Sunday, November 30, 2014

Memahami sirkit AKB atau IK pada ic Philips seri TDA

 

Menulis masalah sirkit AKB (automatic katode bias) atau istilah lain IK (arus katode), maka kami teringat dengan pengalaman pertama ketika ketemu problem raster blank pada TDA3562.

  • Sebelumnya kalau ketemu teve dengan problem pin-R,G,B Out ic video-chroma tidak mengeluarkan tegangan, maka problem pasti disebabkan oleh sirkit ic video-chroma pada main-board.
  • Sudah coba ganti TDA3562 dan ubek-ubek part lainnya sampai beberapa hari kerusakan raster blank tidak kunjung ketemu dicari penyebabnya pada sirkit main-board.
  • Ternyata........ problem disebabkan adanya kerusakan pada pcb yang menempel pada CRT soket (waktu itu kami coba ganti seluruh modul pcb CRT soket)
  • Aneh....... Begitu yang ada dalam pikiran kami waktu itu.

 

Apakah sebenarnya fungsi sirkit IK.

  • Merupakan penemuan PHILIPS, oleh karena itu sirkit ini banyak diketemukan pada ic TDA atau ic Eropa lainnya.
  • Tabung gambar CRT setelah mengalami pemakaian yang lama tentu tingkat emisi masing-masing katode akan mengalami penurunan dengan tidak sama.
  • Hal ini mengakibatkan  gray-scale tracking gambar berubah dan white-balance menjadi tidak seimbang.
  • Sirkit IK berfungsi untuk menjaga agar level cut-off katode RGB  tetap terjaga seimbang jika karakteristik emisi katode RGB sedikit berubah selama pemakaian. Sirkit IK bekerja secara otomatis melakukan adjustmen white-balace agar tetap seimbang setiap kali teve dinyalakan pertama kali.
  • Oleh karena itu teve yang menggunakan sirkit IK, menyalanya CRT lebih lama dibanding dengan teve tanpa IK. Hal ini disebabkan CRT belum akan meyala (tetap blank) sebelum white balance selesai diadjust secara otomatis. Jika tingkat emisi masing-masig katode sudah berbeda agak banyak, maka otomatis adjustmen kadang menjadi lebih lama. Bahkan kadang kalu adjustmen tidak dapat dicapai maka CRT akan tetap blank.

 

Apakah sebenarnya white-balance itu?
Coba perhatikan gambar teve.

  • Apakah awan putih kelihatan putih? Apakah baju putih penyiar nampak putih? Maksud kami betul-betul putih, tidak sedikit kemerah-merahan misalnya.
  • Apakah rambut hitam penyiar nampak hitam? Apakah kopiah yang dipakai nampak hitam. Maksud kami betul-betul hitam, tidak sedikit kemarah-merahan misalnya
  • Perhatikan kulit wajah gambar manusia atau penyiar misalnya. Apakah nampak alami terang kecoklat-coklatan, tidak kemerah-merahan atau kehijau-hijauan.
  • Jika awan putih terlihat sedikit kehijauan atau kemerahan. Jika rambut (hitam) seseorang terlihat sedikit kebiruan atau kemerahan. Jika wajah penyiar nampak kemerah-merahan. Maka hal seperti ini dinamakan cacat white-balance yang umumnya disebabkan karena problem adjustment. Problem white balance menyebabkan gambar tidak terlihat natural. Terlalu banyak hijau menyebabkan gambar puyeh seakan kurang kontras dan tajam.

Cara kerja sirkit AKB.

  • Tegangan bias transistor atau ic RGB video-driver pada pcb CRT soket dikontrol oleh IC video-chroma
  • Sebuah sirkit timing generator yang terdapat didalam ic video-chroma mengeluarkan pulsa-pulsa sampling lewat masing-masing pin-R,G,B Output secara bergantian.
  • Pulsa sample timing ini masing-masing akan menyebabkan arus katode.
  • Pulsa yang berasal dari arus katode driver RBG pada pcb crt soket kemudian diumpan-balikkan kan ke ic video-chroma.
  • IC video-chroma kemudian secara otomatis akan mengatur besarnya tegangan bias masing-masing RGB untuk mengatur white-balance berdasarkan besarnya level masing-masing umpan balik RGB.
  • Selama proses adjutmen berlangsung raster dijaga agar tetap pada kondisi blank.
  • Jika adjustmen white-balance sudah tercapai, maka raster baru menyala (pin RGB out ic chroma mengeluarkan tegangan).
  • Oleh karena itu teve yang menggunakan ic TDA – nyalanya raster atau keluarnya gambar lebih lama dibanding dengan teve yang menggunakan ic chroma LA atau TA. Makin tua umur CRT sehingga emisi RGB sudah pincang maka nyalanya akan makin lama.

image

  • BCLIN = ABL
  • BLKN = AKB/IK

 

Problem-problem yang disebabkan sirkit AKB.

