Monday, December 30, 2013

TMPA8823 mati st-by setiap 15 menit

 

TUSER…………minta tolong lewat Facebook :

  • Tv cina menggunakan IC8823CPNG5BB1.
  • Kerusakan jika 15 menit tv st-by sendiri ,
  • Pengaturan waktu tidak ada masalah
  • Yg sudah di ganti ic memori,,ganti eep,,ganti ic8823,
  • Sepertinya program membaca bahwa tv tidak ada sinyal/layar biru makanya setiap 15 menit st-by.
  • Jika di menit ke 14 di pindah ch tepat 15menit tv tidak stby,,masa iya nonton tv harus rajin pindah ch
  • Di Auto-search gak nangkep, tapi kalau di fine ada gambar dan suara ada.
  • Pakai dvd pun normal

 

MarsonoTv :

  • Cek mungkin komponen pd jalur dari pin-45 yg kemudian masuk ke pin-62 ada yg putus/short.

TUSER :

  • Setelah mendapat masukan dari pakde Sumarsono Budiharjo dlm waktu 15menit ketemu biang keroknya. TR yg dari jalur pin-62 gemblung. Pada hal Tr sebelahnya tr VT dah tak ganti. Beginilah kalau kerja cuma kiro-2logi………kiro2 yo iki hehehhe. Karena pin-62 pin leh ku pikir gak ada hubunganya sama kasus-ku . Trims buat pakde,

MarsonoTv :

  • Dalam teknik troubleshooting - Itulah perlunya memahami : cara kerja, data sheet, skema....kemudian dipelototi untuk di-analisa. ...Disitu dapat dilihat bahwa bagian mikrokontrol membutuhkan "sinyal sinkronisasi" yg masuk ke pin-62 dari pin-45
    Sinyal sinkronisasi ini diperlukan oleh bagian mikrokontrol untuk : (1) saat auto search agar bisa nyantol jika trima siaran…….(2) Teve ini rasanya mempunyai fasilitas "Auto Shut-off" artinya teve akan otomatis mati sendiri jika siaran habis. Karena pin-62 tidak trima sinyal sinkronisasi, maka dikiranya siaran sudah habis...makanya 15 menit kemudian otomatis tv mati.

clip_image002

 

******************

Mengganti Tr Horisontal rusak –Apa resikonya ?

 

Menjumpai transistor horisontal-out yang rusak . Maka ada beberapa macam RESIKO jika kita langsung menggantinya.

  1. Dihidupkan langsung jebol lagi
  2. Transistor panas……kalau dibiarkan resiko jebol lagi.
  3. Transistor normal. Tapi setelah beberapa lama (mungkin hanya beberapa hari, atau mungkin 3 bulan) kembali rusak lagi.
  4. Sampai lama tidak rusak lagi.

 

Dihidupkan langsung jebol lagi dapat disebabkan karena :

  • Cek tegangan B+ terlebih dahulu.
  • Flyback rusak. Dapat dicek pakai FBT tester atau dengan cara seri lampu dop 100w.
  • Kapasitor damper nilai drops, cek pakai kapasitor-meter
  • Transistor palsu. (…….paling sering dijumpai adalah C6090)
  • Baca ini juga 1
  • Baca ini juga 2
  • Mau buat sendiri FBT tester

 

Dihidupka  transistor panas.

  • Cek tegangan B+ terlebih dahulu
  • Cek elko pada primer tranfo horisontal driver.
  • Beberapa model untuk suply Vcc hor-drive menggunakan 2 macam sumber. (1) Untuk start berasal dari power supply , dan (2) Setelah teve hidup disuply dari arah flybak. Yang dari arah flyback ada komponen yang rusak
  • Def Yoke rusak. Mengganti def yoke dengan impedansi (ohm) yang lebih rendah juga dapat menyebabkan taransistor panas.
  • Kerusakan part pada bagian horisontal driver seperti, Resistor yang molor nilainya, faktor penguatan Transistor drops, Tranfo yang setengan short, solderan yang kurang baik.
  • Kerusakan flyback setengah short. Tapi hal ini biasanya disertai gejala gambar yang tidak normal.
  • Transistor tidak cocok atau palsu
  • Baca juga ini 1.
  • Baca juga ini 2.

 

Dihidupkan normal tetapi setelah beberapa hari atau bulan rusak lagi.

  • Problem semacam ini kadang yang agak sulit diketemukan penyebabnya
  • Cek tegangan B+ terlebih dahulu.
  • Tegangan B+ kadang melonjak, karena kerusakan bagian regulator.  Untuk mensiasati problem semacam ini – pasang diode pembatas tegangan seperti R2M atau R2K. Kalau diketemukan diode short berarti regulator problem
  • Pada pesawat model lama - osilator horisontal mungkin menggunakan “keramik resonator 503”. Yang berwarna biru biasanya sering bermasalah. Kerusakan komponen ini dapat menyebabkan frekwensi horisontal berubah, flyback “ngencrit”….trus transistor horisontal jebol. Gejala lain kerusakan part ini ditandai kadang gambar kadang roboh.
  • Kerusakan ic besar pada bagian H.AFC yang dapat menyebabkan frekwensi horisontal berubah, flyback “ngencrit” …..trus horizontal jebol (……sering dijumpai pada TDA9381)
  • Solderan yang kurang baik pada kapasitor damper atau tranfo driver

 

Sampai lama tidak rusak lagi.

  • Anda beruntung – kebetulan kualitas transistor horisontal yang lama mungkin kurang bagus

 

 

*************************************

Sunday, December 29, 2013

China LA76810 flyback tidak nyembur

 

Langkah-langkah pemeriksaan jika horisontal belum mau start (flyback tidak nyembur)

Agar horisontal bisa start, maka syarat-syaratnya adalah.

  1. Power suply telah bekerja, sehingga ada tegangan B+ dan tegangan st-by 5v
  2. Mikrokontrol LC86xxxx sudah pada posisi “power-on” (bukan st-by)
  3. Horisontal osilator yang merupakan bagian dari LA76810 sudah mendapat tegangan “start”

clip_image002

 

Prosedure pemeriksaan :

  • Cek tegangan B+
  • Cek tegangan supply untuk H.Start untuk bagian horisontal osilator pada Resistor yang mensuply pin-25. Tegangan ada yang 8v, 9v, atau 12v (bisa berbeda untuk model yang berbeda). Tegangan yang masuk pada pin-25 sendiri sekitar 5v. Kadang pin-25 tidak ada tegangan, tetapi jika pin-25 solderan disedot, tegangan menjadi ada – ini artinya La76810 rusak.
  • Cek tegangan sekitar 3v pada pin-27 ( H-out), jika tidak ada tegangan artinya LA76810 rusak. sebenarnya yang dioutputkan dari sini merupakan pulsa-pulsa yang hanya bisa dilihat menggunakan osiloskop
  • Cek tegangan sekitar 0.7v pada Basis Tr Hor-drive
  • Cek tegangan suply pada kolektor Tr Hor-drive. Kadang tegangan ini tidak ada, tetapi jika transistor dilepas tegangan menjadi ada – ini menunjukkan LA76810 rusak.
  • Cek tegangan ac sekitar 1-2v pada sekunder tranfo hor-drive. Tidak ada tegangan menunjukkan bahwa osilator horisontal belum bekerja.

clip_image004

  • Jika sudah ada tegangan ac pada sekunder tranfo hor-drive atau basis transistor horisontal-out, maka hal ini menunjukkan osilator horisontal sudah bekerja.
  • Jika flyback belum juga nyembur maka kerusakan kemungkinan pada Transistor Horisontal-out, Flyback, Def Yoke atau ada jalur yang putus.

 

Tidak ada tegangan supply untuk H.Start dapat disebabkan :

  • Kemungkinan pertama mikrokontrol belum bekerja atau masih dalam posisi “st-by”. Karena tegangan H.Start dikontrol on-off oleh mikrokontrol.
  • Jika mikrokontrol “power-on” tetapi tegangan suply H.Start masih belum masuk. Maka artinya jalur transistor “switch” yang mengatur on-off tegangan suply H.Start bermasalah. Periksa transistor-transistor dan jalur printednya. Contoh gambar dibawah jalur ini adalah VD854 – 2SB892 (transistor switch on-off) – AN7812.
  • Pin-25 short. Coba di open solderan pada pin-25. Jika tegangan suply H.Start ada – artinya IC LA76810 rusak.

clip_image006

 

Cara memeriksa jika mikrokontrol sudah bekerja :

  • Gunakan Remote kontrol.
  • Tekan tombol power – tunggu sebentar maka tegangan pada pin-7 harus berubah (low-high atau sebaliknya).
  • Tekan lagi tombol power – tunggu sebentar maka tegangan pada pin-7 akan berubah lagi.

 

Prosedure pemeriksaan jika mikrokontrol belum bekerja (gambar dibawah contoh dari LC86xxxx)

  • Cek tegangan 5v supply Vdd pada pin-8
  • Cek tegangan RESET 4.5v pada pin-13 yang berasal dar V702.
  • Cek tegangan sekitar 1-2v pada kaki-kaki x-tal osilator. Jika tidak ada tegangan atau tegangan naik menjaddi 4v – artinya mikrokontrol rusak.
  • Cek tegangan SDA/SCL sekitar 4.5v.
  • Memori data error, atau pernah diganti dengan ic kosongan, atau pernah diganti dengan memori data yang berbeda

clip_image008

 

Catatan :

  • Untuk menghidupkan teve dapat digunakan tombol Ch-up, tetapi tidak dapat untuk mematikan teve. Tegangan kontrol dari tombol front panel masuk ke mikrokontrol lewat pin-9 (Key-in). Pada pin ini harus ada tegangan 5v, dan jika salah satu tombol di-tekan tegangan harus berubah turun sesuai dengan tombol mana yang ditekan.
  • Memori yang dijual diluaran merupakan memori kosongan. Di pabrik memori ini diisi terlebh dahulu (diprogram atau diflash) dengan data tertentu.

 

****************************

Teori dasar elektronika :

  • Transistor kecuali dapat digunakan sebagai penguat (amplifier) juga dapat digunakan untuk “switch on-off”
  • Dikatakan “on” jika kolektor-emitor “terhubung”
  • Dikatakan “off” jika kolektor-emitor “putus”
  • Transistor jenis 2SC atau 2SD akan “on” - jika basis mendapat tegangan “lebih dari 0.7v”
  • Transistor jenis 2SA atau 2SB akan “on” jika basis tegangan “kurang dari 0.7v atau nol”

 

**************************************

Wednesday, December 25, 2013

Penting untuk menjaga mata solder

 

Solder adalah senjata utama para teknsisi setelah avometer. Menjaga mata solder (solder tip) agar tetap bersih dan awet diperlukan perhatian khusus agar jika digunakan tetap dapat menyalurkan panas dengan sempurna dari mata solder ke bagian yang akan disolder. Menyolder dengan benar tidak perlu harus menekan-nekan mata solder, tetapi cukup ditempelkan saja dan tunggu sampai timah mencair. Menyolder dengan cara di-tekan-tekan menunjukkan bahwa mata solder telah kotor, karena dilapisi lapisan oksidasi yang menghambat penyaluran panas. Oleh karena itu mata solder harus selalu dijaga agar selalu dilapisi oleh lapisan timah yang tipis sehingga terlihat terang dan mengkilat.

