Monday, January 27, 2014

Panasonic model 14P10 tombol MENU tidak fungsi

 

KASUS :

  • Panasonic model 14P10 dengan ic program MN1873824, chroma M52770
  • Setelah selesai repair tombol “MENU” tidak fungsi sehingga kalau tombol dipencet OSD MENU tidak muncul.
  • Tombol-2 lainnya berfungsi normal, demikian juga OSD bisa nampak normal
  • Cek tombol push-switch untuk MENU tidak rusak

 

SOLUSI :

  • Problem terselesaikan setelah eeprom di-flash atau di-restore dengan firmware yang diambil dari teve lain yang normal

 

Problem lain jika eeprom di-flash dengan data dari teve lain.  :

  • Cek dengan cara masuk service mode
  • Cek ajustment geometri seperti V-size, V-lin, H-shift
  • Cek White balance, mungkin gambar jadi kemerahan misalnya

 

 

*******************************

Friday, January 24, 2014

Panasonic dengan TDA9381 tegangan 8v drops

 

KASUS :

  • Kami sudah beberapa kali menjumpai Panasonic menggunakan TDA9381
  • Tegangan untuk mensuply input AN7808 Regulator 8v kurang dari 8v sehingga output AN8808 juga kurang dari 8v……….
  • Sedang tegangan lain dari yang dari power suply seperti tegangan B+, tegangan untuk bagian Audio, tegangan st by normal

 

GEJALA KERUSAKAN - Gejala kerusakan bisa berbeda-beda, misalnya :

  • Pesawat kadang hidup kadang mati, disebabkan horisontal kadang hidup kadang mati (…bukan mati protek)
  • Vertikal satu garis – diperiksa bagian Vertikal-out bagus
  • Lampu led hijau nyala, tetapi led merahnya ikut nyala kedip2

clip_image002

SOLUSI :

  • Cek menggunakan ESR meter sepertinya tidak ada masalah - semua elko bagus.
  • Dengan mengganti C861 1000u/35 pada input AN7808, maka tegangan 8v output 7808 langsung normal.

 

*****************************

Wednesday, January 22, 2014

TA8690 tidak ada warna.

 

Sirkit bagian pemroses sinyal warna TA8690 kalau dibandingkan dengan ic chroma yang lebih baru memang sedikit lebih rumit dan lebih banyak menggunakan komponen luar. Sehingga kalau terjadi kerusakan, akan lebih sulit dibanding ic baru lainnya.

Bagian-bagian yang berfungsi sebagai pemroses warna dapat dijelaskan sebagai berikut (lihat gambar skema dibawah)

  • Sinyal Gambar (video , CVBS) yang dioutputkan dari pin-43 akan di split menjadi 3 bagian, yaitu (1) sinyal gambar hitam-putih, (2) sinyal warna dan (3) sinyal sinkronisasi
  • Sinyal gambar hitam putih selanjutnya diinputkan ke pin-31. Jika jalur sinyal ini terputus akan mengakibatkan problem “gambar klise” atau “gambar negatip”
  • Sinyal sinkronisasi diinputkan ke pin-36. Jika jalur ini putus akan mengakibatkan gambar roling/roboh
  • Sinyal warna diinputkan ke pin-35 untuk diproses
  • TA8690 belum menggunakan teknologi I2CBus (pakai jalur SDA/SCL). Untuk level warna masih digunakan kontrol tegangan oleh ic Program yang diinputkan ke pin-40 (normal tegangan 3-5v). Jika tidak ada tegangan maka gawarna akan hilang.
  • Osilator warna menggunakan X-tal yang dipasang pada pin-14 dan pin-12
  • Sirkit APC berfungsi untuk mengontrol agar frekwensi x-tal warna stabil, dan menggunakan elko filter yang dipasang pada pin-11. Jika elko rusak akan mengakibatkan warna hilang.
  • Bagian warna untuk sistim PAL juga menggunakan komponen yang dinamakan 1H DL Line dimana mendapat sinyal dari pin-38 yang kemudian diinputkan ke pin-41. Kerusakan pada jalur dari pin-38 ke pin-41 tentu juga dapat menyebabkan warna hilang.
  • Killer filter pin-42 ada tegangan sekitar 5v jika gambar yang diterima berwarna. Jika yang diterima gambar hitam putih maka tegangan akan berubah jadi nol. Oleh karena itu jika pin ini tidak ada tegangan dapat menyebabkan warna hilang. Pada kasus-kasus tertentu saat kesulitan repair bagian warna pin- ini dapat dikunci pada tegangan 5v dengan cara memasang sebuah Resistor nilai 100k atau 150k ke jalur Vcc pin-44

