Wednesday, March 28, 2012

Trik memeriksa apakah bagian Vertikal sudah bekerja

 

KASUS :

  • Pada model-model tertentu, jika “bagian vertikal tidak kerja” dapat menyebabkan pesawat mati protek.
  • Karena pesawat keburu mati, maka dalam hal ini kita tidak dapat melihat gejala kerusakan yang berupa nyala raster satu garis.

TRIK MEMERIKSA APAKAH BAGIAN VERTIKAL SUDAH KERJA.

Seorang rekan teknisi menunjukkan sebuah trik untuk mengetahui apakah bagian vertikal sudah bekerja atau belum dengan cara sebagai berikut ;

  • Ambil sepotong magnet kecil
  • Pegang dan dekatkan ke kumparan vertikal pada def yoke
  • Hidupkan teve
  • Jika bagian vertikal sudah bekerja, maka magnet akan terasa bergetar.

 

Catatan :

  • Potongan magnet kecil dapat diperoleh dari mesin teve bekas (eks ganti mesin China). Cari kumparan atau coil Hor Linear yang lokasinya disekitar flyback. Jika coil tersebut dibongkar, kita bisa mendapatlan potongan magnet kecil yang bentuknya seperi pil tetapi sedikit lebih besar.

 

*************************

Sunday, March 11, 2012

Prinsip kerja Error Amp SE115 dan KA431

 

Romi Binjai lewat facebook bertanya :

  • Pak posting dunk cara kerja IC KIA 431 pd sirkit smps smua merk tv, banyak juga teman kewalahan menangani over voltage,

 

JAWAB.

Untuk menjelaskan pertanyaan diatas, akan mudah kalau dipahami dulu cara kerja bagaimana tegangan B+ diatur agar stabil pada PSU seperti pada teve China.

clip_image002

 

  • Q702 dinamakan ERROR AMPLIFIER
  • Kolektor Q702 dihubungkan ke Photocoupler sebagai penghubung umpan balik antara tegangan B+ ke bagian switching regulator pada bagian primer.
  • Kenapa harus digunakan Photo-coupler sebagai penghubung? Sebab bagian primer dan bagian sekunder power suply masing-masing groundnya tidak boleh saling berhubungan. Hal ini dilakukan dengan alasan karena ground bagian primer kalau dipegang kita bisa kena sengatan listrik AC220v.
  • Emitor Q702 tegangan dikunci pada 5.6v. Tegangan ini dipakai sebagai TEGANGAN PEMBANDING (reference voltage).
  • Seumpama tegangan B+ naik – maka tegangan antara basis-emitor Q702 juga akan naik. Hal ini akan menyebabkan arus yang melalui diode photocoupler-kolektor Q702 juga akan naik bertambah besar . Besarnya arus ini akan memberikan umpan balik ke bagian primer switching regulator agar bekerja menurunkan tegangan B+
  • Sebaliknya seumpama tegangan B+ turun – maka arus yang melalaui diode photocoupler-kolektor Q702 juga akan turun. Hal ini akan memberikan umpan balik ke bagian primer switching regulator agar bekerja menaikkan tegangan B+.

 

JADI YANG PERLU DI-INGAT ADALAH RUMUS SEPERTI DIBAWAH INI :

  • Jika arus yang melalui diode photocoupler bertambah BESAR – maka tegangan B+ akan TURUN
  • Jika arus yang melalui diode photo-coupler bertambah KECIL – maka tegangan B+ akan NAIK.

 

 

Bagaimana dengan cara kerja SE115 dan konco-2nya seperti SE140, TL431 atau S185?

  • Prinsip cara kerjanya adalah hampir sama saja dengan penjelasan diatas.

clip_image004

clip_image006

  • Kaki (no. 1) yang biasa dihubungkan ke tegangan B+ dinamakan V.out sense). Kaki (no .2) atau tegangah yang biasa dihubungkan diode photo-coupler dinamakan Kolekto. Kaki (no.3) yang biasa dihubungkan ke ground dinamakan Ground.
  • Arus mengalir dari diode photocoupler – ke kaki no.2 – terus ke ground kaki no.3.
  • Besarnya arus yang mengalir lewat kaki no.2 ke kaki no.3 ini DITENTUKAN oleh besarnya tegangan pada kaki no .1 dengan rumus seperti penjelasan diatas.
  • Jika terjai kerusakan pada R725 (molor) atau photocoupler misalnya. Maka hal ini akan menyebabkan arus yang melalui photocoupler turun dan bertambah kecil – dan akan menyebabkan tegangan B+ melonjak.

 

Apa bedanya SE115 dengan KIA431

  • SE115 dan family-nya didesain untuk error amplifier tegangan B+ diatas 90v. Tidak dapat dipakai untuk tegangan yang lebih rendah.
  • KA431 didesain untuk error amplifier tegangan dibawah 30v. Tetapi dapat juga dipakai untuk tegangan yang lebih tinggi, yaitu dengan cara memasang resistor ratusan kilo pada kaki no.1. Memasang resistor pada kaki no.1 akan menyebabkan tegangan B+ bertambah tinggi.