Gejala atau tanda-tanda problem AKB
Jika terjadi kerusakan pada sirkit AKB akan menyebabkan RGB output dari ic video-chroma diblangking, sehingga menyebabkan :

  • Tegangan RGB-out drops, raster menjadi gelap.
  • Jika tegangan screen dinaikkan raster akan putih polos atau kadang dominan salah satu warna.

Hal ini kadang sering mengecoh teknisi yang belum berpengalaman dan mem-vonis kerusakan disebabkan karena ic video-chroma (yang kadang harganya tidak murah).

 

Macam-macam penyebab problem AKB


Problem AKB yang menyebabkan raster menjadi polos atau dominan salah satu warna antara lain dapat disebabkan :

  • Jalur umpan balik IK dari pcb crt soket ke pcb ic chroma putus
  • Ada resistor yang nilainya molor pada pcb srt soket. Biasanya resistor yang mempunyai nilai ratusan kilo.
  • Ada transistor yang rusak pada sirkit pcb crt soket. Kadang kebocoran kecil antara kolektor-emitor yang hanya dapat diukur menggunakan ohm meter posisi x1k dapat menyebabkan problem
  • Tegangan heater drops. Dapat disebabkan karena resistor pada jalur heater nilainya molor.
  • Kesalahan adjustmen tegangan screen (G2). 
  • Tabung gambar emisi lemah pada salah satu katodenya.
  • Tabung gambar diganti dengan tipe lain.

 

Beberapa pengalaman kami dengan problem AKB (IK)

 

  • INTEL atau GOLDSTAR TDA3562. Raster putih polos. Disebabkan karena salah satu transistor BF421 kolektor-emitornya sedikit bocor jika diukur dengan ohm meter posisi x1k
  • INTEL atau GOLDSTAR TDA3562. Raster dominan salah satu warna. Disebabkan resistor 680k nilai molor
  • Samsung TDA9381. Raster putih polos tidak ada noise. Disebabkan resistor pada jalur heater nilai molor.
  • Samsung TDA9381. Ganti tabung gambar raster putih polos. Tabung gambar pengganti membutuhkan arus heater yang lebih besar sehingga menyebabkan tegangan heater drops. Solusi tegangan heater dinaikkan agar menjadi normal.
  • Sony TDA8375. Problem raster dominan hijau. Diperiksa tegangan G-out lebih besar dibanding dengan R-out dan B-out. Pertama kami menyangka ic chroma yang rusak, ternyata diganti baru hasilnya sama saja. Problem disebabkan karena karakteristik tabung gambar untuk katode G berubah. Solusinya adalah membuat ajustment G cut-off menjadi nol.
  • Pada pesawat teve yang tidak menggunakan sirkit AKB kesalahan adjustmen tegangan screen (G2) menyebabkan gambar gelap atau gambar kabur dengan gangguan garis2 blangking. Pada pesawat teve yang menggunakan sirkit AKB kesalahan adjustmen dapat membuat raster polos dengan garis2 blangking tidak ada gambar, kemudian gambar baru akan keluar jika tegangan screen diturunkan sedikit-demi sedikit.
  • Pada pesawat dimana emisi RGB CRT sudah tidak balance - kadang gambar tidak mau keluar lagi. Jika tegangan screen dinaikkan maka raster hanya akan nyala dengan garis-garis blangking. dengan caratembak CRT, kadang masih bisa diperbaiki.
  • Pada teve Samsung – kadang CRT yang tidak balance lagi masih bisa difungsikan dengan cara mematikan sirkit AKB lewat service mode (AKB dirubah nilainya menjadi “1”).

 

 

************************************

Friday, November 28, 2014

Panel LC320DXE gambar ada gangguan garis-garis vertikal.

 

KASUS :

  • LG menggunakan panel LC320DXE, T-con ada dibawah........katanya tuser yang kirim kerjaan “ngeblok vertikal” kayak HV10E……...
  • Tak pikir pasti gampang seperti HV10E....................langsung bongkar tanpa coba cek  problemnya dulu........ternyata bukan seperti problem HV10E.......
  • Kalau pd HV10E bagian yg ngeblok vertikal kan "tdk kelihatan gambarnya" sama sekali ....lha disini ternyata "masih kelihatan ada gambarnya komplit"....tapi ada gangguan banyak garis2 vertikal tdk beraturan yang menutupinya ( kaya ada tirainya....) sehingga gambar jadi agak kabur dan warna tdk cling…..

clip_image002

clip_image004

Kira-kira seperti inilah problemnya, tapi lebih parah
(gambar bukan berasal dari pesawat yang rusak)

 

SOLUSI :

  • Setelah periksa seputaran T-con dan panel – diketemukan konektor antara kabel flatwire 50-pin (…..ini namanya kabel RSDS) dengan pcb strip panel korosi hitam-hitam.
  • Setelah dilakukan pembersihan…..dan diperiksa….diketemukan ada 3 jalur yang putus………Kalau dibaca dari board T-con – jalur yang putus tersebut adalah CLK3, CLK4, dan CLK6.
  • Cari part pengganti rasanya sulit……..
  • Setelah beberapa hari memikirkan dan ber-eksperiment tentang “teknik” cara menyambung jalur putus lembut yang tersebut (………Alhamdullillah……maklum mata ini hanya dengan Izin dan ke-Besaran Allah sudah dipakai selama 65 tahun tapi masih cukup baik )…
  • Hari ini 3 jalur sukses dapat disambung…..dengan membutuhkan waktu hampir 2 jam lebih.
  • Pesawat siap dicoba…….cek dulu untuk memastikan tidak ada yang short…….dan dengan jantung berdebar coba hidupkan…….dan Alhamdullillah………gambar langsung cling…..

 

Catatan :

  • Untuk pekerjaan seperti ini – rasanya lain kali sudah “sangat perlu” untuk memiliki kaca pembesar handsfree alias tidak perlu dipegangi,……..agar kedua tangan bisa bebas bekerja. Paling tidak kaca pembesar harus mempunyai factor pembesaran 3 sampai 5 kali.
  • Sedang untuk penerangan lebih baik menggunakan lampu duduk led, agar tidak panas (…ora bikin sumuk….).

 

***********************************

 

 

 

Thursday, November 27, 2014

Pentingkah memiliki DC Power suply ?

 

image

Dengan makin banyaknya repair LCD sekarang ini, maka memiliki DC Adjustable Power-suply sepertinya merupakan keharusan. Terutama saat merepair mother-board

Spesifikasi yang dibutuhkan.

  • Tegangan output dapat diajust antara 0 hingga 30v.
  • Batas arus maksimal dapat diajust antara 0 hingga 3A (atau 5A lebih bagus).

 

Manfaat dalam repair LCD.

1. Untuk alat suntik sementara

Seumpama ada salah satu regulator yang kita curigai rusak. Maka sebagai gantinya regulator tersebut….outputnya sementara dapat kita “suntik” menggunakan power supply ini dahulu. Untuk keperluan ini kecuali tegangan harus sesuai, maka besarnya arus dapat dibatasi dengan cara menyetel pada DC power supply. Pembatas arus ini penting untuk menghindari jika ada yang short atau setengah short, dimana tegangan power-suply otomatis akan drops, sehingga tidak merusak power sup-ply atau komponen lain pada LCD board

 

2. Untuk mengetahui arus yang dibutuhkan dalam membuat sendiri sebuah regulator.

Kadang kita kesulitan dalam mendapatkan part regulator pengganti. Hal ini dapat dimodifikasi dengan cara membuat sendiri regulator tersebut. Dengan DC Power supply ini kita dapat mengetahui kebutuhan akan “arus” (berapa ampere) yang harus kita buat.

 

3. Untuk mencari komponen yang menyebabkan short atau drops.

Kadang output suatu regulator drops yang disebabkan karena ada komponen yang short atau setengah short. Mencari komponen yang short dengan cara mencoba melepas satu-demi satu komponen atau memutus jalur adalah tidak mungkin (sangat sulit sekali).

Caranya :

  • DC Power supply diajust pada arus 3 atau 5A dan tegangan sesuai tegangan output regulator yang masalah.
  • Tegangan kemudian dipasang pada jalur yang drops, dengan cara di-tutul-tutul-kan sebentar-sebentar menggunakan tangan kanan. Jangan disambung terus menerus!
  • Kemudian tangan kiri dipakai untuk meraba-raba komponen-komponen yang dicurigai rusak. Biasanya komponen yang rusak akan panas berlebihan.

 

 

***********************************

Sunday, November 23, 2014

Toshiba Lcd 32AV600 mati total

 

KASUS :

  • Toshiba Lcd 32AV600, problem mati total.

SOLUSI :

  • Cek tegangan st-by 5v tidak keluar – disebabkan ic power st-by 5v rusak.
  • Setelah penggantian ic MIP2F20 - tegangan 5v sudah keluar (…..terimakasih akang Dede Digitalmas atas kiriman ic-nya, baru kali ini ke-pakai)……….tetapi pesawat masih tetap belum mau nyala.
  • Cek ternyata tegangan AC-det tidak ada. Amati sirkir AC-det kok malah pusing sendiri (……maklum skema tidak bisa diperoleh) – maka cari jalan pintas tegangan AC-det di-“diperkosa” saja dengan men-shortkan B-E transistor pada sirkit AC-det.
  • Pesawat langsung bisa hidup dengan gambar normal.

 

clip_image002

Contoh skema MIP2F

clip_image004

  • Tapi masalah belum selesai tuntas – suara ada gangguan back-ground “ngeter”…….. sepertinya gangguan berasal dari pulsa clock sinyal SCL.
  • Cek semua elko aluminum smd sekitar ic chip besar – ternyata banyak yang sudah kering.
  • Setelah penggantian elko 100u (7 buah) dan elko 4.7u – maka gangguan ngeter langsung hilang.

 

clip_image002[5]

 

 

*********************************

Friday, November 21, 2014

Kerusakan ic mosfet P605 bagian inverter backlight

 

KASUS :

  • LG Monitor TV M2214 dengan problem mati total

 

PEMERIKSAAN :

  • Pertama cek tegangan stand-by 5v kok drops hanya sekitar 2.5v.
  • Cek sana-cek sini ternyata disebabkan tegangan sekunder lainnya 16v untuk bagian inverter short.
  • Disebabkan ic Mosfet P605 bagian backlight inverter short.

image

SOLUSI :

  • Sebelum mengganti ic P605 - kita mesti mencurigai dulu kira-kira apa penyebabnya. Karena mungkin saja begitu diganti, ic P605 akan rusak lagi.
  • Cek tranfo tengangan tinggi inverter menggunakan FBT tester………………….Benar juga – ternyata kumparan bagian primer short. Primer tranfo inverter yang normal - kalau di cek menggunakan FBT tester, harus bisa menyala sampai led hijau.
  • Setelah penggantian tranfo dan ic….teve langsung menyala !

Tapi jangan senang dulu…masih ada bahaya yang dapat mengancam !!!!

  • Begitu teve menyala…….cepat raba ic P605.
  • Jika terasa panas menyengat walau baru dihidupkan sebentar…..…langsung matikan teve.
  • Kali ini yang perlu di periksa adalah lampu backlight CCFL yang ada dibagian atas-bawah panel (hati-hati…..mesti bongkar panel…….dan lampu CCFL mudah retak/pecah)
  • Kadang bagian ujung-ujung lampu CCFL gosong sehingga sambungan menjadi kurang kontak…..hal ini dapat menyebabkan kerja AP605 tambah berat…dan panas
  • Lampu CCFL yang gosong ujung-ujungnya mungkin dapat diperbaiki….atau kalau ada penggantinya langsung ganti aja.

 

 

***********************************

Wednesday, November 19, 2014

Pasang gacun pada Polytron FS7UM

 

Banyak tuser menanyakan bagaimana cara pasang Gacun pada polytron pakai FS7UM.

Apakah perlu modifikasi? Bagaimana jika tidak dimodifikasi?

Jika tidak dimodifikasi maka dapat mengakibatkan :

  • Saat power-on normal – begitu dibuat st-by akan ada komponen yang terbakar – bahkan sangat beresiko merusak ic mikrokontrol.
  • Kalaupun bisa st-by – sebenarnya pesawat masih hidup, tetapi hanya layar jadi gelap (cek heater masih menyala).

Pertama harus dipahami dulu. Polytron saat st-by tegangan B+ masih rendah sekitar 60v, dan begitu power-on tegangan baru normal 115v . Sedangkan jika pasang gacun, saat st by maupun saat power-on tegangan tetap tinggi 115v

  • Saat st-by tegangan 5v mikrokontrol disuply lewat T505.
  • Sedang saat power-on tegangan 5v mikrokontrol ganti diambil alih diberikan dari D510.

image

Cara modifikasi.

  • Lepas transistor T505. Karena tegangan suply dengan gacun dari sini akan tinggi, sehingga beresiko merusak.
  • setelah pesawat nayala. Cek saat st-by apakah pesawat bisa betul-betul mati. Jika ternyata pesawat tidak mati, tetapi hanya layar gelap (heater masih nampak menyala), maka perlu dibuatkan sirkit on-off.

 

Sirkit on-off dapat nyontek dari gambar dibawah.

image

  • Tegangan supply 8v keluaran dari T502 diputus dipasang switch on-off.
  • Q803 yang dibuat sebagai “switch on-off”

image

  • Input dimasukkan ke emitor Q803.
  • Output disambung ke kolektor Q803
  • Input Q801 dihubungkan ke kontrol on-off bagian mikrokontrol.

 

 

****************************************

Tuesday, November 18, 2014

Toshiba 29” mati stand-by


KASUS :
  • Toshiba 29” dengan ic mikrokontrol M37274, chroma TB1245, power supply STRF6668, HIC1016
  • Problem mati stand-by mikrokontrol tidak mau kerja. Power tidak mau “on” atau pin-48 mikrokontrol tidak mau “high”
image
SOLUSI mikrokontrol tidak kerja :
  • Menjumpai mikrokontrol yang tidak mau kerja, maka yang perlu diperiksa adalah :
  • Tegangan Vcc (5v)
  • Tegangan Reset (sekitar 4.5v)
  • Tegangan SDA/SCL (sekitar 4.5v)
  • Tegangan X-tal (sekitar 1 hingga 2v)
Dalam kasus ini tegangan SDA/SCL, Reset terukur goyang2 – maka yang perlu diperiksa adalah sirkit Reset
  • Sirkit Reset diambil dari Q840 yang juga merangkap sebagai regulator 5v untuk mikrokontrol.
  • Input Q840 pin-1 terukur kurang dari 8v – berarti problem pada supply tegangan 19v
image
  • Jika dilacak -  tegangan 19v ini diperoleh dari switching regulator Diode D896
  • Tegangan 19v drops ternyata disebabkan elko filter C895 kering.
  • Setelah penggantian elko – maka mikrokontrol langsung bisa di-ON-kan – sehingga pin-48 bisa ada tegangan 4v.
image

Tetapi masih ada problem lain – tegangan B+ belum mau naik sehingga pesawat belum mau hidup.
SOLUSI tegangan B+ tidak mau naik:
  • Model ini saat st-by tegangan B+ masih rendah – dan akan berubah naik menjadi 125v jika posisi “power-on”.
  • Hal ini diatur oleh HIC1016 – dimana didalamnya ada kontrol semacam SE125.
  • Pada kondisi power-on pin-16 HIC1016 akan mendapat tegangan sekitar 4v dari mikrokontrol – dan tegangan B+ seharusnya naik menjadi 125v. Tetapi pada kasus ini tegangan B+ tetap tidak mau naik.
  • Pengukuran menemukan elko C470 22u/16v pada pin-6 HIC1016 kering.
  • Setelah penggantian elko – tegangan B+ langsung bisa normal – dan pesawat hidup normal.

Ingin memahami lebih jauh tentang kerja HIC1016 - baca ini. 




*********************************************A




Sunday, November 9, 2014

KONKA 32 inch problem gambar hantu/slow motion

 

KASUS :

  • Konka dengan T.con 32 HV320WXC pakai MAX17126
  • Gambar buram tidak tajam. Kalo ada obyek bergerak jadi seperti slow motion, membayang seperti hantu.

Cek test point pada T.con terukur

  • DVdd=3.3v, AVdd=12v, Vcom=5.6v, Voff=-8v, Vref_FB=1v, Gref=12v sepertinya ini normal semua.
  • Sedangkan VGH =11v, Von = 0v.......ini sepertinya tidak normal???
  • Info dari tuser Rusia…tegangan VGH yang benar pada model ini adalah 24v.
  • Berdasarkan datasheet MAX17126….tegangan Von juga sama 24v diperoleh dari tegangan VGH setelah melalui sirkit HV switch block.
  • Maka kami simpulkan MAX17126 sebagian ada yang rusak….disebabkan pin-DRVP tidak mengeluarkan pulsa-pulsa.

image

 

SOLUSI :

  • Sebagai alternatip gantinya supply VGH dan Von….kami suntik menggunakan tegangan 24 yang diambil dari power supply untuk Backlight Inverter.
  • Agar lebih amannya kami pasang seri masing-masing masukan lewat R 100 ohm, 0.25watt (kebutuhan arus disini hanya sangat kecil)
  • Hasil gambar hantu langsung pergi…ngaciiiir….Alhamdullillah.

 

Catatan :

  • Piweling-e mas Dindik P Lampung : Jangan main-main dengan tegangan VGH dan VGL atau Von dan Vof…….kalau belum pasti dan jakin…..resiko panel co’id.

 

******************************

Problem gambar warna hitam jadi putih….

 

Hari ini Minggu …..mestinya libur-an istirahat…….Malah kerjain 19HV10 karena ada tanda2 kadang2 mau sarungan....seperti biasanya ini kan hanya masalah sepele?

Setelah di re-hot sepert ibiasanya....lho gambar kok malah problem.

  • Dinyalakan pertama layar tidak keluar blue-back……malah yang keluar agak putih terang...
  • Klo ada gambar....gambar hitam spt rambut manusia misalnya,….berubah jadi putih terang…..

Cek pakai color bar :

  • Normal color bar (dari sebelah kiri) adalah : Hitam, Biru, Merah, Merah muda, Hijau.....dst

clip_image002

  • Disini berubah menjadi : Putih, Biru, Merah, Merah muda, Kuning.....dst.

Ini masalah Panel/Tcon atau LVDS atau Mother Board ???....pusing aku jadinya....tambah masalah.....

 

SOLUSI :

  • Hasil pengecekan jalur LVDS...menunjukkan salah satu data gambar ada yang tidak kontak (data gambar paling ujung, kalau tdk salah RX04))....
  • Setelah dikotak-katik....beres deh.........bisa makan siang terasa enak......(klo tidak bisa jadi biasanya jadi tdk lapar...he he...he...)

 

Catatan : Agar pengecekan kabel LVDS dengan ohm meter mudah…maka ujung probe avo-meter beri sambungan potongan jarum pentul.

 

 

***********************************

Memahami macam-macam tegangan dan signal driver panel LCD


Panel kaca LCD agar dapat menyala mendapat macam-macam tegangan dan di-drive oleh macam-macam bentuk pulsa. Setiap model mungkin cara kerjanya sedikit berbeda. Sedikit coretan dibawah ini mungkin dapat membantu untuk memamahaminya.
image
image
VDD VDD is the logic supply input for the scan driver.
VON Gate-On Supply. VON is the positive supply voltage for the CKV_, CKVB_, and STVP high-voltage driver outputs.
VOFF Gate-Off Supply. VOFF is the negative supply voltage for the CKV_, CKVB_, and STVP high-voltage driver outputs.
STV Vertical Sync Input. The rising edge of STV begins a frame of data. The STV input is used to generate the high-voltage STVP output.
CPV1 Vertical Clock-Pulse Input. CPV1 controls the timing of the CKV1 and CKVB1 outputs, which change state (by first sharing charge) on its falling edge.
CPV2 Vertical Clock-Pulse Input. CPV2 controls the timing of the CKV2 and CKVB2 outputs, which change state (by first sharing charge) on its falling edge.
EN Enables the MAX17121. Drive EN high to start up the MAX17121 after a delay time, which is set by a capacitor at DLY.
CKVB1 High-Voltage Scan-Drive Output. CKVB1 is the inverse of CKV1 during active states and is high impedance whenever CKV1 is high impedance.
CKVB2 High-Voltage Scan-Drive Output. CKVB2 is the inverse of CKV2 during active states and is high impedance whenever CKV2 is high impedance.
CKVBCS2 CKVB2 Charge-Sharing Connection. CKVBCS2 connects to CKVCS2 whenever CPV2 and STV are both low (to make CKV2 and CKVB2 high impedance) to allow CKV2 to connect to CKVB2, sharing charge between the capacitive loads on these two outputs.
CKVCS2 CKV2 Charge-Sharing Connection. CKVCS2 connects to CKVBCS2 whenever CPV2 and STV are both low (to make CKV2 and CKVB2 high impedance) to allow CKVB2 to connect to CKV2, sharing charge between the capacitive loads on these two outputs.
STVP High-Voltage Scan-Drive Output. STVP is connected to VOFF when STV is low and is connected to VON when STV is high and CPV1 is low. When both STV and CPV1 are high, STVP is high impedance.
DLY Startup Delay Setting. Connect a capacitor to adjust the delay
DISH VOFF Discharge Connection. Pulling DISH below ground activates an internal connection between VOFF and GND, rapidly discharging the VOFF supply. Typically, DISH is capacitively connected to VDD, so that when VDD falls, VOFF is discharged.
VCOM Operational Amplifier Output
image

image
CKV High-Voltage, Gate-Pulse Output. When enabled, CKV toggles between its high state (connected to GON) and its low state (connected to GOFF) on each falling edge of the CPV input. Further, CKV is high impedance whenever CPV and OE are both low or whenever CPV is low and OECON is high.
CKVCS CKV Charge-Sharing Connection. CKVCS connects to CKV whenever CKV is high impedance to allow connection to CKVB, sharing charge between the capacitive loads on these two outputs.
CKVBCS CKVB Charge-Sharing Connection. CKVBCS connects to CKVB whenever CKVB is high impedance to allow connection to CKV, sharing charge between the capacitive loads on these two outputs.
CKVB High-Voltage, Gate-Pulse Output. CKVB is the inverse of CKV during active states and is high impedance whenever CKV is high impedance.
STVP High-Voltage, Start-Pulse Output. STVP is low (connected to GOFF) whenever STV is low and is high (connected to GON) only when STV is high and CPV and OE are both low. When STV is high and either CPV or OE is high, STVP is high impedance.
STV Vertical Sync Input. The rising edge of STV begins a frame of data. The STV input is used to generate the high-voltage STVP output.
OECON Active-Low, Output-Enable Timing Input. OECON is driven by an RC-filtered version of the OE input signal. If OE remains high long enough for the resistor to charge the capacitor up to the OECON threshold, the OE signal is masked until OE goes low and the capacitor is discharged below the threshold through the resistor.
OE Active-High, Gate-Pulse Output Enable. CKV and CKVB leave the high-impedance charge-sharing state on the rising edge of OE.
CPV Vertical Clock-Pulse Input. CPV controls the timing of the CKV and CKVB outputs that change state (by first sharing charge) on its falling edge.
GND Logic Ground
DISH GOFF Discharge Input. Pulling DISH below ground activates an internal connection between GOFF and GND, rapidly discharging the GOFF supply. Typically, DISH is capacitively connected to IN, so that when VIN falls GOFF is discharged.
VDD Supply Input. Logic supply input for the VCOM calibrator. Bypass to GND through a minimum 0.1μF capacitor.
WPN Active-Low, Write-Protect Input. When WPN is low, I2C commands are ignored and the VCOM calibrator settings cannot be modified.
SCLS Alternate I2C-Compatible Clock Input. When WPN is high, SCLS connects to SCL to drive SCL from an alternate clock source.
SCL I2C-Compatible Clock Input and Output
SDA I2C-Compatible Serial Bidirectional Data Line
WPP Write-Protect Output. WPP is the inverse of WPN. It can be used to control active-high, write-protect inputs on other devices.
SET Full-Scale, Sink-Current Adjustment Input. Connect a resistor, RSET, from SET to GND to set the full-scale adjustable sink current that is VBOOST / (20 x RSET). IOUT is equal to the current through RSET.
VL 3.3V On-Chip Regulator Output. This regulator powers internal analog circuitry for the step-up regulator, op amp, and VCOM calibrator. External loads up to 10mA can be powered. Bypass VL to GND with a 0.22μF or greater ceramic capacitor.
BGND Amplifier Ground
BOOST Operational Amplifier Supply Input. Connect to VMAIN (Figure 2) and bypass to BGND with a 1μF or greater ceramic capacitor.
OUT Adjustable Sink-Current Output. OUT connects to the resistive voltage-divider at the op amp input POS (between BOOST and GND) that determines the VCOM output voltage. IOUT lowers the divider voltage by a programmable amount.
POS Operational Amplifier Noninverting Input
NEG Operational Amplifier Inverting Input
VCOM Operational Amplifier Output
SHDN Shutdown Control Input. Pull SHDN low to disable the step-up regulator. The VCOM calibrator, op amp, and scan driver functions remain enabled.
IN Step-Up Regulator Supply Input. Bypass IN to AGND (pin 34) with a 1μF or greater ceramic capacitor.
LX Switching Node. Connect inductor/catch diode here and minimize trace area for lowest EMI.
PGND Power Ground. Source connection of the internal step-up regulator power switch.
FB Feedback Input. Reference voltage is 1.24V nominal. Connect external resistor-divider midpoint here and minimize trace area. Set VOUT according to: VOUT = 1.24V (1 + R1/R2).
COMP Compensation Input for Error Amplifier. Connect a series RC from COMP to AGND. Typical values are 180k and 470pF.
AGND Ground
GOFF Gate-Off Supply. GOFF is the negative supply voltage for the CKV, CKVB, and STVP high-voltage driver outputs. Bypass to PGND with a minimum of 0.1μF ceramic capacitor.
GON Gate-On Supply. GON is the positive supply voltage for the CKV, CKVB, and STVP high-voltage driver outputs. Bypass to VMAIN or PGND with a minimum of 0.1μF ceramic capacitor.
EP Exposed Backside Pad. Connect to the analog ground plane through multiple vias to enhance thermal performance.

image
CKVB1 High-Voltage Scan-Drive Output. CKVB1 is the inverse of CKV1 during active states and is high impedance whenever CKV1 is high impedance.
STVP High-Voltage Scan-Drive Output. STVP is connected to VOFF when STV is low and is connected to VON when STV is high and CPV1 is low. When both STV and CPV1 are high, STVP is high impedance.
CKVB2 High-Voltage Scan-Drive Output. CKVB2 is the inverse of CKV2 during active states and is high impedance whenever CKV2 is high impedance.
CKVBCS2 CKVB2 Charge-Sharing Connection. CKVBCS2 connects to CKVCS2 whenever CPV2 and STV are both low (to make CKV2 and CKVB2 high impedance) to allow CKV2 to connect to CKVB2, sharing charge between the capacitive loads on these two outputs.
CKVCS2 CKV2 Charge-Sharing Connection. CKVCS2 connects to CKVBCS2 whenever CPV2 and STV are both low (to make CKV2 and CKVB2 high impedance) to allow CKVB2 to connect to CKV2, sharing charge between the capacitive loads on these two outputs.
CKV2 High-Voltage Scan-Drive Output. When enabled, CKV2 toggles between its high state (connected to VON) and its low state (connected to VOFF) on each falling edge of the CPV2 input. Further, CKV2 is high impedance whenever CPV2 and STV are both low.
STV Vertical Sync Input. The rising edge of STV begins a frame of data. The STV input is used to generatethe high-voltage STVP output.
CPV1 Vertical Clock-Pulse Input. CPV1 controls the timing of the CKV1 and CKVB1 outputs, which change state (by first sharing charge) on its falling edge.
CPV2 Vertical Clock-Pulse Input. CPV2 controls the timing of the CKV2 and CKVB2 outputs, which change state (by first sharing charge) on its falling edge.
N.C. Not Connected
EN Enables the MAX17121. Drive EN high to start up the MAX17121 after a delay time, which is set by a capacitor at DLY.
DLY Startup Delay Setting. Connect a capacitor to adjust the delay based on tDELAY= CDLYx 410kI.
GND Ground
DISH VOFF Discharge Connection. Pulling DISH below ground activates an internal connection between VOFF and GND, rapidly discharging the VOFF supply. Typically, DISH is capacitively connected to VDD, so that when VDD falls, VOFF is discharged.
VDD Supply Input. VDD is the logic supply input for the scan driver. Bypass to GND through a minimum 0.1FF capacitor.
VOFF Gate-Off Supply. VOFF is the negative supply voltage for the CKV_, CKVB_, and STVP high-voltage driver outputs. Bypass to GND with a minimum of 1FF ceramic capacitor.
VON Gate-On Supply. VON is the positive supply voltage for the CKV_, CKVB_, and STVP high-voltage driver outputs. Bypass to GND with a minimum of 1FF ceramic capacitor.
CKV1 High-Voltage Scan-Drive Output. When enabled, CKV1 toggles between its high state (connected to VON) and its low state (connected to VOFF) on each falling edge of the CPV1 input. Further, CKV1 is high impedance whenever CPV1 and STV are both low.
CKVCS1 CKV1 Charge-Sharing Connection. CKVCS1 connects to CKVBCS1 whenever CPV1 and STV are both low (to make CKV1 and CKVB1 high impedance) to allow CKVB1 to connect to CKV1, sharing charge between the capacitive loads on these two outputs.
CKVBCS1 CKVB1 Charge-Sharing Connection. CKVBCS1 connects to CKVCS1 whenever CPV1 and STV are both low (to make CKV1 and CKVB1 high impedance) to allow CKV1 to connect to CKVB1, sharing charge between the capacitive loads on these two outputs.
EP Exposed Pad. EP is not connected in the IC. The EP should be connected to the ground plane on the PCB to improve thermal performance.