 

 

clip_image002

 

 

clip_image004

 

 

********************************

Friday, January 17, 2014

Gambar bergelombang bagian kiri-kanan

 

KASUS :

  • Goldstar lama - power suply sudah di Gacun
  • Problem gambar tertarik-tarik kekiri-kanan secara tidak beraturan membentuk semacam gelombang kecil , atau meliuk-liuk seperti bentuk keris yang berdiri

 

PEMERIKSAAN AWAL :

  • Pertama kecurigaan pada sirkit H.AFC………hasil pemeriksaan OK
  • Kemudian kecurigaan pada pada elko2 filter tegangan suply vertikal, 180v, B+ dan elko besar 450v……..setelah di obok-obok semuanya tidak diketemukan yang masalah

 

SOLUSI ACHIR

  • Osiloskop tua achirnya ambil peran.
  • Cek tegangan 180v ada ripple yang cukup besar……pada hal elko filter masih bagus…….kecurigaan pada tegangan B+.
  • Cek tegangan B+ ada juga ripple…….padahal elko juga masih bagus
  • Achirnya lari ke arah elko besar pada bagian primer power suply……cek ada ripple besar juga……tapi kalau posisi stand by ripple hilang….pada hal elko juga masih bagus.
  • Maka kecurigaan terachir pada Gacun yang dipasang………….Cek elko2 pada Gacun ada yang kering……Tetapi penggantian semua elko pada Gacun tetap tidak menyelesaikan masalah.
  • Setelah penggantian Gacun dengan yang baru achirnya membuahkan hasil………gambar jadi stabil…dan masih……cling walaupun teve sudah tua.

 

*******************************

Tuesday, January 14, 2014

TMPA8873 flyback tidak nyembur

 

Untuk melacak kerusakan jika teve menggunakan UOC TMPA 8873 flyback belum bisa nyembur maka harus dipahami dulu syarat-sayaratnya, yaitu

  • Ada tegangan B+
  • Ada tegangan st-by 5v untuk bagian mikrokontrol, dan mikrokontrol sudah bekerja.
  • Bagian horisontal mendapat tegangan suply 8v pada pin-17 H.start
  • Pin-13 mengoutputkan sinyal pulsa-pulsa horisontal yang kemudian diperkuat oleh Tr Hor-drive dan Tr Hor-out.

 

Memahami UOC TMPA8873.

TMPA8873 merupakan UOC (Ultra One Chip) chip Toshiba yang terdiri dari bagian-bagian :

  • Mikrokontrol
  • Pembangkit pulsa-pulsa sinyal defleksi Horisontal/Vertikal
  • Video IF Amplifier + Video detektor
  • TV/Video switch
  • Proseor Video-Chroma
  • Prosesor sinyal suara (audio) FM

 

Bagian Mikrokontrol dan syaratnya yang diperlukan agar bisa bekerja.

  • Pin-9 mendapat tegangan suply Vdd 5v
  • Pin-5 mendapat input tegangan RESET (4.5v)
  • Pin-57/58 merupakan jalur komunikasi data SDA/SCL dengan ic memori (4.5v)
  • Pin-6/7 digunakan untuk pembangkit pulsa-pulsa osilator sistim menggunakan X-tal 8Mhz (1~2v)
  • Pin-64 merupakan output kontrol POWER untuk menghidup-matikan teve. Pada posisi st-by tegangan 4v, dan pada kondisi power-on tegangan berubah menjadi nol. Pin ini digunakan untuk mengontrol hidup-matinya sirkit yang men-suply tegangan untuk Horisontal Vcc pin-17.

clip_image002

clip_image004

  • Pin-55 adalah suply input 5v untuk Pembangkit sinyal OSD
  • Pin-3 Key-in merupakan masukan untuk kontrol tombol2 pada Front Panel (5v - tetapi jika tombol dipencet-pencet tegangan akan berubah sesuai tombol mana yang dipencet)
  • Pin-63 IR-input merupakan masukan kontrol dari Remote receiver (4.5v)
  • Tuner kontrol untuk mengontrol tegangan tuning VT dan Band-switch. Tuner kontrol seting dapat dirubah-ubah melalui seting service mode, tergantung dari jenis Tuner yang digunakan. Kesalahan seting data tuner kontrol akan mengakibatkan tidak bisa terima siaran (hanya noise)

 

Bagian Horisontal

  • Mendapat tegangan suply Vcc 8v pada pin-17. Tegangan suply ini dikontrol hidup-mati oleh pin-64.
  • Sinyal horisontal-out dikeluarkan dari pin-13.
  • Mendapat masukan pulsa H.AFC dari flyback pada pin-12 untuk menjaga agar frekwensi horisontal stabil.
  • Pin-14 merupakan filter H.AFC.

clip_image006

 

Contoh sirkit kontrol on-off tegangan H.Vcc

  • Q510 dikontrol on-off oleh pin-64
  • Q808 merupakan switch on-off suply tegangan 8V untuk pin-17

clip_image008

 

Bagian Vertikal

  • Bagian vertikal osilator akan bekerja jika pin-47 telah mendapat tegangan suply Vcc 5v. Oleh karena itu jika tidak ada tegangan 5v pada pin ini akan menyebabkan problem vertical satu garis.
  • Pulsa vertikal out dikeluarkan dari pin-16.
  • Pin-15 adalah filter untuk bagian Vertikal-saw (pembangkit gigi gergaji)

 

Bagian Video IF.

  • Bagian IF terdiri antara lain dengan Penguat IF, AGC, AFT, PLL Video detektor.
  • Bagian IF akan bekerja jika telah mendapat suply tegangan Vcc 5v pada pin-35.
  • Sinyal IF dari Tuner diinputkan secara balance lewat pin-41/42 setelah melewati SAW-filter
  • Sinyal gambar (video CVBS) di-uotput-kan dari pin-30
  • Tegangan RF-AGC untuk Tuner dioutputkan dari pin-43
  • Sambungan tegangan AFT bagian IF ke bagian mikrokontrol sudah disambungkan secara internal didalam ic.
  • Pin-35 adalah merupakan filter bagian PLL detektor

clip_image010

 

Bagian TV/Video switch :

  • Didalam ic sudah memiliki kontrol T/AV secara internal. Input untuk sinyal TV adalah pin-26 dan input untuk sinyal Video-in adalah pin-24

 

Bagian Prosesor sinyal Video-Chroma :

  • Didalam ic secara internal sinyal Video dipisahkan menjadi sinyal Y (luminance) dan sinyal CH (chroma). Sinyal Y selanjutnya diproses oleh Y Proc dan sinyal chroma diproses oleh bagian Chroma Proc.
  • Setelah itu kedua sinyal digabung kembali sehingga diperoleh sinyal RGB-Out yang dioutputkan melalui pin-50/51/52
  • Untuk bagian warna tidak membutuhkan X-tal dan sebagai gantinya frekwensi diperoleh dari frekwensi X-tal bagian mikrokontrol.
  • Pin-46 adalah merupakan filter APC untuk bagian warna.

clip_image012

 

Jalur sinyal sinkronisasi.