 

Kenapa pada teve model tertentu seperti Sharp, Polytron tegangan B+ hanya kecil?

  • Coba lihat contoh skema diabawah
  • Pada saat st-by Q703 basis mendapat tegangan “high”
  • Akibatnya Q703 akan “on” dimana kolektor-emitor seperti di-SHORT-kan.
  • Arus photocoupler akan dishortkan langsung ke ground tanpa melewati SE130.
  • Akibatnya arus yang melalui diode photocoupler akan menjadi bertambah besar – sehingga tegangan B+ drops.

clip_image008

 

 

Catatan :

  • Untuk memastikan apakah power suply bekerja normal atau tidak? (Maksudnya tegangan B+ bisa normal) .
  • Maka dapat dilakukan percobaan dengan mencoba meng-OPEN solderan Q703

 

 

Pin-out TL431

                                        clip_image010                   clip_image012

 

 

************************

PAGE SHARP



PROTEK

Friday, March 9, 2012

Cara menembak Katode short dengan G1


KASUS :
  • Raster merah disertai dengan garis-garis blangking
  • Tidak ada gambar maupun OSD
  • Screen coba diminimalkan raster tetap menyala
 
PEMERIKSAAN :
  • Solderan Katode Red pada kaki CRT soket di open – raster tetap menyala merah.
  • Biasanya hal seperti ini disebabkan karena Katode short dengan Heater – maka kami coba mengisolir heataer dari ground dengan cara membuat lilitan pada ferit flyback sebagai pengganti tegangan heater – Tetapi problem tetap sama saja.
  • Kesimpulan kami Katode telah short dengan G1 – maka kami coba open solderan kaki G1 pada CRT soket - Dari percobaan ini terbukti memang Katode short dengan G1
 
ANALISA :
  • Short disebabkan oleh adanya kotoran atau kerak yang terakumulasi pada katode.
  • Short kadang hanya terjadi pada saat heater dipanaskan, jadi ketika teve dimatikan short tidak dapat dicek menggunakan ohm-meter. tetapi kadang short dapat dicek menggunakan ohm-metar.
  • Short atau hubungan antara Katode dengan Heater mungkin mempunyai resistansi beberapa ohm hingga puluhan kilo ohm
 
SOLUSI :
Kotoran dapat dihilangkan dengan cara ditembak. Cara yang pernah kami lakukan adalah sebagai berikut :
  • Lepas soket CRT yang asli.
  • Pasang soket CRT kosong.
  • Beri tegangan heater dari luar menggunakan DC power-suply atau tranfo adaptor dengan tegangan sekitar 5 hingga 6v.
  • Tembak pin Katode dengan G1 menggunakan tegangan listrik AC 220v yang diseri dengan lampu 100w/220v (dengan cara disentuhkan sesaat)
  • Saat ditembak terlihat bunga api keluar didalam lehar tabung CRT. Hal ini menunjukkan bahwa kotoran telah rontok.
 
 Wildan Tauchid bertanya :
  • Saya masih bingung disaat katoda dan G1 di tembak dgn ac 220v yg diseri dgn bohlam, heater dalam keadaan menyala dan dimatikan baru ditembak.
  • Kalau kondisi shortnya hanya terjadi pada saat teve dihidupkan, maka heater perlu dinyalakan terus menggunakan suply dari luar. Tetapi kalau shortnya terjadi terus walaupun teve dalam keadaan mati sekalipun, maka tidak perlu dengan menyalakan heater


Catatan :



***************************

Monday, March 5, 2012

Cara sederhana memeriksa emisi tabung CRT tua

 

KASUS :

  • Mungkin para teknisi sering mengalami kejadian yang membikin gondok seperti ini. Sudah capek-capek memperbaiki teve dengan problem mati dan mengganti berbagai macam part, ketika pesawat sudah bisa hidup ternyata tabung CRT telah lemah atau salah satu katode mati.

Untuk menghindari pengalaman pahit seperti diatas, maka setiap kali akan mereparasi teve tua selalu kami lakukan dulu cek emisi tabung CRT.

 

Caranya adalah sebagai berikut :

  • Sediakan tranfo adaptor 2A tanpa CT yang mempunyai tap tegangan 6v, 7.5v, 9v.
  • Sediakan soket CRT kosongan sesuai dengan tabung yang akan dicek (bisa baru maupun bekas)
  • Lepas soket CRT aslinya dan pasang CRT soket kosongan
  • Hidupkan heater menggunakan tranfo adaptor. Sesuai kan tap tegangan agar tegangan heater sekitar ac 5 hingga 6v (coba mulai dari tap tegangan terkecil tentunya)
  • Siapkan Ohm meter dan set pada posisi OHM x 1K
  • Tempelkan probe hitam pada pin G1.
  • Tempelkan secara bergantian probe merah pada Katode Red, Katode Green, Katode Blue
  • Kalau jarum meyimpang sekitar 80-90% berarti emisi masih bagus
  • Kalau jarum menyimpang kurang dari 50% berarti emisi sudah mulai lemah.