 

  • Jangan digunakan untuk mencongkel kaki komponen. Mencongkel kaki komponen dapat menggunakan bantuan  pisau cuter atau obeng jam minus.
  • Jangan digunakan untuk menyolder bahan lain, misalnya plastik, glue gun (solder bakar). Jika hal ini diperlukan gunakan bekas mata solder lain yang sudah tidak terpakai.
  • Untuk membersihkan mata solder jangan dikerok dengan pisau atau semacamnya, karena akan merusakn lapisan mata solder (……lihat gambar dibawah). Ada banyak cara untuk membersihkan mata solder. tapi yang paling simpel adalah : “ Carilah selembar kain bekas kaos dari bahan katun (…..selebar sapu tangan). Celupkan dalam air kemudian peras sampi kering (……jaga agar selalu lembab). Lipat-lipat dan gunakan ini untuk memersihkan mata solder”.
  • Cara untuk membersihkan mata solder yang sudah terlanjur kotor (terbakar). Gunakan board teve yang ada banyak timahnya, misalnya kaki komponen tranfo switching , tranfo filter atau kaki flyback. Tambahkan pada kaki tersebut timah dan beri fluxer (solder pasta, gondorukem). Panaskan solder…….kemudian gosok-gosokkan mata solder kada kaki komponen tersebut secara merata dan bolak-balik, sehingga mata solder terlapisi lapisan timah kembali.
  • Mata solder yang cepat kotor dapat menunjukkan bahwa solder terlalu panas. Cek tegangan listrik mungkin over.
  • Gunakan timah dengan perbandingan 63/37 atau 60/40….jangan sampai terbalik misalnya 40/60.
  • Saya lebih suka menggunakan gondorukem dibanding solder pasta……sebab beberapa solder pasta ada yg bersifat korosif (………..membuat jadi keropos…utamanya jika mata solder lancip)
  • Jaga solder jangan sampai jatuh. Kalau mata soldernya yg jatuh duluan dapat merusak ujung mata solder. Karena itu buat dudukan solder yang aman dan kokoh.
  • Minimal sebulan sekali mata solder harus dilepas dari pemanas soldernya dan dibersihkan. Kalau dibiarkan menempel terus akan menyebabkan korosi dan mata solder tidak dapat dilepas. Dan kalau mata solder jika rusak tidak dapat diganti lagi.

clip_image002

Gambar penampang mata solder

 

 

***************************************************

Saturday, December 21, 2013

LG 29 slim chasis CW62D tidak ada suara

 

KASUS :

  • LG 29 slim stereo Nicam Chasis CW62D kaki ic besar zig-zag TDA112xxx
  • Problem tidak ada suara, gambar normal.

 

SOLUSI :

  • Cek suara dari Audio-out dimasukkan ke aktif speaker – tidak ada suara….hanya terdengar suara “ngeter” yang lemah
  • Cek gambar dan suara lewat AV-in – gambar normal, suara juga tetap tidak ada.
  • Analisa dari gejala 2 langkah pengecekan diatas – maka kemungkinan problem dapat disebabkan karena (1) IC besar rusak, sebab prosesor penerima suara stereo, kontrol volume dan bass-treble semua sudah ter-intregrated jadi satu diadalam ic besar. (2) Data korupt pada ic eeprom. (3) Ada elko filter yang bermasalah - dilihat dari adanya gejala suara ngeter.
  • Ingat akan informasi dari Akang Dede Digitalmas beberapa waktu yang lalu, memang pada model-model yang menggunakan ic zig-zag kalau filter supply 3.3v untuk bagian mikrokontrol nilai drops dapat menimbulkan berbagai macam problem pada suara maupun gambar.
  • Maka sebagai solusi yang paling mudah – langsung kami lakukan dahulu alternatip no.3…….yaitu dengan cara mengganti elko C822 filter 1000uf dengan 2000uF (……………besarkan sekalian biar tambah siiiip). Jika elko ini nilai drops (cek menggunakan kapasitor meter dan esr meter) akan menyebabkan munculnya ripple (bisa di cek menggunakan osiloskop) pada jalur supply ke mikrokontrol dan dapat mengacaukan kerjanya mikrokontrol.

clip_image002

  • Dengan memilih alternatip solusi  paling mudah ini terlebih dahulu …….dan tidak perlu repot-repot …………….ternyata suara langsung “nongol”…….

 

Baca juga ini

*********************************************

Friday, December 20, 2013

Panasonic LCD TH-L42U raster gelap dan no-OSD

 

KASUS :

  • Panasonic LCD TH-L42U30G dengan problem raster gelap dan tidak ada OSD
  • Backlight menyala normal
  • Jika dipasang antena ada suara normal

 

SOLUSI :

  • Cek dengan osiloskop sinyal data RGB pada konektor konektor – semuanya nampak  OK. Jadi jelas bahwa sinyal gambar masih ada.
  • Cek tegangan supply 12v ke modul T-con - ternyata drops tinggal sekitar 6v. Pertama kecurigaan jatuh pada dc-dc converter untuk supply 12v. Tetapi ketika modul T-con dilepas tegangan 12v jadi normal. Maka kecurigaan langsung pada modul T-con yang rusak
  • Lepas modul T-con dan coba diberi tegangan 12v langsung dari sebuah DC power-suply yang mempunyai batas arus 5A ( alat ini juga diperlengkapi dengan Volt dan Ampere meter)……hasilnya tegangan terlihat langsung drops…….jadi sudah dipastikan T-con rusak. Saya sudah berpikir….”wah ini pasti sulit cari penggantinya”.
  • Oleh rekan sekerja modul T-con tersebut  coba pasang paksa terus dengan tegangan 12v……..sambil diraba-raba untuk mencari komponen yang mungkin panas…………..Dan dia info bahwa ada chip diode dan kapasitor yang terasa “anget” (agak panas), dekat sebuah ic jenis QFN kecil.
  • Langsung kami cari datasheet ic tersebut (Max 17113)…….setelah mempelajari contoh skema……maka dapat kami ketahui bahwa komponen yang panas tersebut tersebut adalah D1 dan C24.
  • Analisa dipastikan komponen panas disebabkan karena chip kapasitor setengah short……..dan setelah dilepas dan cek dengan ohm meter - dipastikan kapasitor memang short……
  • Kapasitor chip kemudian kami ganti dengan elko biasa………….modul T-con coba cek kembali dipasang ke suply 12v lagi………….dan kali ini tidak membuat drops lagi.
  • Asembling kembali modul T-con pada pesawat LCD……coba hidupkan……….Dan achirnya gambar langsung joooossssssss………….Kekawatiran kami akan kesulitan mencari T-con langsung sirna

clip_image002[4]

Dc-dc converter untuk supply 12 ke T-con. Awalnya kami curiga bagian ini yang rusak. Tetapi setelah moul T-con dilepas, ternyata tegangan 12PNL keluar normal

 

Max17113 adalah merupakan multi dc-dc converter yang terdapat pada modul T-con yang digunakan untuk menyediakan macam-macam tegangan yang dibutuhkan sebuah panel.

MAX17113

 

************************

Thursday, December 19, 2013

Trik - Samsung TDA9381 raster blank – no OSD


KASUS :
  • Samsung TDA 9381, raster blank, tidak ada OSD (gelap polos)
  • Atau kadang raster nyala sesaat, tetapi terus gelap lagi.
  • Jika tegangan screen dinaikkan raster polos putih dengan garis-garis blangking.
 
Yang dapat menyebabkan problem demikian antara lain :
  • Ajustment tegangan screen kurang pas
  • Elko pump-up (100uf/50v) pada bagian vertikal-out
  • Elko video drive 180v
  • Jalur sinyal IK dari TDA6107 pada board CRT soket ke TDA9381 pin-50 putus
  • Emisi RGB CRT tidak balance lagi (pincang)
Kalau item-item diatas sudah diperiksa ternyata baik, dan analisa masalah utamanya karena emisi CRT sudah pincang, maka trik yang kami gunakan adalah sebagai berikut :
 
Cara.1
  • Hubungkan (solder) menjadi satu ketiga kaki pin-RGB input ic TDA6107 yang terdapat pada board CRT soket. Hal ini bertujuan untuk "menipu" sirkit auto white balance (sirkit IK) sehingga se-akan2 emisi CRT masih sama.
  • Ajust screen hingga muncul garis-garis blangking, kemudian turunkan pelan-pelan.
  • Biasanya raster akan menyala
  • Masuk service mode
  • Masuk menu ADJUSTMENT
  • Pilih item AKB……….jika nilai data “0” ubah menjadi “1”
  • Keluar dari menu ADJUSTMENT
  • Pilih menu ADJUST G2…….ajust screen hingga “OK”
 
Cara.2
  • Pinjam CRT lain yang masih “cling”
  • Ajust screen hingga muncul garis-garis blangking, kemudian turunkan pelan-pelan tegangan screen sehingga muncul gambar
  • Masuk service mode
  • Masuk menu ADJUSTMENT
  • Pilih item AKB.......jika nilai data "0" ubah menjadi "1"
  • Kembalikan dipasang pada CRT yang asli
  • Ajust screen hingga keluar garis-garis blangking, dan turunkan tegangan screen pelan-pelan sehingga keluar gambar.
  • Masuk service mode untuk adjust screen ulang.
 
Catatan :
  • AKB = "0" sirkit auto white balance aktip. AKB = "1" sirkit non-aktip
  • Kalau tetap tidak berhasil, nampaknya CRT RGB sudah pincang berat, kadang bisa di akal-i dengan cara ditembak atau tegangan heater dinaikkan
  • Jika pada saat screen dinaikkan hingga muncul garis-garis blangking layar tidak nyala “putih” lagi….hal ini menunjukkan RGB CRT sudah pincang

***************************









Transistor horisontal panas sekali (tidak tahan lama)

 

KASUS :

  • Philips 21GX1867 model lama chasis ANUBIS-S menggunakan TDA8362
  • Kiriman teknisi kesuliatn dengan problem transistor horisontal panas sekali, dan tidak tahan lama
  • Nomor part asli asli tidak diketahui lagi.

 

SOLUSI :

  • Percobaan dengan macam-macam transistor hasilnya memang “panas” sekali,
  • Bahkan ada salah satu transistor yang menyebabkan “horisontal melipat” pada bagian tengah (ada garis putih tegak lurus ditengah layar)
  • Dari kedua gejala diatas, hal ini analisa menunjukkan bahwa terjadi problem “under drive” artinya sinyal drive dari transistor hor-drive kurang
  • Langkah selanjutnya yang kami lakukan adalah mencari data skema model tersebut (………dan dapat kami peroleh lewat “eletrotanya.com”)
  • Dari skema kami peroleh data (1) tegangan B+ adalah 95v, dan (2) tegangan pada tranfo horisontal drive adalah 24,4 v.
  • Hasil pengecekan menunjukkan  tegangan B+ normal, tetapi tegangan drive ternyata kurang dari 20v.
  • Dengan menambah parallel R10K/2w pada R344, maka tegangan drive dapat naik mendekati 24v………..dan cek transistor horisontal tidak panas lagi.

clip_image002

 

Catatan : Problem lain yang dapat menyebabkan transistor horisontal under drive.

  • Kapasitor (elko) filter pada tranfo hor-drive kering (paling sering terjadi)
  • Transistor driver rusak atau tranfo driver rusak (sangat jarang).
  • Transistor horisontal tidak cocok atau diganti dengan yang terlalu besar sehingga justru menyebabkan under drive.
  • Baca juga posting ini.