  • Sinkronisasi dioutputkan dari pin-48 dan diinputkan ke pin-62
  • Terputusnya jalur ini akan menyebabkan suara muting dan auto-serch tidak bisa nyantol.

clip_image014

 

Prosesor sinyal suara :

  • Mendapat suply Vcc 5v pada pin-36
  • Sinyal suara FM 5.5 Mhz dioutputkan dari pin-31 dan diinputkan ke bagian FM demodulator pada pin-33
  • Setelah melaui proses penguatan dan FM demodulator, Sinyal audio TV-mono langsung dioutputkan lewat pin-38 untuk disambungkan ke jack AUDIO-out
  • Sinyal audio TV-mono tidak langsung (setelah melalui kontrol volume dan kontrol TV/AV switch) dioutputkan melalui pin-28 untuk disambung ke Audio-amplifier mono

 

TMPA8873 mempunyai fasilitas audio stero-input switch :

  • Sinyal Audio R-L diinputkan lewat pin-22/32
  • Sinyal Audio R/L out dioutputkan dari pin-28/29

clip_image016

 

 

***************************

Thursday, January 9, 2014

Toshiba 29 setiap kali dihidupkan - sebentar kemudian siaran hilang

 

KASUS :

  • Toshiba 29A3
  • Pertama setiap kali dihidupkan bisa terima siaran…..trus beberapa menit kemudian siaran hilang…layar jadi blank gelap
  • Cek OSD masih ada
  • Cek pakai AV-in gambar normal

 

SOLUSI ronde.1

  • Saat tidak terima siaran, coba lakukan Auto-search.
  • Layar tidak keluar “semut” nya alias tetap blank gelap tanpa noise.
  • Analisa Modul IF MVCS45 yang bermasalah.
  • Pakai jurus koboi yang asal main tembak……tidak pakai mikir………langsung ganti elko2, cleaning, dan hot blower modul.
  • Hasil tetap sama pada wae……….achirnya berkesimpulan ….mungkin ic-nya yang rusak……….
  • Menyerah…..alias KO dironde.1 ……Sebab kemana kan kucari modul semacam ini……Langsung info konsumen kalau sparepart tidak ada….atau kalau setuju ganti mesin saja.

clip_image002

 

SOLUSI ronde.2

  • Sampai beberapa minggu pesawat masih nongkrong di bengkel……..yang punya blum juga datang menjenguk atau menanyakan.
  • Saya pikir tidak ada salahnya untuk mecoba lagi………Tapi pakai jurus yang lebih professional…..pakai mikir dan analisa tentunya…….Siapa tahu kalau rejeqi nanti bisa jadi uang?
  • Lepas modul IF
  • Sediakan kabel sepanjang 20cm sebanyak jumlah kaki pin-modul…….akan dipakai buat extension.
  • Kabel-kabel dipasang pada setiap pin kaki modul……..trus disambung ke main-board……..dengan tujuan agar kita dapat lebih leluasa memeriksa, membolak-mbalik modul IF
  • Syusyahnya……..ic Video IF smd yang terpasang dalam modul ini tidak ada nomor part-nya……jadi tidak bisa mengetahui fungsi masing-masing pin-nya
  • Pada saat terima siaran pin-7 Video out modul IF ada tegangan sekitar 4v………..kemudian tegangan akan hilang jika siaran tiba-tiba menghilang……..lha kalau begini sepertinya ada tanda-tanda kerusakan bisa dilacak……langsung timbul semangat lagi untuk berjuang.
  • Jalur dari pin-7 ini kalau diurut-urut setelah melalui beberapa transistor smd kecil terhubung pada salah satu pin ic smd Video IF. Pada pin ini sama saja seperti pin-7 modul IF. Saat terima siaran ada tegangan dan ketika siaran hilang tegangan jadi nol……..wah jangan-jangan ic nya memang rusak.
  • Sedikit agak ngawur coba ukur pada sebarang pin kaki-2 ic Video IF. Ternyata kasusnya juga sama dengan yang diatas saat siaran hilang tegangan nol semaua…………wah jangan-jangan ini disebabkan suply Vcc yang kadang hilang?.....Tapi pin-Vcc nomor berapa ya? Kan kagak tahu!
  • Modul IF ini mendapat suply Vcc 9v lewat pin-4. Saat terima siaran maupun saat siaran hilang cek tegangan 9v tetap ada………..wah………mungkin jalur ke ic yang kadang putus-nyambung.
  • Menggunakan bantuan lampu penerangan dan kaca pembesar - coba kami lacak jalur dari pin-4 modul IF ke arah ic smd Video IF…………………….ternyata sebagian jalur ada yang tersembunyi dibawah ic smd.
  • Mesti lepas dulu ic smd Video IF agar dapat melacak arah jalur Vcc ini…….Dan achirnya ketemu juga arah kaki Vcc ic smd.
  • Langsung coba pasang kabel jumper dari pin-4 modul IF ke Vcc ic smd…………
  • Coba running test persawat…………dan sekarang tidak mati-mati lagi………..Achirnya ronde ke.2 ini dapat dimenangkan.

 

 

********************

Wednesday, January 8, 2014

Ciri pesawat tegangan B+ rendah saat st-by

 

KASUS :

  • Seorang teknisi membawa Panasonic TC21Z99, yang menggunakan ic SMD kotak TDA9592 80 pin, regulator STRW6754
  • Menjelsakan  bahwa "Pesawat problem bagian regulator yang jika dihidupkan tegangan B+ nge-drops”
  • “Semua komponen udah dicek dan diganti - problem tetap sama saja”.

 

PEMERIKSAAN YANG KAMI LAKUKAN :

  • Jika listrik dicolokkan lampu indikator hijau nyala sebentar…trus kemudian mati…..
  • Tegangan B+ ketika lampu indikator nyala hijau normal 140v….trus kemudian saat lampu indikator mati tegangan B+ drops.
  • Saat lampu indikator nyala hijau tegangan suply ke ic vertikal ada….ini artinya flyback sudah nyembur
  • Saat lampu indikator nyala hijau – jika ujung komponen didekatkan ke kumparan def yoke……terasa bergetar……ini menunjukkan bahwa vertikal sudah bekerja
  • Saat indikator mati tegangan st-by 5v…tetap ada terus…….ini artinya menunjukkan bahwa regulator masih kerja.
  • Kesimpulan dari gejala-gejala sesuai hasil pemeriksaan diatas……”ini namanya kan mati protek”
  • Pin kontrol power pada ic TDA kami cek saat indikator hijau adalah “high” dan kemudian “low” saat indikator mati……jelas ini mati protek

 

Kesalahan diagnosa seperti ini sering terjadi…….terutama pada model-model pesawat dimana tegangan B+ memang kecil saat “st-by”. Dan baru normal jika “power-on”. Akibat kesalahan diagnosa tersebut teknisi  telah buang2 waktu, uang, dan tenaga  untuk “ubek-2” mencari kerusakan bagian power suply, beli ic regulator, dan “tanya kesana-kemari” tentang kerusakan bagian power suply yang memang sebenarnya tidak rusak.

 

BAGAIMANA CARA MENGETAHUI CIRI-CIRI PESAWAT YANG TEGANGAN B+ RENDAH SAAT ST-BY

  • Paling mudah dengan cara pelototi skema model tersebut

 

Contoh .1 Dibawah ini adalah bagian dari skema Panasonic 21Z99.

clip_image002

  • Disini nampak bahwa pada katode-diode (pin-2) photocoupler dikontrol oleh Q857 yang dikontrol on-off oleh mikrokontrol lewat Q852.
  • Saat st-by - basis Q857 “high” – maka Q857 akan “on” – dan arus photocoupler PC850 akan langsung melalui R867 – Zener D862 – D863 – kolektor Q857 – Emitor Q857 (ground) sehingga akibatnya tegangan B+ drops
  • Saat power-on – basis Q857 “low” – maka Q857 akan “off” – dan arus photocoupler PC850 akan melalui SE140 – maka tegangan B+ akan normal

 

Contoh .2 Adalah Sharp merupakan skema Sharp

  • Untuk sharp tegangan B+ saat st-by demikian rendahnya, sehingga hanya kira-2 sekitar 10v

clip_image004

  • Pin-2 SE130 atau pin-2 photocoupler dikontrol oleh Q703
  • Cara kerjanya sama seperti penjelasan Panasonic diatas. Artinya jika Q703 pada kondisi “on” – maka tegangan B+ akan drops.