 

Kalau ternyata emisi sudah lemah, maka tabung CRT kami coba tembak dulu. Kalau berhasil maka teve baru diperbaiki.

 

**********************

Sunday, March 4, 2012

Membuat sendiri flybak (FBT) tester


Baru kali ini kami diperlihatkan alat test flyback yang cukup praktis dan mudah dibuat sendiri. Sebelumnya dari internet sudah kami kenal alat test flyback yang menggunakan prinsip ”ringging test” dan “osilator horisontal driver”. Ringging test hanya dapat mendekteksi jika terjadi kerusakan kumparan primer flybak short. Sistim osilator horisontal cukup baik, cuma kadang transistor power menjadi rusak jika untuk memeriksa flyback yang bagian primer short.
Alat diperlihatkan oleh seorang rekan yang dibuat menggunakan bekas power suply CPU yang masih bekerja. Keuntungan lain dari alat ini ialah dapat untuk memeriksa tranfo swiching atau def yoke yang rusak.

clip_image002

Cara pembuatan :
  • Sediakan power suply CPU yang masih bekerja.
  • Untuk menghidupkan power suply maka kontrol power on-off perlu dihubungkan ke ground. Pasang switch on-off agar dapat dihidup-matikan. Kabel power on-off umumnya berwarna hijau.
  • Pasang sepasang kabel secukupnya yang dihubungkan keluar pada kumparang primer tranfo switching power suply CPU sebagai test probe (contoh gambar adalah pin-5 dan 6 tranfo switching kanan-atas)) dengan cara disolder.
  • Pasang sepasang japitan buaya pada kedua ujung test probe bagian luar.
  • Pasang sebuah diode LED sebagai indikator pada tegangan sekunder  5v yang diseri dengan resistor sekitar 5k. Diode ini tidak boleh nyala terlalu terang dengan tujuan kalau terjadi tegangan drops dapat terlihat nyalanya kedip. Besarkan nilai resistor jika nyala masih terlalu terang.
  • Pasang lampu dop 60 atau 100w secara serial pada ac input. Tujuannya agar kalau flyback yang ditest short tidak menyebabkan power suply rusak.
  • Buat sepasang kabel yang kedua ujungnya masing-2 dipasang japitan buaya. Kabel ini nanti digunakan untuk menghubungkan volt-meter dengan kaki-kaki flyback.
 
Cara penggunaan.
  • Lepas flyback.
  • Hidupkan power suply
  • Pasang ac volt meter antara ground flyback dengan pin-heater atau pin-vertikal suply
  • Sentuh-sentuhkan test probe pada pin-B+ dan pin-kolektor flybak.
  • Jika flyback masih bagus – maka lampu led indikator nyalanya terlihat konstan (tidak kedip). Dan terlihat ada tegangan pada ac volt meter.
  • Jika flyback rusak (short), maka lampu led akan terlihat redup setiap saat test probe disambung, dan lampu dop serial terlihat menyala.
  • Kadang flyback rusak pada bagian tegangan tinggi, fokus atau screen. Pasang dc volt meter antara ground flyback dengan kabel screen untuk mengetahui hal ini.

*************************

Saturday, March 3, 2012

Sharp kode kedip (blinking code)


SELF DIAGNOSIS
Sharp hanya mempunyai sedikit model yang diperlengkapi dengan self-diagnosis dimana lampu stand-by led-merah akan kedip-kedip secara berulang dengan jumlah kedipan tertentu. Banyaknya jumlah kedipan ini dapat digunakan untuk membantu diagnosa bagian mana yang problem.
Dibawah ini adalah beberapa contoh arti kode kedip (blingking code)
 
Sharp chasis GA1E
clip_image002
 


Sharp chasis GA200
clip_image004



Sharp menggunakan IXC3410 atau IXC3412 :


2 x       IC1003    EEP ROM
3 x       IC801     TVPROCESSOR
4 x       IC401      AV SWITCH
5 x       IC305     SOUND PROCESSOR
6 x       IC2300   (NICAM/IGR)  STEREO DECODER
8 x       TU201    TUNER
 


********************************









Sony kode kedip (blinking code)

 

SELF DIAGNOSIS

Beberapa model Sony diperlengkapi dengan self-diagnosis dimana lampu stand-by led-merah akan kedip-kedip secara berulang dengan jumlah kedipan tertentu. Banyaknya jumlah kedipan ini dapat digunakan untuk membantu diagnosa bagian mana yang problem.

Dibawah ini adalah beberapa contoh arti kode kedip (blinking code)

Sony chasis FE2

clip_image002

 

Sony chasis BX1

clip_image004

 

Sony chasis BG3S

clip_image006

 

Sony chasis BA5D

clip_image008

 

Sony chasis BG3R

clip_image010

 

Sony chasis BG2T

clip_image012

 

Sony chasis BA6

clip_image014

 

Sony chasis AG3E

clip_image016

 

 

***********************