Wednesday, December 18, 2013

Samsung chasis KS1A stereo tidak ada suara

 

KASUS :

  • Samsung stereo chasis KS1A, menggunakan modul stereo MSP3411 (lokasi dekat tuner).
  • Problem tidak ada suara.
  • Atau kadang terjadi sehabis di RESET, terus tidak ada suara

 

SOLUSI :

  • Masuk service-mode.
  • Pilih OPTION masuk dengan tekan tombol vol-up
  • Pilih item AUDIO – rubah data dari MONO menjadi STEREO

 

***************************

Tuesday, December 17, 2013

Apa yang perlu diketahui tentang coil Horisontal-Linear

 

Apa yang perlu diketahui tentang Coil Horisontal-Linear ?

 

 

clip_image002

 

clip_image004

 

  • Coil Horisontal-Liner dipasang seri dengan Def-Yoke. Berfungsi untuk memperbaiki (meng-koreksi) cacat horisontal yang disebabkan kumparan def-yoke tidak dapat sepenuhnya bersifat induktif, tetapi juga mempunyai sifat resistif (…disebabkan tahanan ohm kawat tembaga)
  • Setiap model mempunyai nilai yang berbeda-beda, disesuaikan dengan karakteristik def-yoke masing-masing.
  • Jika coil ini diganti dengan nilai yang berbeda akan menyebabkan cacat “horisontal tidak linear”. Yaitu jika teve menampilkan gambar close-up penyiar, pundak kiri-kanan penyiar akan tidak seimbang. Atau jika teks yang ada dibagian bawah yang ditampilkan berjalan…..akan nampak huruf-hurufnya berubah melebar-menyempit jika sampai pada bagian pinggir kiri atau kanan.
  • Coil ini biasanya mempunyai “tanda bulatan” pada bodinya. Demikian juga pada board tempat lokasinya dipasang. Pemasangan harus sesuai tanda. Jika terbalik akan menyebabkan cacat horisontal tidak linear seperti dijelaskan pada item (3)
  • Coil horisontal linear teve tua biasanya bungkus plastiknya mengelupas, terus magnet bulat (seperti pil) yang nempel dibagian atas lepas/jatuh. Hal ini dapat menyebabkan raster kiri-kanan jadi sedikit kurang penuh.
  • Kalau coil ini rusak (atau dishort) akan menyebabkan raster sedikit melebar dan cacat horisontal linear (….tetapi tidak akan menyebabkan kerusakan lain)

 

**********************

Remote mesin Tv Wansonic yang serba guna.

 

Menyimpan Remote Kontrol mesin Wansonic atau MesinTv.com ternyata ada manfaatnya.

Banyak model-model chasis China lama yang cocok dengan remote tersebut, kalau mau masuk service mode tidak usah repot-repot, tinggal “tekan tombol”

Untuk keperluan itu maka perlu sedikit modifikasi. Kelupas stiker yang menutupi “lubang” yang biasa ditusuk untuk masuk service mode. Kemudian pasang “karet tombol” yang diambil dari bekas remote rusak pada lubang tersebut. Untuk masuk service mode maka tinggal pencet tombol ini.

Pengalaman kalau hanya “main tusuk” akan menyebabkan tombol lama-lama rusak

 

**********************

Monday, December 16, 2013

Belajar melepas-memasang ic setengah BGA (lanjutan)

 

Gambar dibawah adalah tampilan ic MAX9694 yang terdapat dalam panel LCd SAMSUNG yang akan coba saya ganti (lepas/pasang). Komponen demikian dinamakan ic tipe QFN (quad flat no leads)…..atau ic tanpa kaki. Menggunakan solder biasa (solder pensil) tentu sangat sulit sekali untuk melepas maupun memasang jenis ic ini. Oleh karena itu akan kami gunakan teknik BGA seperti pernah kami tulis sebelumnya.

image

image

Berbeda dengan teori, karena keterbatasan alat yang kami miliki seperti :

  • Blower tidak ada fasilitas pemanas bawah untuk pre-heat
  • Blower tidak ada indikator suhu..
  • Kami belum pernah melakukan lagi sejak mendapat training. Padahal pekerjaan ini perlu ketrampilan atau latihan yang ber-ulang

Maka kami putuskan untuk melakukan “latihan pemanasan” sebelum mencobanya. Untuk latihan kami gunakan bekas mesin teve biasa yang sudah menggunakan komponen SMD seperti transistor atau ic memori.

setelah berulangulang latihan, maka kami mendapatkan :

  • Berapa seting suhu yang pas. Terlalu panas akan menyebabkan pcb melepuh, komponen sekitar ikut lepas/rusak. Apalagi yang ingin kami lepas didekatnya ada flatwire. Kurang panas akan menyebabkan ic sulit (lama) bisa lepas
  • Berapa seting angin yang paling pas. Angin yang terlalu besar akan menyebabkan panasnya menyebar kesekitar.
  • Angin yang terlalu besar akan menyebabkan ic yang akan dipasang terbang
  • Dalam hitungan keberapa kira-kira ic siap diangkat.
  • Untuk menggangkat ic yang akan dilepas, kami gunakan ujung cuter kecil (…….yang lentur)
  • Fluxer kami gunakan “gondorukem” yang telah dilarutkan kedalam thiner
  • Untuk pre-heat – blower tidak langsung kami dekatkan ke komponen, tapi kami sapukan dahulu dari jarak tertentu
  • Melepas tidak menggunakan fluxer/preheat – dapat menyebabkan ledakan kecil dan timah lembut berhamburan. hal ini disebabkan kadang ada udara yang terjebak dalam timah

Beruntung ic yang akan kami ganti disekitarnya tidak ada part lain yang terlalu dekat….sehingga achirnya komponen sukses diganti…………………..hanya masalahnya ternyata kami salah diagnose……setelah komponen diganti…problem tetap pada wae.