 

Contoh.3 Adalah merupakan skema Polytron.

  • Untuk Polytron tegangan B+ saat st-by sekitar 30 atau 40v
  • Disini sebagai pengganti semacam SE - digunakan KA431
  • Pin-2 photocoupler dikontrol oleh T506
  • Prinsip kerjanya juga sama, artinya jika T506 pada kondisi “on” – maka tegangan B+ akan drops.

clip_image006

 

Contoh.4  Adalah merupakan skema LG slim

  • Pin-2 photocoupler dikontrol oleh Q801.
  • Artinya jika Q801 “on” – maka tegangan B+ akan drops.

clip_image008

 

Sekarang coba diamati dan bandingkan contoh skema dibawah.

  • Contoh - Adalah skema Samsung
  • Terlihat bahwa pin-2 photocoupler tidak dikontrol oleh sebuah transistor – oleh karena itu tegangan B+ saat st-by maupun saat power-on tetap sama.

clip_image010

 

 

BAGAIMANA CARA MEMERIKSA APAK TEGANGAN BISA NAIK MENJADI NORMAL ?

Dari contoh-contoh 1 ~ 4 diatas. Jika bagian mikrokontrol masih problem, maka pesawat kadang selalu pada kondisi st-by sehingga tegangan B+ rendah. Untuk memastikan apakah tegangan normal masih bisa bekerja, maka dapat dilakukan cara sebagai berikut :

  • Walaupun ini tidak berlaku pada sebagian model . Demi “aman”nya – maka putus dulu jalur tegangan suply st-by (5v atau ada pula yang hanya 3.3v) ke ic mikrokontrol . Dapat dilakukan dengan sedot solderan pin-Vcc atau cabut dulu regulatornya. Hal ini untuk menghindari bagian mikrokontrol mendapat tegangan “over voltage” yang dapat merusak mikrokontrol
  • Lepas transistor yang mengkontrol pin-2 photocoupler
  • Hidupkan pesawat – maka kalau power suply normal, tegangan akan naik menjadi normal

 

******************************************

Saturday, January 4, 2014

LG PDP layar gelap - suara normal

 

KASUS :

  • LG PLASMA 42" 42PJ350R.
  • Problem layar gelap, suara normal
  • Cek tegangan Va dan Vs pada bagian power-suply normal

clip_image002

 

SOLUSI :

  • Beberapa rekan teknisi telah menginformasikan bahwa : Problem disebabkan “tranfo besar warna kuning” pada modul Ysus (gambar sebelah kiri), kumparan bagian primer putus pada sambungan dekat kakinya, karena korosi.
  • Menyebabkan beberapa tegangan tidak keluar.

 

****************************

Wednesday, January 1, 2014

Modifikasi Gacun pada LG-Goldstar STR6707

 

clip_image002

Yang perlu dipahami terlebih dahulu.

Saat st-by :

  • Tegangan keluaran dari tranfo switching seperti B+, ST-9v masih rendah semua.
  • Tegangan ST-5v disuply dari D807 – Q803 (A968) – 7805
  • Tegangan ST-9v digunakan untuk mensuply H.Start. Karena tegangan masih rendah maka bagian horisontal belum kerja

Saat Power-on :

  • Saat power-on maka semua tegangan keluaran trafo switching kan naik semua (normal).
  • Tr Q803 akan berubah menjadi “off”…… tegangan dari D807 akan diputus…..sebab tegangan disini akan naik menjadi sekitar 60v….kalau tidak diputus dapat merusak 7805……trus merusak juga ic program
  • Sebagai gantinya 7805 akan disuply dari D805 yang telah berubah naik menjadi sekitar 10v.
  • Karena tegangan dari D805 telah berubah naik……maka tegangan ST-9v menjadi normal……dan bagian horisontal mulai bekerja

