Thursday, January 12, 2017

Memahami sirkit RESET



Setiap mikrokontrol pasti menggunakan sirkit  RESET.
Ada 2 macam sistim tegangan reset, yaitu reset “aktip high” dan reset “aktip low”.
Umumnya sirkit reset pada televisi menggunakan sistim reset “aktip low”. 
Reset “aktip high’ umumnya dijumpai pada sistim audio compo.
Tegangan reset bekerja “hanya sesaat” yaitu ketika mikrokontrol mendapat tegangan Vcc input.
Untuk memahami perbedaan kedua sistim ini, maka lihatlah gambar grafis dibawah ini.




Reset “aktip low”
Amati gambar grafis.
Pada saat mikrokontrol mendapat tegangan Vcc input , maka pin-Reset ditahan tetap nol (ditunda) tegangannya utk sesaat, kemudian baru naik hampir sama dgn tegangan Vcc.
Sulit utk mengamati apakah tegangan reset low telah bekerja normal dengan hanya menggunakan voltmeter.
Umumnya jika pin reset jika diukur telah ada tegangan, maka kita anggap reset telah bekerja. Sedang jika pin-reset tidak ada tegangan sama sekali, maka berarti sirkit reset bermasalah.

Reset “aktip high”.
Amati grafis.
Pada saat mikrokontrol mendapat tegangan Vcc input, maka pada saat bersamaan pin reset mendapat tegangan “tetapi hanya sesaat”.
Reset high mudah diamati dgn volt meter. Pasang volt meter pd pin-reset. Hidupkan pesawat (colokin listrik), maka pin-reset aka ada tegangan “high” sesaat, dan kemudian kembali ke nol. Jika ada tegangan terus berarti sirkir reset bermasalah.

Beberapa contoh sirkit RESET. 
Sirkit reset aktip low paling sederhana hanya menggunakan sebuah resistor dan sebuah elko.
Untuk membuat sirkit menjadi aktip high, maka cukup ditambah sebuah transistor sebagai inverter.
Kadang kalau tidak bisa memperoleh ic sirkit pengganti, maka sirkit reset kami buatkan seperti contoh gambar tersebut.






**************************

No comments: