

 

***************************

Sunday, January 1, 2012

Kerusakan raster blank pada TDA9381

 

Menangani pesawat yang menggunakan sirkit yang menggunakan UOC TDA9381 atau seri TDA lainnya, tentu kita akan menjumpai beberapa hal seperti dibawah ini :

  • Pada saat pesawat dinyalakan pertama kali, munculnya raster lebih lama jika dibanding dengan pesawat yang menggunakan ic Jepang seperti misalnya seri Sanyo LA, Toshiba TA atau Mashushita M.
  • Jika emisi katode R, G, B sudah berbeda jauh....maka munculnya raster makin membutuhkan lama
  • Jika salah satu katode CRT sudah sangat lemah, maka raster tetap akan blank terus tidak mau nyala – keruskan bukan pada ic TDA. Banyak teknisi pemula yang terjebak pada kasus ini, menyangka bagian TDA yang rusak
  • Pada saat raster masih gelap kadang kita melihat sebuah garis horisontal pada bagian layar atau bagian bawah layar. Hal ini biasanya dapat terlihat jika vertikal-size agak kurang lebar
  • Kecuali 3 buah jalur R-out, G-out dan B-out – TDA mempunyai satu jalur hubungan lagi ke pcb CRT soket yang diberi nama AKB.
  • Biasanya dipasangkan dengan TDA6107 sebagai video-drive pada sirkit pcb CRT soket.
  • Pada ic buatan Jepang – jika tegangan pada pin- R,G,B out nol, maka kerusakan pasti ada pada bagian ic tersebut. Tetapi pada TDA – jika tegangan pin- R,G,B out nol kerusakan belum tentu pada ic tersebut, dapat disebabkan kerusakan pada sirkit pcb CRT soket atau tabung CRT.
  • Adjustment VR G2 (screen) kadang cukup kritis....jika terlalu kecil dapat menyebabkan raster gelap blank.....jika terlalu besar dapat menyebabkan layar nyala tanpa gambar dan ada garsis-garis blangking.
  • Semua hal tersebut diatas, disebabkan karena TDA mempunyai sirkit Continuous Cathode Calibration (CCC) atau sirkit AKB (Automatic Cathode Bias).

 

Apa fungsi sirkit CCC itu ? Dan apa keuntungannya ?

  • Dinamakan CCC atau AKB karena sirkit ini mampu menyetel (adjust) secara otomatis low-light white-balance R,G,B cut-off arus katode bias tabung CRT setiap kali pesawat dinyalakan pertama kali.
  • Tabung CRT jika sudah digunakan beberapa lama, maka emisi ketiga katodenya tentu akan mengalami perubahan (degradasi). Perubahan masing-masing katode tidak selalu sama, misalnya warna G lebih cepat menurun menjadi lebih lemah. Hal ini tentu akan mengakibatkan “white balance” berubah. Gambar rambut orang yang hitam misalnya, mungkin berubah menjadi kemerah-merahan atau ke biru-biruan. Sirkit AKB berfungsi mengajust white-balance kembali setiap kali pesawat dinyalan pertama kali, hal ini untuk menjaga kualitas warna gambar yang selalu prima

 

Bagaimana cara kerja sirkit CCC ?