 

Jika tidak dilakukan modifikasi :

  • Dengan pemasangan gacun maka otomatis tegangan keluaran dari tranfo switching sudah normal semua pada posisi st-by maupun power-on
  • Akibatnya pin-H start TA8960 tetap mendapat tegangan 9v dari ST-9v.
  • Akibatnya saat st-by sesungguhnya pesawat masih hidup, cuma layar gelap saja dan jika screen dinaikkan akan terlihat menyala blangking.
  • Karena itu modifikasi perlu dilakukan agar saat st-by TA8690 tidak mendapat suply 9v dari ST-9v atau lebih jelasnya dibuat sirkit on-off untuk tegangan ST-9v.

 

Langkah-langkah modifikasi :

  • Lepas Q803 dan R815, karena disini tidak diperlukan lagi
  • Potong jalur ST-9v dari R806 yang ke pin-25 TA8690 (atau dapat dilakukan dengan cara melepas coil L809 pada jalur ini)
  • Potong jalur printed yang dari kolektor Q803 (potong pada bagian yg dekat kaki transistor)
  • Cari dan pasang transistor C2482 (atau sejenisnya) pada bekas lokasi Q803 (posisi CBE tetap sama). Transistor ini yang akan di-fungsi –kan sebagai “switch on-off “ tegangan ST-9v
  • Cari dan pasang kabel jumper dari Kolektor Q803 ke R806/ZD803
  • Cari dan pasang kabel jumper dari Emitor Q803 kearah jalur yang menuju ke pin-25 TA8690
  • Cari dan pasang sebuah Resistor 470 ohm antara kaki R806 dengan Kolektor Q804

 

 

**************************

Cara analisa kenapa tegangan B+ melonjak pada PS China

 

Prinsip dasar yang kami lakukan untuk menganalisa kenapa tegangan B+ melonjak pada power supply China.

clip_image002

 

Pertama pastikan Apakah disebabkan oleh bagian primer atau sekunder ?

  • Shortkan langsung ke ground kolektor Tr V553.
  • Jika tegangan B+ drops – artimya problem pada bagian sekunder
  • Jika teganan B+ tetap tidak berubah – problem pada bagian primer atau photo-coupler

 

Prinsip dasar yang perlu dipegang cara kerja Regulator :

  • Umpan balik dari tegangan B+ ke bagian primer regulator digunakan untuk mengatur tegangan naik-turun B+ melaui photo-coupler. Besarnya arus yang melalui diode-photocoupler akan menyebabkan perubahan nilai resistransi transistor-photocoupler.
  • Jika ARUS yang mengalir melalui diode-photocoupler NAIK, maka tegangan B+ akan TURUN
  • Sebaliknya jika ARUS yang mengalir TURUN – maka tegangan B+ akan NAIK……..bahkan mungkin dapat menyebabkan Tr Power reg jebol.

 

 

Contoh-contoh :

  • Misalnya jika R555 47 nilai molor. Arus diode photo-coupler mengalir dari B+ -- diode- photo-coupler – Tr V553. Karena R555 molor, maka arus yang memalui diode-photocoupler akan turun, dan akibatnya tegangan B+akan melonjak naik.
  • Jika diode zener VD561 short. Akibatnya arus yang melalui diode photocoupler – Tr VD553 akan naik. Akibatnya tegangan B+ akan turun
  • jika Photo-coupler rusak. Akibatnya tidak ada umpan balik ke bagian primer, akibatnya tegangan B+ akan melonjak sangat tinggi…dan tr Power jebol
  • Jika R552 nilai molor. Akan menyebabkan tegangan basis Tr V553 turun, akibatnya arus yang melalui kolektor Tr V553 maupun diode-photocoupler akan turun. Maka tegangan B+ akan melonjak naik
  • Jika R553 nilai molor. Akan menyebabkan tegangan pada basis Tr V553 naik, akibatnya arus yang melalui kolektor Tr V553 naik. Dan tegangan B+ akan drops.

 

 

***********************