**********************************************

Saturday, November 8, 2014

Sharp Led LCD 22LE420 mati

 

KASUS :

  • Led LCD Sharp 22LE420, problem mati
  • Tetapi setelah kami amati….saat dicolokkan listrik led indikator merah nyala sekejap……hal ini seperti menunjukkan pesawat pada posisi “power on”

 

LANGKAH-LANGKAH PEMERIKSAAN.

  • Cek tegangan power supply - semua normal (5.8v dan 24v sesuai sesuai dengan service manual).
  • Beruntung ada skematik diagram-nya
  • Pertama pelototi skema bagian power Regulator, dan buat beberapa catatan berapategangan “masuk” dan berapa tegangan “keluar” dari masing-masning ic regulator serta  nomor-2 pin In-Out masing-masing IC.

Disini terlihat :

  • Tegangan 5.8v dari power suply - dirubah menjadi 3.3v untuk St-by menggunakan  U7102 (unswitch)
  • Tegangan 5.8v dari power suply juga dirubah menjadi 5.3v (di-switch on-off oleh mikrokontrol) omenggunakan Q7104

image

image

Selanjutnya tegangan 5.3v diturunkan menjadi beberapa macam tegangan dan digunakan digunakan untuk :

  • Menjadi 3.3v menggunakan U7101- untuk Vcc bagian digital dan analog
  • Menjadi 1.2v menggunakan U7103 – untuk Vcc bagian analog
  • Diturunkan menjadi 1.2v menggunakan U7104 - untuk VccK chip ic
  • Diturunkan menjadi 5v menggunakan U7105 – untuk Tuner
  • Diturunkan menjadi 1.8v menggunakan U7106 - untuk DDRam

image

image

image

image

 image

Semua catatan telah siap….

  • Maka langkah selanjutnya adalah “mencari lokasi” letak semua komponen-komponen yang akan diukur tegangannya. Ternyata tidak mudah untuk menemukan lokasi masing-masing ic, disebabkan beberapa ic regulator phisiknya hanya “sebesar butir beras”
  • Kemudian baru dilakukan pengukuran-pengukuran tegangan. Karena bentuk komponen yang kecil-kecil – maka untuk mempermudah pengukuran, ujung probe merah kami pasang “potongan jarum pentul”
  • Hasil pengukuran – menemukan problem pada U7104 tegangan outputnya drops ………alias rusak.
  • Coba suntik tegangan 1.2v pengganti U7104 menggunakan power supply dari luar……..pesawat langsung Joooosssssss…….nyala normal

 

SOLUSI ACHIR.

  • Karena kesulitan untuk mendapatkan part pengganti - maka sebagai solusinya kami buatkan regulator down converter menggunakan LM2596 ADJ.

image

 

*************************************

Friday, November 7, 2014

Teve dengan TMPA8873 dan LA78040 layar lama-lama vertikal satu garis

 

KASUS :

  • Teve menggunakan TMPA8873 dan LA78040
  • Pertama dihidupkan gambar normal - lama-lama vertikal kolaps menjadi satu garis

 

SOLUSI :

  • Cek semua bagian Vertikal-out tidak ada masalah. Maka kemungkinan problem pada bagian vertikal osilator yang ada pada TMPA8873.
  • Cek tegangan Vcc 5v untuk Tuner dan TMPA8873 pin-36 dan 47 ….ternyata lama-lama drops. Hal inilah yang menyebabkan osilator vertikal tidak kerja.

image

  • Disebabkan transistor regulator V555 untuk menurunkan tegangan menjadi 5v sudah mau rusak. Setelah dilakukan penggantian…..problem tidak kambuh lagi.

image

 

 

************************

LCD keluar gambar Patern Generator


KASUS :
  • Dapat info LCD keluar gambar seperti Patern Generator seperti layar merah, hijau, kotak2 atau color bar
  • Biasa terjadi pada Led lcd model-model baru seperti Sharp, Samsung
clip_image001 clip_image002
SOLUSI :
  • Re-posisi LVDS kabel atau bersih-in.
  • Ada juga info dengan cara mengganti memori 24c bagian mikrokontrol

Catatan :
  • Gambar Patern-Generator sendiri dibangkitkan dari dalam T.con.
  • Sebenarnya difungsikan untuk “panel check”……artinya jika terjadi problem gambar cacat – untuk mengetahui kerusakan disebabkan kerusakan panel atau main-board.


(pinjam gambar-e mas Taufik LN)

<<<<<<<<<<0>>>>>>>>>>