  • Pada saat pertama pesawat dinyalakan pin-R,G,B-out di-muting sehingga tegangannya nol semua sehingga raster blank.
  • Pulsa-pulsa pendek sebagai sampling akan dikeluarkan secara bergantian dari pin-R,G,B out pada setiap awal vertikal blangking. Sinyal sampling ini kadang dapat terlihat pada bagian atas atau bagian bawah layar.
  • Pulsa-pulsa sampling akan menyebabkan arus katode R,G,B CRT.
  • Besarnya masing-masing arus katode R,G,B akan diumpan balikkan kembali lewat jalur AKB atau IK ke ic TDA.
  • Oleh bagian “Continuous Cathode Calibration” besarnya pulsa umpan balik sampling ini masing-masing akan dibandingkan dengan sebuah tegangan referensi untuk mengetahui seberapa kuat/lemahnya emisi katode.
  • Kemudian ketiganya akan diadjust agar mendapatkan white-balance yang tepat. Proses pen-adjust-an ini kadang membutuhkan waktu lama jika emisi ketiga katode sudah tidak seimbang lagi. Oleh karena itu kadang munculnya raster kadang butuh waktu lama
  • Jika white-balance sudah tercapai – maka muting akan dilepas – dan pada pin-R,G,B-out akan muncul tegangan dan raster menyala.
  • Jika white-balance tidak dapat tercapai, maka R,G,B-out akan tetap di-muting nol volt...dan raster tetap gelap terus.

clip_image002

Keterangan :

  • CCC = Continuos Cathode Calibration
  • BLKIN = Black Current = AKB = IK = Cut-off
  • BCLIN = Beam current = ABL
  • Ic yang menggunakan sistim ini adalah seri TDA3562, TDA8366, TDA837x, TDA884x, TDA885x, TDA935x, TDA936x, TDA938x, TDA120xxx
  • Banyak digunakan pada merk SONY, SAMSUNG dan SHARP

 

TROBLESUTING

Apa yang perlu dilakukan jika menjumpai raster blank dan tidak ada OSD pada sirkit TDA.

PERTAMA COBA NAIKKAN TEGANGAN SCREEN (G2) – dengan memutar kekanan VR screen

 

(1) Jika layar tetap blank, maka kemunginan penyebab adalah :

  • Heater tidak menyala
  • Bagian vertikal tidak kerja
  • Tegangan screen short karena kerusakan kapasitor filter, CRT - G1 short dengan G2 atau flyback rusak
  • CRT rusak (emisi habis)

 

(2) Jika raster nyala putih dengan garis-garis blangking, maka kemungkina penyebab adalah :

  • Tidak ada pulsa FBP ke pin-34. Periksa jalur pulsa dari pin-AFC flybak ke pin-34.
  • Kalau merk SAMSUNG pulsa FBP biasanya diambil dari kolektor transistor horisontal-out lewat kapasitor 681pf/2Kv. Cek mungkin jalur putus atau ada part yang short.
  • Ada kerusakan salah satu part pada sirkit pcb CRT soket
  • Tidak ada tegangan suply 180v
  • Jalur umpan balik AKB atau IK dari pcb CRT soket ke pin-50 terputus
  • Adjustment VR screen kurang pas (* baca keterangan dibawah)
  • Tegangan heater kurang
  • Kadang dapat dikoreksi dengan menaikkan tegangan hetaer

 

(3) Jika raster nyala dengan salah satu warna dominant, maka kemungkinan penyebab adalah :

  • Emisi salah satu katode lemah (CRT rusak)
  • Ada kerusakan pada salah satu penguat Video-drive R,G,B
  • Tegangan heater kurang
  • Kadang dapat dikoreksi dengan menaikkan tegangan heater

 

*Cara adjustment VR screen pada sirkit TDA :

  • Putar VR kekanan, sehingga muncul garis-garis blangking
  • Kembalikan step-by step (sedikit-demi-sedikit)
  • Setiap kali mengurangi VR screen – tunggu beberapa saat – hal ini untuk memberi waktu sirkit CCC melakukan adjustment white-balance

 

Dari contoh ketiga gejala tersebut diatas, maka keputusan menilai bahwa ic TDA yang rusak hendaknya menjadi alternatip terachir.

 

********************

Catatan :

  • Kerusakan raster gelap tetapi OSD muncul – berarti bukan kerusakan RASTER BLANK.
  • Kerusakan pada ic video-chroma seperti karena tidak ada tegangan ABL, kerusakan bagian TV/AV switch, jalur sinyal Video terputus, atau ic video-chroma sendiri yang rusak.