 

*****************************

Sunday, December 15, 2013

Belajar melepas-memasang ic setengah BGA (ic gamma panel LCD)

 

Beberapa minggu yang lalu saya mencoba mengganti ic gamma pd modul panel LCD yang merupakan ic setengah BGA. Kami sebut setengah BGA karena ic tersebut bukan merupakan tipe BGA, kaki-kaki ic masih nampak terlihat nongol sedikit disekitarnya, tapi rasanya sudah tidak mungkin lagi disolder menggunakan solder biasa (……….mungkin ada yg mempunyai pengalaman melakukan dgn solder biasa????)

Dapat informasi dari Digitalmas…..pernah sukses pasang ic ini…..tapi …“masangnya …..suuuuliiiitttt….”, katanya.

Melepas dan memasang kembali ic adalah merupakan “ketrampilan”….artinya tidak cukup teorinya saja , tapi kita perlu berlatih beberapa kali agar mahir. Sebenarnya saya pernah mendapat training semacam ini di Singapore kira-kira lebih dari 10 tahun yang lalu untuk mendampingi staf teknisi saya pada waktu itu untuk repair BGA, dimana BGA pertama kali diterapkan pada teknologi kamera genggam (….waktu itu kayaknya belum ada handphone). Dua hari lamanya hanya untuk belajar melepas dan memasang ic BGA. Dan anehnya….sejak itu ………saya belum pernah mencobanya melakukan lagi.

Alat yang dibutuhkan se-ingat saya waktu itu adalah :

  • Solder blower yang mempunyai pemanas atas/bawah. Yang atas seperti solder blower yang sudah sering kita pakai (mempunyai indikator suhu), tetapi disini ada handle-nya sehingga kita tidak perlu pegang pakai tangan. Yang bagian bawah tidak terlalu panas dan suhu juga bisa di ajust juga (tidak ada indikator). Alat ini hanya cocok untuk board kecil.
  • Fluxer cair (dalam botol kecil yang tutupnya mempunyai semacam kuas…semacam tip-ac)
  • Thermometer (untuk mengukur suhu ruangan)
  • Karet kop kecil untuk mencomot/mengambil ic yang dilepas (bentuk nya mirip kop anode crt tetapi ada pegangannya).
  • Semprotan pembersih pcb (dalam kaleng seperti kontak cleaner)
  • Timer untuk pengukur waktu (seperti yng dipakai olah ragawan lari cepat)
  • Solder wick….untuk membersihkan sisa timah pd board
  • Kaca pembesar
  • Tape dari bahan kain (seperti yg digunakan pada leher CRT)
  • Solder biasa tapi yang ada groundingnya….untuk mencegah kerusakan ic karena ESD.

clip_image002

 

clip_image004

clip_image006

Secara detail prosedurenya saya sudah lupa, tapi kira-kira seperti ini.

Cara melepas BGA :

  • Set dahulu suhu blower atas/bawah  pada suhu tertentu dan besarnya hembusan blower. Hal ini harus disesuaikan dengan suhu ruangan (……ada daftar tabelnya….). Makin dingin suhu ruangan setingan suhu blower makin tinggi
  • Set dulu timer (men set lamanya waktu berapa detik nantinya blower atas dipasang……).
  • Pasang board yang mau dilepas seperti nampak pada gambar bawah
  • Sekitar ic yg akan dilepas komponen-komponen ditutup menggunakan semacan semacam tape yg terbuat dari bahan kain supaya tidak terbang kena blower
  • Lakukan pre-heat dahulu untuk memanaskan board/grounding selama waktu tertentu menggunakan pemanas bawah.
  • Setelah itu baru pasang blower atas yang sebelumnya telah dihidupkan, dan sambil berbarengan pencet Timer agar mulai menghitung mundur….hingga “nol”
  • Setelah timer mengeluarkan bunyi “alarm”….maka artinya ic siap di-comot.
  • Singkirkan dgn cepat blower atas dan segera comot ic menggunakan karet kop
  • Setelah ic terlepas – bersihkan sisa timah yang nempel pada board menggunakan fluxer, solder wick dan solder biasa….dan bersihkan dengan pembersih pcb.

Dari semua proses diatas, yang paling sulit adalah saat belajar men-comot ic. Kadang kita ragu-ragu….men-comot-nya kurang cepat…sehingga ic telah menjadi dingin kembali. Maka perlu di blower ulang.

 

Cara memasang BGA

  • Prosedure hampir sama saja dengan saat memasang, tetapi kayaknya lebih gampang
  • Disini ic yang dipasang harus ic baru (katanya si Jepang……yang ngajar), sebab ic lama bekas comot-an kaki-kakinya telah rusak. IC baru kaki-kakinya kalau diamati akan berupa timah menempel yang berbentuk “setengah bola” (…karena itu ic dinamakan BGA atau Ball Grade Array)
  • IC baru dipasang pada main-board - tidak harus tepat sekali. Lokasinya disesuakan agar berada didalam  tanda yang berupa garis “kotak-an” atau “pojok-2 kotak”
  • Beri fluxer disekitarnya.
  • Di pre-heat terlebih dahulu.
  • Kemudian pasang blower atas yang sebelumnya telah dihidupkan. …………Setelah cukup panas – ic akan terlihat otomatis bergeser sendiri, menyesuaikan lokasinya dengan pas. Hal ini menunjukkan proses pemasangan telah selesai
  • Kadang setelah dicoba kamera tetap belum berfungsi……maka perlu dilakukan re-blower ulang……..dan diberi fluxer lagi
  • Terachir bersihkan sisa fluxer.

clip_image008

Kaki ic BGA yang masih baru (belum pernah dipasang)

Apakah cara diatas saat ini masih valid….saya kurang tahu….sebab saat itu solder masih menggunakan campuran Sn/Pb……dan sekarang sudah ganti menggunakan Pb Free. Katanya : Sekarang ini sudah ada cara yang lebih canggih yang katanya menggunakan “infra-merah”……(……maklumlah karena saya sampai saat ini belum pernah ketemu). Oleh karena itu kami meng-adopsi cara diatas untuk coba melepas-memasang ic gamma pada LCD panel yang coba kami perbaiki…….dengan perlatan se-adanya…………dan tunggu pengalaman kami lewat tulisan jilid 2.

 

*******************************

Saturday, December 14, 2013

Memahami arti label pada panel PDP LG

 

clip_image002

 

(2) Bar Code

(10) UL Approval Mark

(3) Manufacture No.

(11) UL Approval No.

(4) Adjusting Voltage DC, Va, Vs

(12) Model Name

(5) Adjusting Voltage (Set Up / -Vy / Vsc / Ve / Vzb)

(13) Max. Watt (Full White)

(6) Trade name of LG Electronics

(14) Max. Volts

(7) Manufactured date (Year & Month)

(15) Max. Amps

(8) Warning

 

 

DC VOLTAGE ADJUSTMENTS (ajust dg dc voltmeter)

1) SMPS PWB: Vs Va (Always do SMPS first)

2) Y-SUS PWB: Adjust -Vy, Vsc

3) Z-SUS PWB: Adjust Vzb

 

WAVEFORM ADJUSTMENTS (ajust dengan osiloskop)

1) Y-SUS PWB: Ramp Up, Ramp Down

contoh :

clip_image004

 

The Waveform adjustment is only necessary (ajust dg osiloskop hanya perlu jika)

  • When the Y-SUS PWB is replaced (…..ganti modul Y sus)
  • When a “Mal-Discharge” problem is encountered (……terjadi mal-discharge atau mis-discharge)
  • When an abnormal picture issues is encountered (…….gambar tidak normal)

 

clip_image006

clip_image008

clip_image010

 

bahan : training manual PDP LG

 

 

********************************

Akibat teknisi jika tidak memahami teori

 

Teknisi membawa mesin china LA76810A, katanya problem tidak terima siaran, sudah ganti tuner dan LA76810A……masih problem…….Rencana mau dicarikan ic program.

  • Begitu saya coba auto-serch….layar blank tidak ada noise.
  • Ini artinya bagian Video IF tidak kerja.
  • Cek tegangan pada coil VIF…..tidak ada tegangan……..Analisa langsung tertuju kemungkinan bagian VIF tidak mendapat tegangan supply Vcc…………Dan benar sekali pin-8 VUF Vcc tidak ada tegangan, karena induktor (L) yang menghubungkan ke jalur 5v putus…….

Jelas dari contoh cerita diatas….teknisi banyak buang waktu, tenaga dan biaya. Teknisi tersebut saya tahu sudah kerja hampir 10 tahun. Lalu apa yang salah? Apa yang perlu diperbaiki?

  • Dasar-dasar elektronika tentu sudah dipahami, karena lulusan SMK elektro.
  • Tetapi prinsip kerja teknik teve mungkin belum dipahami sepenuhnya atau belum dipelajari sama sekali.
  • Teknisi belajar service diperoleh berdasarkan “hafalan” saja.  Dia belajar hanya dengan cara melihat dari teknisi lain yang lebih senior. Klo gejala kerusakan begini…biasanya ini yg di-resolder,….atau ini yang coba diganti dulu……
  • Dia tidak memahami bagaimana “cara kerja” masing-masing bagian dari sirkit sebuah teve. Cara kerja masing-maing part (……..dalam hal ini dia tidak memahami cara kerja LA76810A……..teknisi tidak memahami fungsi masing-masing pin dari setiap ic.)
  • Teknisi tidak memiliki skematik diagram (kumpulan skema)
  • Komplit-nya teknisi tidak tahu bagaimana mesti belajar reparasi teve atau memang tidak ada semangat untuk “belajar” buat menambah pengetahuan.

 

Melacak kerusakan atau trouble-shooting………mestinya berdasarkan prosedur sebagai berikut……….

  1. Pengamatan gejala-gejala kerusakan.
  2. Memahami cara kerja bagian-bagian yang dicurigai rusak…..memahami rentetan kerja suatu bagian……memahami cara memeriksa kerusakan masing-masing part………Lha kalau tidak memahami cara kerjanya – bagaimana akan tahu bahwa sesuatu itu normal atau rusak?
  3. Berdasarkan gejala-gejala – kemudian dianalisa dengan bantuan skematik diagram…..saya biasa memelototi skema hingga agak lama sebelum melakukan pengukuran/pengecekan. Berdasarkan skema - kami buat catatan point-point mana saja yang akan di- ukur/cek. Kalaupun tdk pakai skema…sebenarnya tetap masih menggunakan….hanya skema tersebut sudah tercetak di kepala alias sudah hafal.
  4. Melakukan pengukuran/cek…….
  5. Dari hasil pengukuran/cek trus dianalisa…….woooowwwww…..kalau begini kemungkinan rusak adalah ini…….dan kalau lagi beruntung bisa langsung ketemu “biang keroknya”
  6. Tapi klo blum ketemu…kadang harus mesti ulangi pelototi skema lagi….trus buat catatan lagi point-point mana yg akan di-ukur/cek lagi…….
  7. Demikian proses akan berulang lagi……….

 

Sebagai contoh misalnya : Memahami cara kerja/fungsi-fungsi LA76810A

image

  • Suply vcc utk H.start adalah pin-25…tidak ada tegangan pada pin ini akan menyebabkan horizontal tidak nyembur.
  • Suply vcc untuk bagian Vertikal/video/Chroma adalah pin-43 ….tidak ada tegangan pada pin ini akan menyebabkan vertikal satu garis……..banyak teknisi yg memahami bagian vertikal hanyalah pd ic spt misalnya LA78040, TA8403, STV9302…..contoh2 ic tsb sebenarnya hanyalah merupakan bagian penguat achir bagian vertikal…….mereka tidak memahami bahwa bagian vertikal sebagaian ada pada ic besar.
  • Suply vcc untuk bagian Video IF adalah pin-8…….tidak ada tegangan pada pin ini kan menyebabkan layar tidak ada noise (tidak ada semut)
  • Suply vcc untuk bagian RGB adalah pin-18…..tidak ada tegangan ini akan menyebakan layar blank/no osd
  • Jalur sinyal suara FM 5.5 keluar dari pin-52 ==> masuk ke pin-54 ==> diproses oleh FM amplifier dan Audio detector sehingga diperoleh sinyal audio (suara). Sinyal suara langsung dikeluarkan dari pin-2. Sinyal suara yang melewati AV switch dan volume control keluar dari pin-1
  • Dst….Dst…..Dan masih banyak lagi yang mesti dipahamai bagian-bagian dari LA76810A ini……

Karena itu penting bagi teknisi untuk memahami bagian-bagian dari setiap ic seperti misalnya TMPA8873, TDA8361, M52770, dll. Karena hanya dengan memahami setiap fungsi dan bagian dari ic-ic tersebut kita bisa melakukan analisa. Data-data semua ic tersebut dapat dicari lewat internet (misalnya lewat “datasheet4u.net”

 

 

Ini adalah cerita lucu tentang :

“bagaimana jika seseorang hanya belajar dari mengamati/melihat cara orang kerja orang lain, tanpa diberi tahu teorinya”

Seseorang mengamati bagaimana orang lain menggunakan mikroskop. Dia tidak diberitahu “teori” cara menggunakan mikroskop. Ketika disuruh coba untuk melihat menggunakan mikroskop tersebut : “dia mengatakan tidak melihat-apa-apa”. Selidik-punya selidik dia tidak melihat pa-apa karena kedua matanya merem semua waktu menggunakan osiloskop

 

 

***********************************

Friday, December 6, 2013

Samsung TDA9361 raster gelap blank

 

KASUS :

  • Datang hampir bersamaan 3 buah mesin SAMSUNG Chasis KS1A dengan TDA9361
  • Gejala kerusakan sama. Raster gelap dan jika screen dinaikan akan nyala putih polos, ada garis blangking, tidak ada OSD.

 

SOLUSI :

  • Cek tegangan ABL pin-49 (BCLIN) - normal sekitar 2v
  • Cek tegangan IK pin-50 (BLKIN) - normal sekitar 2v
  • Model ini biasanya jika tegangan screen tidak pas - dapat menyebabkan gejala seperti diatas.
  • Coba naikan tegangan screen hingga timbul garis blangking, kemudian turunkan sedikit, trus ditunggu sebentar.
  • Jika tidak ada perubahan, turunkan sedikit lagi tegangan screen, kemudian tunggu sebentar.
  • Demikian kami lakukan berulang sedikit demi sedikit, sehingga suatu saat raster…nyala mak…… byar……dan ada noise (..ada semutnya) ……..setelah ditunggu sebentar.
  • Pada kondisi ini tegangan screen sangat kritis sekali……sehingga turun sedikit atau naik sedikit menyebabkan raster gelap. Padahal pada kondisi normal seharusnya tegangan screen tidak terlalu kritis.
  • Saat raster menyala kami amati sepertinya ada gangguan garis blangking…….dan ketika cek elko pump-up C307 100u/50v………nilainya sudah drops.
  • Setelah penggantian elko gambar langsung normal kembali….dan adjustment screen tidak kritis lagi.
  • Kesimpulan….penyebab raster gelap adalah elko pump-up yang kering.
  • Dan tidak usah banyak mikir banyak - 2 mesin lainnya tinggal ganti elko pump-up dan….beres.

clip_image002

Baca juga artikel ini.

 

******************************

Thursday, December 5, 2013

Sirkit protek TCL dengan TMPA-8872-73-99

 

KASUS :

  • Teknisi bawa mesin TCL menggunakan TMPA- 8899.
  • Setiap kali dinyalakan horisontal nyembur sebentar, terus mati protek

 

SOLUSI :

  • Rasanya jarang sekali ketemu TCL yang menggunakn sirkit protek
  • Pelototi dulu kumpulan skema-skema TCL yang kami miliki.
  • Pada TCL model-model yang menggunakan TMPA-8872 atau 8873, kami jumpai memang ada yang menggunakan sirkit protek. Sirkit protek input adalah Pin-3, dimana normal harus ada tegangan 4v.
  • Dari pin-3 dapat kami lacak bagian-bagian apa saja yang diprotek melalui sebuah diode. Salah satunya adalah bagian Vertikal-out
  • Setelah diode dari Pin-3 yang menuju ke bagian Vertikal kami lepas, maka pesawat tidak mati protek lagi……dan terlihat bahwa bagian vertikal tidak kerja.
  • Dengan melakukan re-soldering sirkit protek mulai dari kaki-kaki TMPA sampai ic Vertikal-out….maka bagian vertikal langsung kerja normal…….dan diode protek yang dilepas dapat dipasang kembali.

clip_image002

 

Awas :

  • Jika sirkit Vertikal-out menggunakan sistim sambungan “dc kopel” dan vertikal supply Vcc (+/-)
  • Umpama jika bagian vertikal tidak kerja (raster nyala seperti pelangi) dan sistim protek vertikal dilepas, maka ada resiko CRT retak/patah pada lehernya

 

 

 

**********************************